Proses Hukum Dugaan TIPIKOR Penyaluran KUR BRI Kalabahi Oleh Kejaksaan Masih Tunggu LHP BPK

Gedung Kantor Cabang BRI Kalabahi. FOTO:MORISWENI/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ini perkembangan terkini penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Cabang Kalabahi. Sudah naik tahap penyidikan, Kejaksaan Negeri Alor saat ini sedang menunggu  laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan NTT untuk memastikan berapa besar kerugian keuangan  negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Alor, Subhan Gunawan, SH, MH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus  Satria Agung Wicaksana, SH, MH kepada Wartawan,  Rabu 9 September 2026 membenarkan jika pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan BPK.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya   Kepala Kejaksaan Negeri Alor Subhan Gunawan, SH, MH kepada wartawan di Ruang Kerjanya, Selasa (04/08/2026) mengaku BPK sedang melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Kalau yang BRI sedang dalam pemeriksaan BPK … BPK-nya sudah turun, sudah masuk tiga minggu. Mereka sedang melakukan pemeriksaan  di lapangan,”  kata   Kepala Kejaksaan Negeri Alor Subhan Gunawan, SH, MH kepada wartawan di Ruang Kerjanya, Selasa (04/08/2026).

Untuk diketahui, Kejari Alor sedang dalam proses penanganan  dugaan  TIPIKOR   KUR di BRI Cabang Kalabahi. Kasus ini menjadi perhatian publik sehingga menanganannya  telah diekspose di Kejaksaan Tinggi  NTT,  Jumat 10 April 2026 silam. Ekspose kasus ini dipimpin Kajati NTT bersama Tim lainnya yang dihadiri mantan Kajari Alor, Mohamad Nursaitias,SH,MH dan Kasi Pidsus Kejari Alor kala itu, Bangkit Y.P. Simamora. Ekspose ini untuk penentuan status kasus dimaksud. Hasil ekposenya perkara dugaan TIPIKOR ini  dinaikkan ke tahap penyidikan. Selanjutnya penyidik Kejari Alor  melakukan kegiatan penyidikan untuk menentukan pihak yang bertanggungjawab dalam perkara ini.

Mohamad Nursaitias,SH, MH  mantan Kajari Alor melalui mantan Kasi Pidsus Bangkit, Sabtu 11 April 2026 silam menjelaskan, dalam ekspose yang digelar tersebut, kasus ini diputuskan naik ke tahap penyidikan, karena perbuatan tindak pidana sudah ada.

Menurut Bangkit, untuk penetapan tersangkanya belum dilakukan, namun pihaknya akan menentukan orang yang bertanggungjawab dalam kasus ini setelah melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Bangkit  mengestimasi jika kerugian negara dalam dugaan TIPIKOR ini bisa mencapai  Rp1,8 Miliar. Modus kasus ini umumnya kasus korupsi KUR melibatkan penyalahgunaan data nasabah atau rekayasa dokumen untuk keuntungan pribadi oleh oknum karyawan BRI, meskipun detail spesifik belum dirilis secara rinci oleh kejaksaan.

Dijelaskannya, penangganan kasus ini menjadi fokus Kejari Alor dalam upaya penegakan hukum terhadap penyimpangan dana perbankan.
Untuk diketahui,  berkaitan dengan dugaan TIPIKOR dalam perkara ini, dalam tahap penyelidikan, penyidik kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang debitur dan saksi lainnya.

Kasus ini bermula dari laporan  Manajeman BRI Cabang Kalabahi terhadap oknum karyawannya. Karyawan yang telah diberhentikan oleh Manajemen BRI itu diduga melakukan praktek penyalahgunaan fasilitas dana KUR. Modusnya uang setoran dari debitur tidak disetor ke kas Bank BRI, akhirnya BRI yang menanggung masalah ini karena debitur tidak mau membayar karena telah   menyetor cicilan pembayarannya melalui oknum karyawan BRI tersebut.  *** morisweni

Pos terkait