Permudah Pencairan PIP, Cara BRI Dukung Pemerintah Cegah Siswa Putus Sekolah 

Pimpinan Cabang BRI Kalabahi, Wahyuniarto sedang memaparkan materi di hadapan ratusan pelajar dan guru SMA Kristen 2 Kalabahi, Sabtu (27/09/2025) silam dalam program BRI Goes To School. FOTO: OM MO/RP
Pimpinan Cabang BRI Kalabahi, Wahyuniarto sedang memaparkan materi di hadapan ratusan pelajar dan guru SMA Kristen 2 Kalabahi, Sabtu (27/09/2025) silam dalam program BRI Goes To School. FOTO: OM MO/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ini cara BRI  mendukung pemerintah Kabupaten Alor mencegah peserta didik putus sekolah dan menarik kembali siswa putus sekolah melanjutkan pendidikan.  PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Kalabahi memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor memberikan kemudahan dalam proses pencairan PIP 2026 melalui strategi pelayanan sampai sekolah di pelosok negeri. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor   dalam mengakselerasi penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan dana bantuan pendidikan tunai langsung diterima oleh siswa penerima manfaat, guna mengurangi angka putus sekolah di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data terkini, dana PIP yang disalurkan melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel) BRI bertujuan membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah, uang saku, biaya transportasi serta biaya praktik tambahan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Fredrik Lahal, SH  menegaskan bahwa kerja sama dengan BRI dipilih karena jangkauannya yang luas, memudahkan orang tua siswa di pelosok untuk melakukan aktivasi rekening dan pencairan.

“Kami berterima kasih atas dukungan BRI. Kami berkomitmen agar pencairan PIP tahun ini berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tepat jumlah. Dana ini sangat krusial agar anak-anak dari keluarga miskin/rentan miskin tetap bisa bersekolah,” ujar  Lahal.

Sementara itu, Branch Office Head BRI Cabang Kalabahi, Wahyuniarto Purnomo R, menyatakan bahwa BRI menghadirkan fitur host to host (H2H) dashboard BRI dengan Sistem Informasi Indonesia Pintar (SiPintar) Kemendikdasmen untuk mempermudah verifikasi.

“BRI memastikan dana PIP disalurkan langsung ke rekening siswa penerima dengan saldo awal Rp0. Kami juga mengimbau agar penerima manfaat menyiapkan dokumen seperti KTP orang tua, Kartu Keluarga, dan buku tabungan saat pencairan untuk memudahkan proses di lapangan, terutama untuk sekolah-sekolah dengan kondisi geografis yang jauh dari lokasi kantor BRI,” jelas Wahyuniarto Purnomo R.

BRI terang Wahyuniarto, mendukung program pemerintah dengan tujuan utama untuk mencegah peserta didik putus sekolah dan menarik kembali siswa yang putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan. BRI memberikan kemudahan untuk proses pencairan PIP dengan melayani sampai dengan sekolah di pelosok negeri.

Dinas Pendidikan bersama BRI terus mengimbau pihak sekolah untuk proaktif memantau proses aktivasi rekening, terutama bagi siswa yang baru ditetapkan sebagai penerima agar hak bantuan pendidikan Bisa Tersalurkan, pintanya. *** morisweni

Pos terkait