Buka Festival ALADIN, Wabup Alor: Kolaborasi Pemerintah, UNDIP-UNTRIB dan UMKM Dorong Pariwisata Alor Mendunia

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH resmi membuka Festival Air Laut Dingin (ALADIN) yang dipusatkan di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Sabtu (12/09/2026). Kolaborasi apik antara pemerintah, akademisi dari UNDIP dan UNTRIB dan para pelaku UMKM lokal membuktikan bahwa pariwisata Alor kini bergerak ke arah yang lebih inklusif dan siap mendunia, Rocky Winaryo.

Tahun ini, perayaan kepariwisataan kita terasa jauh lebih istimewa. Kita tidak sekadar berkumpul untuk sebuah seremonial, tetapi kita sedang menyaksikan keajaiban alam dan kekayaan budaya lokal berpadu menjadi satu kekuatan ekonomi baru, sebut Winaryo dalam sambutan sebelum membuka Festival ALADIN Tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Wabup Alor bersama ibu, Wakil Rektor III UNDIP saat tiba di arena Festival ALADIN. FOTO:OM MO/RP

Fenomena Air Laut Dingin (AlaDin) di Alor Kecil menurut Winaryo, merupakan fenomena alam langka, di mana arus dingin yang muncul tiba-tiba membawa berkah bagi ekosistem laut kita dan menjadi atraksi visual yang memukau dunia.
Melalui semangat “Gerakan Membangun Dari Timur (GERBANG TIMUR)”, Pemerintah Daerah terus berkomitmen mewujudkan visi Kabupaten Alor yang aman, damai, sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan, ungkapnya.

Suasana di tepi pantai Alor Kecil menunggu waktu air laut dingin. FOTO:OM MO/RP

Dijelaskan Winaryo, penyelenggaraan event ini bukanlah sebuah agenda hiburan seremonial belaka. Festival ini merupakan wujud nyata dari komitmen strategis Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Alor 2025–2029.

Kita bergerak maju dengan satu komitmen besar yang kita sebut sebagai “TRI PALAWA” sebuah langkah integrasi kuat antara tiga sektor unggulan daerah, yaitu Pertanian, Kelautan, dan Pariwisata.

Melalui semangat Tri Palawa, kita tidak lagi melihat potensi alam secara terpisah-pisah. Kita menyatukan berkah tanah Alor dengan keajaiban lautnya untuk menggerakkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Hari ini dan dua hari kedepan demikian Winaryo, mata dunia tertuju pada Desa Alor Kecil karena fenomena alam Extreme Upwelling Event (EUE). Arus laut dalam yang sangat dingin, yang naik ke permukaan tropis kita, telah berhasil kita kemas dan kita branding bersama sebagai ikon pariwisata baru berskala dunia: Festival Aladin.
Dan Juga selama tiga hari ke depan, mata dunia juga tertuju pada berbagai lomba unik dan atraksi budaya kita mulai dari Fun Run, Mancing Tradisional Dayung Perahu Kano, Panahan Tradisional, Tarik Tambang Perahu Naga, Sepeda Hias, Tabuh Gong dan tambur, Tari Perang, Lomba tangkap ikan Aladin terbanyak, Lomba Foto terbaik saat AlaDin, Gastronomi live gerabah dan kue rambut hingga pameran produk unggulan UMKM seperti kain tenun ikat khas Alor, serta kuliner lokal yang higinitas.
Dia menjelaskan, kehebatan Festival ALADIN tahun ini adalah hadirnya sentuhan teknologi modern hasil kolaborasi scientific tourism.

Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Peneliti UNDIP dan UNTRIB yang telah berhasil meluncurkan inovasi “Si ALaDin” (Sistem Monitoring IoT dan Peramalan Air Laut Dingin).
Dahulu kata Winaryo, fenomena air laut dingin ini sangat sulit ditebak kapan munculnya karena hanya bertahan 1 hingga 2 jam. Namun hari ini, berkat sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang terpasang di perairan kita, kita dapat memprediksi secara akurat kapan arus dingin ekstrem tersebut naik ke permukaan.

Teknologi Si ALaDin ini adalah bukti nyata bahwa pariwisata Alor dibangun di atas fondasi sains modern, yang memberikan kenyamanan maksimal bagi para wisatawan untuk menikmati fenomena langka ini, melihat kawanan lumba-lumba, maupun menyaksikan burung laut yang berkejaran, ujarnya.

Sebagai Wakil Bupati Alor, Winaryo menitipkan 3 pesan khusus pemerintah daerah pada kesempatan itu, diantaranta, Pertama, Optimalkan Pemanfaatan Teknologi: Saya minta kepada Dinas Pariwisata, pihak kecamatan, dan desa untuk benar-benar memanfaatkan data dari aplikasi Si ALaDin. Edukasi para pelaku wisata lokal dan nelayan agar momen-momen puncak dingin dapat dimanfaatkan menjadi paket wisata yang bernilai jual tinggi.

Kedua, Gerakkan Ekonomi Kreatif Rakyat: Pariwisata tidak boleh membuat rakyat menjadi penonton. Manfaatkan Pekan Wismaraya II ini untuk memamerkan produk terbaik kita mulai dari kain tenun ikat khas Alor, kerajinan gerabah, hingga kuliner gastronomi pesisir. Pastikan perputaran ekonomi terjadi langsung di kantong-kantong masyarakat desa.

Dan ketiga, Winaryo minta agar Jaga Kelestarian Lingkungan: Fenomena alam ini adalah titipan Tuhan yang sangat sensitif. Saya mengimbau dengan sangat tegas kepada seluruh masyarakat dan wisatawan: jaga kebersihan pantai kita, jangan buang sampah plastik ke laut, dan tetap terapkan prinsip ramah lingkungan dalam setiap aktivitas wisata.

Mewakili Pemerintah Daerah, Winaryo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata, panitia pelaksana, para sponsor dan yang paling utama, masyarakat Desa Alor Kecil selaku tuan rumah, kehadiran dan keterlibatan masyarakat di desa ini adalah kunci utama keberhasilan acara ini.

Mari kita jaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta kelestarian lingkungan laut kita agar pesona Alor tetap abadi, pinta Winaryo.
Kepada para wisatawa, Winaryo menyampaikan selamat menikmati keramahtamahan Alor, selamat menjelajahi keindahan bawah laut kami. Bawalah pulang cerita-cerita indah tentang kehangatan bumi Taramiti Tominuku.

Wakil Bupati Alor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang selalu memperhatikan Pariwisata di Alor, Pemerintah Propinsi NTT dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Rektor UNDIP Semarang, Rektor UNTRIB Kalabahi yang hadir dan tak pernah henti memberikan perhatian kemajuan pariwisata di daerah ini. *** morisweni

Pos terkait