Rp. 24 M Dari Bank Dunia Untuk 11 Desa di Alor Melalui Program Lautra, Blegur: Untuk Meningkatkan Ekonomi Warga Pesisir

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Baru seumur jagung Mesak Blegur, S.Pi diberikan kepercayaan memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor tetapi kinerjanya melaksanakan tugas pokok dan fungsi di jabatan itu sudah bisa diukur. Salah satu yang luar biasa, mendatangkan Rp. 24 Milyar untuk 11 Desa di Kabupaten Alor melalui Program Laut Untuk Kesejahteraan (Lautara) melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Bappenas yang didukung Bank Dunia.

Dikatakan Blegur, Laut Untuk Kesejahteraan atau Oceans for Properity Project adalah program pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kelauatan dan Perikanan dan Bappenas yang didukung oleh Bank Dunia. Program ini bertujuan mengelola kawasan konservasi perairan serta meningkatkan ekonomi warga pesisir.

Bacaan Lainnya

Gubernur Bank Dunia untuk Indonesia dan RDTL Carolyn Turk dalam satu sesi foto bersama Kadis Kelautan dan Perikanan Alor Mesak Blegur, S.Pi saat berkunjung ke Alor. FOTO:ITM

Menurut Blegur, program ini bertujuan untuk menjaga kesehatan terumbu karang dan ekosistem laut, membuka peluang usaha bagi UMKM local dan membantu nelayan agar hidup lebih makmur, dengan fokus kegiatan melindungi jutaan hektar area laut dan pesisir serta memberi pelatihan kerja dan dukungan modal usaha.

“Lautra ini merupakan proyek strategi nasional, kerja sama Kementrian Kelautan Perikanan dan Bank Dunia. Untuk mendukung konservasi dan masyarakat pesisir dan nelayan. Lautra merupakan program pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Bappenas yang mendapatkan dukungan penuh dari Bank Dunia,” kata Blegur menambahkan.

Program ini menurut Blegur diarahkan kepada upaya untuk mendukung konservasi dan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pesisir.

Tahun 2026 untuk Kabupaten Alor, ada 11 desa yang diinterfensi dengan program Lautra yakni Desa Kiraman, Desa Mataru Selatan, Desa Lakatuli, Desa Munaseli, Desa Bana, Desa Blangmerang, Pura Utara, Alor Besar, Pulau Buaya, Kelurahan Binongko dan Kelurahan Kabola, ujar Blegur sembari menambahkan, masing-masing desa untuk program Lautra ini direncanakan didukung dana Rp. 4 Milyar masing-masing desa. Dana sebesar ini diarahkan kepada dua kegiatan antara lain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan nelayan serta meningkatkan ekonomi produktif.

Untuk peningkatan pendapatan bagi masyarakat pesisir dan nelayan demikian Blegur akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana. Misalnya, sarana penangkapan ikan berupa mesin, kapal, alat tangkap. Bisa juga untuk pembangunan jalan menuju sentra-sentara perikanan (pelabuhan) termasuk tempat pendaratan ikan.

Sedangkan untuk pembangunan ekonomi produktif berkelanjutan demikian Blegur, bisa dibantu modal usaha bagi pelaku UMKM secara tunai tetapi berbasis kelompok. Jadi, bisa ada penambahan modal usaha untuk semua jenis usaha.

Dijelaskannya, waktu pelaksanaan program di 11 Desa di Kabupaten Alor ini jangka waktu pelaksanaannya 11 bulan, mulai Agustus 2026. 11 Desa ini sudah disiapkan 3 orang pendamping, dua pendamping diantaranya akan mendampingi 4 desa, dan satu pendamping akan mengawal 3 desa lainnya.

Dia mengaku, pendamping program Lautra ini sedang berada di desa binaan untuk menggali potensi desa yang bakal dibiayai dengan Program Lautra. Apa yang mau dikerjakan dengan anggaran yang disediakan Bank Dunia ini. Setelah itu mereka akan melakukan Musdes I untuk merencanakan apa yang hendak dibiayai dengan anggaran ini. Musyawarah Desa akan dilakukan hingga Musyawarah Desa yang kelima untuk pembiayaan kegiatan.

“Dalam Musyawarah Desa ini, pendamping memfasilitasi semua komponen di desa binaan untuk mermuskan apa yang mau dikerjakan dengan anggaran yang ada. Satu desa itu merencanakan kegiatan hingga Rp. 4 Milyar,” sebutnya.

Di Kabupaten Alor ini menurut Blegur, karena sebagian besar desa berada di kawasan pesisir sehingga pihaknya sedang menyiapkan proposal, diteken Sekda Alor untuk diusulkan kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Blegur menyampaikan terimakasih kepada Bank Dunia yang telah meneruh kepedulian terhadap masyarakat di kawasan pesisir Alor dan nelayan dengan menggelontorkan anggaran untuk membiayai program yang menyebuth kebutuhan mereka.

“Ini jawaban Gubernur Bank Dunia untuk Indonesia Carolyn (Carrie) Turk yang satu bulan lalu datang di Alor. Kala itu kami usulkan apa yang menjadi kebutuhan nelayan sehingga berhasil diintervensi dengan anggaran Rp. 4 Milyar untuk 11 Desa di Kabupaten Alor,” ungkap Blegur. *** morisweni

Pos terkait