Sukses Selenggarakan WISMARAYA II, Sekda Alor: Bukti Komitmen Bersama Hidupkan Pariwisata Alor

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Pariwisata yang dipimpin Muhamad Baesaku, S.Sos sukses penyelenggarakan Pekan Wisata Maju Rakyat Sejahtera ( WISMARAYA) II Tahun 2026.  Penyelenggaran event pariwisata terbesar di Nusa Kenari tercinta yang berlangsung sejak tanggal, 09 September hingga malam hari ini telah membuktikan komitmen bersama kita dalam menghidupkan  pariwisata Alor.

Asisten III Setda Alot Marthen Maubeka, SH sedang menyampaikan sambutan. FOTO:OM MO/RP

Bacaan Lainnya

Sesuai dengan tema khusus yang kita usung, yaitu “Wisata Maju, Rakyat Sejahtera”, pergelaran ini bukan sekedar panggung hiburan. Event ini merupakan ruang kolaborasi nyata untuk mengoptimalkan seluruh potensi Tripalawa yaitu sinergi kokoh di sektor Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata yang menjadi tiang penyangga utama ekonomi Bumi Nusa Kenari, kata Sekda Alor Melki Belly, S.Sos, M.Si melalaui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Setda Alor Marthen Maubeka, SH pada penutupan Pekan WISMSRAYA II 2026, Senin (14/09/2026) di Lapangan Mini Kalabahi.

Melalui keterpaduan program Tripalawa ini demikian Belly, kita menyaksikan bagaimana sektor pariwisata mampu menjadi lokomotif penggerak ekonomi rakyat. Kebanggaan dan rasa syukur kita malam ini semakin lengkap karena kerja keras kita semua membuahkan hasil yang luar biasa.

Dijelaskannya, untuk memajukan pariwisata Alor yang berdaya saing, Pemerintah Daerah menetapkan 3 Pilar Prioritas Utama yang harus kita eksekusi bersama yakni, Penguatan Sinergi Lintas Sektor (Pemerintah dan Swasta): Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi pentahelix. Kita sedang menggodok regulasi ketat bersama pemerintah pusat agar setiap kapal wisata dan kapal pinisi mewah yang masuk ke Alor memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi daerah kita.

Suasana penutupan WISMARAYA II. FOTO:OM MO/RP

Hilirisasi Produk Pariwisata dan UMKM: Saya minta dengan sangat, potensi lokal kita seperti tenun ikat, kerajinan tangan, kopi alor dan hasil laut tidak boleh lagi keluar dalam bentuk bahan mentah. Kita harus perbaiki kemasannya, kuatkan brandingnya dan poles ceritanya (storytelling) agar memiliki nilai jual tinggi di pasar global.

Warga tumpahrua di penutupan WISMARAYA II.FOTO:OM MO/RP

Wisatawan harus merasakan pengalaman yang utuh: menikmati panorama laut, sekaligus pulang membawa produk kreatif lokal kita.

Menurut dia, keseimbangan Konservasi Berkelanjutan (Sustainable Tourism): Kemajuan pariwisata tidak boleh merusak alam Alor. Kita wajib menjaga kebersihan laut, memelihara terumbu karang dan melindungi habitat dugong kita.

Alam yang lestari adalah aset terbesar pariwisata Alor untuk anak cucu kita di masa depan, ungkapnya.

Belly  mengajak dan mengetuk hati seluruh pemangku kepentingan: mari satukan langkah, hilangkan ego sektoral, dan perkuat komunikasi kita. Mari kita sambut para wisatawan dengan keramahan khas Bumi Nusa Kenari, tingkatkan kualitas pelayanan akomodasi kita, serta jaga keamanan daerah ini.

Berdasarkan laporan dari panitia pelaksana Wismaraya II sebut Belly, selama 5 malam pergelaran ini berlangsung, tercatat total kunjungan masyarakat dan wisatawan mencapai 25.000 sampai 35.000 ribu orang lebih pengunjung.

Angka ini mencakup kunjungan massal wisatawan lokal dari 18 kecamatan, wisatawan domestik luar daerah, hingga wisatawan mancanegara yang berburu fenomena unik AlaDin, ujarnya.

Luar biasanya, tingginya antusiasme ini terang Belly, diikuti dengan perputaran ekonomi yang sangat signifikan, di mana Nominal Perputaran Rupiah (Omzet UMKM) Catatan akumulasi transaksi ekonomi, baik yang terekam melalui ekosistem digital QRIS Bank NTT dan Bank Indonesia maupun transaksi tunai di Bazar UMKM di Wismaraya II dan usaha kuliner di Deswita serta sekitaran kota kalabahi dan juga Pasar Tradisonal Alorkecil selama Aladin, berhasil mencetak perputaran uang yang diestimasikan berhasil menembus angka mencapai lebih dari Rp. 1,6 Miliar.

Angka ini menurut Belly adalah bukti nyata bahwa kebudayaan dan potensi lokal yang kita kemas dengan baik mampu memberikan nilai tambah langsung untuk kesejahteraan rakyat Alor.

Keberhasilan besar yang kita raih pada malam hari ini tidak boleh membuat kita cepat berpuas diri. Setiap akhir dari sebuah pergelaran harus menjadi evaluasi untuk perbaikan kinerja kedinasan,  katanya memperingati.
Oleh karena itu, mewakili Pemerintah Daerah, saya menyampaikan beberapa arahan strategis dan instruksi teknis kedinasan untuk menjadi perhatian serius para Kepala Perangkat Daerah:

Percepatan Penyusunan Kalender Event : Saya instruksikan kepada Kepala Dinas Pariwisata agar selambat-lambatnya akhir tahun ini, Calendar of Events Kabupaten Alor untuk tahun 2027 sudah rampung dan dipublikasikan.

Perencanaan harus matang agar bisa masuk ke dalam agenda wisata nasional dan menarik kunjungan wisatawan mancanegara jauh-jauh hari pada pegelaran Wismaraya III tahun 2027 yang akan datang.

Sinkronisasi Anggaran Lintas Sektor: Guna mendukung keberlanjutan program Tripalawa, saya perintahkan Bapperida Kabupaten Alor untuk mengawal integrasi perencanaan anggaran antara Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan.

Hilirisasi produk pertanian dan perikanan harus didukung anggaran yang sinkron agar produk lokal kita benar-benar siap menyuplai kebutuhan industri pariwisata Alor.

Fasilitasi Izin dan Standardisasi UMKM : Lonjakan omzet selama 6 malam ini membuktikan besarnya potensi ekonomi kita. Saya minta Dinas Koperasi & UMKM bersama Dinas Pendustrian melakukan jemput bola untuk memfasilitasi legalitas usaha, sertifikasi halal, serta PIRT bagi seluruh UMKM yang terlibat di event ini, agar produk kearifan lokal kita siap menembus ritel modern dan pasar digital yang lebih luas.

Sinerjitas dan Kalaborasi : saya minta Kepala Dinas Kebudayaan dan Dekranasda Alor bahwa dukungan sekaligus mensukseskan Wismaraya II berupa Lomba Menenun dan Pewarna Kain tenun wujud sinerjitas dan kalaborasi tersebut harus tetap dilaksanakan bahkan diagendakan menjadi kegiatan tahunan.

Secara khusus, saya kembali menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh pemenang kejuaraan. Bagi yang belum meraih juara, jadikan ini motivasi untuk terus berlatih.

Mewakili Pemertintah Daerah Belly  menyampaikan terimakasih kepada seluruh Panitia Pelaksana, rekan – rekan Forkopimda, aparat keamanan (TNI/Polri/Satpol PP, Dinas Perhubungan), yang telah menjaga kondusivitas selama Wismaraya II Alor ini berlangsung. *** morisweni

Pos terkait