Management Puskesmas Lawahing Tegaskan Tindakan Terhadap Ibu Yang Melahirkan Bayi Yang Sudah Meninggal Sesuai Prosedur

Mobil Ambulance milik Puskesmas Lawahing yang mengantar Ibu Hamil Kulsum Maro ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi saat tiba di IGD. FOTO:ISTIMEWAH
Mobil Ambulance milik Puskesmas Lawahing yang mengantar Ibu Hamil Kulsum Maro ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi saat tiba di IGD. FOTO:ISTIMEWAH

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ini klarifikasi pihak Management Puskesmas Lawahing terhadap tuduhan bahwa ibu hamil atas nama Kulsum Maro yang melahirkan bayi yang sudah meninggal disebabkan karena kelalaian oknum bidan yang menanganinya.  Puskesmas Lawahing menegaskan jika tindakan yang diambil pihaknya terhadap pasien yang melahirkan bayi yang meninggal itu sesuai prosedur.  

Klarifikasi ini disampaikan management Puskesmas Lawahing melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Martina Masa, A.Md, Keb  dalam pesan WhatsApp, Rabu Malam (06/03) kepada media ini.

Bacaan Lainnya

Martina Masa kemudian merinci bahwa petugas Puskesmas yang merawat dan merujuk ibu hamil Kuslum Maro ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi antara lain, Dessie Manikari, Yuliati Alelang dan Inggrid Balol bersama sopir ambulance, Simon Pettrus Daelbain.    

Berikut pesan WhatsApp yang disampaikan pihak management Puskesmas Lawahing:

“Shalom bapak selamat malam,,ini dengan Nkes dari pusk Lawahing. Terkait dg pemberitaan tentang puskesmas Lawahing,,ijin menyampaikan bahwa pasien tersebut sesuai dg pemberitaan bapak tdk benar krn psien tersebut diantar sendiri oleh petugs kesehatan 3 org dari pusk lawahing mnggunakn mobil ambulans sampai ke tmpt rujukan RSD Kalabahi diterima oleh petugas IGD Triase RSD Kalabahi. Ibu tersebut  mengalami komplikasi saat mw melahirkan krn prolapsus tali pusat/tali pusat keyr duluan  sebelum kepala bayi lahir sehingga hrs segera di rujuk. Tindakan hang di ambil petug kesehatan di lawahing sdh sesuai dg prosedur jd bkn krn kesalahan shg mnyebabkan kematian pda byi.byi tersebut lahir di ruang IGD Triase RSD Kalabahi.Terimakasih kasih”

“Justru yg dipertanyakan ank itu 14 thn hamil diluar nikah dan ktax mm lou pu anak piara. Anak hrs mndapat perlindungan dari komisi perlindungan perempuan dan anak krn hamil usi 14 thn”

“Utk persoalkan ibu hamil pu keadaan pribadin itu petugas tdk urus itu bapak”

 “Tax suami itu krn hrs anamnese data psien bukan omong bhasa2 tdk jelas bgt”

“Bukn mw cari psien pu aib dll tp hrs isi data nama suami dll. Tp mm lou omong bahasa yg tdk pernh petugas omong”.

Kt punya tgs itu melayani bkn urus persoalan pribadi bapak. Kira2 yg mm lou omong menurut bpk msuk akal atau tdk. Lepas psien di jalan dll.

Terimakasih bapak

Sebelumnya media ini merilis kisah pilu seorang ibu muda asal Awalaa yang melahirkan bayi yang sudah meninggal, diduga ulah oknum bidan di Puskesmas Lawahing.  

Cerita seorang Ibu Muda asal Awalaa, Desa Alila Selatan, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor yang melahirkan bayi yang sudah meninggal sejak dalam kandungan terjadi di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Alor.  Cerita ini dialami oleh Kulsum Maro (15), Selasa (05/03/2024). Dalam ceritanya, ibu muda yang mestinya harus tertolong di Puskesmas Lawahing itu malah disarankan oleh tenaga medis di Faskes itu untuk melahirkan saja di Rumah Saki Daerah Kalabahi. Padahal, dalam perjalanan ke Puskesmas Lawahing air ketuban sang ibu hamil itu sudah pecah.   

Ceritanya, Selasa 5 Maret 2024  sekitar Pukul 05.24 Wita, ibu muda asal Awalaa ini mengalami sakit yang merupakan tanda jika hendak melahirkan bayi yang dikandungnya.  Atas saran keluarga, Ibu Muda yang diketahui bernama Kulsum Maro itu diantar ke Puskesmas Lawahing sekitar Pukul 06.00 Wita, kisah salah seorang anggota keluarga ibu muda malang itu, Erli Tubulau kepada media ini di Rumah Saki Daerah Kalabahi, Rabu (06/03).   

Tiba di Puskesmas Lawahing, bidan menanyakan status pasien. Karena dia tidak miliki Buku KMS, bidan di Puskesmas Lawahing mengatakan  kenapa mama dorang tidak turun di rumah sakit pakai oto penumpang saja, . kisah Erli Tubulau dengan nada kesal.

Mendengar pernyataan bidan di Puskesmas Lawahing itu Erli menjawab jika   ibu hamil yang benrama Kulsum Maro  selama ini memeriksa kehamilan di  Puskesmas Lawahing, karena itu keluarga memutuskan untuk membawanya ke Puskesmas ini untuk diberikan pertolongan melahirkan, apalagi yang bersangkutan sedang menjerit kesakitan dan siap melahirkan. 

Bidan kemudian menjawab jika status berobatnya tidak ada di Puskesmas Lawahing.  Menurut bidan  kalau dia periksa disini berarti kita kasih dia KMS atau surat periksa dari dokter.  

“Sebagai orang tua saya bilang di bidan bahwa kalau mama dorang kasih KMS pasti kita bawa datang tetapi karena tidak kasih jadi kita tidak bawa datang. Kalau begutu bagaimana penanganan,” .  kata Erli bertanya.

Nanti kita antar pakai  Mobil Ambulance, ujar Erli meniru bidan.

Sekitar 15 menit kemudian, mobil  ambulance tiba di Puskesmas Lawahing.  Sehingga selaku orang tua ibu hamil ini, Erli mengatakan, bagaimana … mobil ambulance sudah ada jadi bagaimana.  Petugas menjawab,  nanti ambulance antar ibu hamil dengan kita sampai di Gereja Pola ibu dorang turun ko jalan kaki pi rumah sakit.  Pergi jalan kaki itu yang nanti dapat  pelayanan lebih cepat, kata Bidan itu kepada keluarga. 

“Kita jalan kaki juga baik, yang penting rujukan itu yang kasih ko kita bawa jalan,” pinta Erli kepada Sang Bidan yang kemudian dijawab,  kita cari di register dulu,  dia (ibu hamil) terdaftar sebagai pasien disini (Puskesmas Lawahing) atau tidak.  

Ternyata setelah dicek di register ibu hamil ini sudah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Lawahing sebanyak 3 kali, terakhir tanggl 29 Januari 2024 dan jadwal bersalinnya tanggal 26 Februari 2024.  

Selanjutnya terang Erli,  petugas langsung konfirmasi ke dokter.  Dokter bilang tunggu saya naik dulu, dokter di kalabahi.   Sekitar Pukul 10.00 Wita  baru dokter tiba di Puskesmas Lawahing. Sayagnya, setelah tiba di Puskesmas  dokter tidak memeriksa pasien juga.

Menurut Bidan,  pada Pukul 11.00 Wita  baru ibu hamil ini diperiksa, jadi begitu  waktu menunjukan Pukul 11.00 wita keluarga konfirmasi dengan bidan mengenai hasil pemeriksaan. Tetapi katanya Pukul 11.24 Wita  baru diperiksa lagi.  Setelah diperiksa bidan  mengatakan kepada keluarga bahwa denyut jantung  bagus, pembukaannya sudah 4-5.  

Mendengar kondisi bayi sebagaimana yang disampaikan bidan, Erli meinta ijin di bidan  untuk pergi ambil makanan untuk pasien (ibu hamil), sementara dalam perjalanan menuju rumah,  mereka langsung membawa pasien (ibu hamil itu) ke rumah sakit daerah Kalabahi.  

Kepada radarpantar.com, di Sal Bersalin Rumah Sakit Daerah Kalabahi, Kulsum Maro mengatakan, ia diantar tiga orang petugas dari Puskesmas Lawahing bersama ibunya ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi.

Dalam  perjalanan dengan Ambulance dari Puskesmas Lawahing menuju Rumah Sakit Daerah Kalabahi sekitar di  Kebun Kopi,  ia sudah harus  melahirkan dalam mobil ambulance, karena kepala bayinya sudah keluar tetapi dipalang dengan tangan oleh seorang petugas yang mengenakan pakaian putih, hitam tinggi.

“Dia larang saya untuk tidak boleh muku. Dan minta supaya saya tidur menyamping. Padahal saya tidak tahan sakit sehingga berteriak. Begitu kepala bayi keluar dia palang dengan tangan dan tolak masuk ke dalam,” kisah Kulsum Maro, sang ibu hamil malang ini sembari menambahkan, katanya kalau melahirkan di ambulance nanti ibu bidan marah.   

Tiba di Rumah Sakit Daerah Kalabahi, ia langsung ditangani oleh bidan rumah sakit. Setelah dibaringkan ke tempat tidur,  bidan di rumah sakit membuka kain yang saya kenakan. Setelah dibuka kainnya, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga hanya beberapa kali muku, bayi keluar tetapi sudah tidak bernyawa lagi.

Diduga kematian bayi malang ini disebabkan karena kelalaian oknum bidan yang menangani pasien ini sejak berada di Puskesmas Lawahing dan dalam perjalanan dari Lawahing ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi.   

Kepada keluarga, bidan yang mengantar ibu hamil itu ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi mengatakan, anak mungkin tidak tertolong, antara mati atau hidup.  

Bayi malang itu sudah dimakamkan, Selasa Sore di Awalaa, Desa Alila Selatan.  

Erli Tubulau sebagai wakil keluarga mengaku sudah menyampaikan cara petugas di Puskesmas Lawahing melayani pasien, terutama kepada ibu hamil ini kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.  

Erli minta agar para petugas yang menangani ibu hamil ini harus diberikan sangsi disiplin sesuai prosedur yang berlaku.  

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lawahing belum dapat dikonfirmasi. *** morisweni

Pos terkait