KALABAHI,RADARPANTAR.com-Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Pingdoling mengambil langka tegas memberhentikan RF dari guru SD GMIT Lawahing karena diduga mencabuli siswanya sendiri. Kami memutuskan untuk memberhentikan RF dari gurus SD GMIT Lawahing dengan tidak hormat, Ketua Yapenkris Pingdoling Mando Kolimo, S.Pd.

Ketua Yapenkris Pingdoling Mando Kolimo, S.Pd. FOTO:ITM
Untuk diketahui, RF-Guru SD GMIT Lawahing firal di sosial media karena diduga mencabuli siswanya sendiri. RF diamuk keluarga korban dan masa tetapi berhasil diselamatkan anggota Polres Alor, lalu diamankan di Polres Alor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Selaku Yapenkris Pingdoling Alor, kami prihatin dengan peristiwa ini yang telah mencoreng wajah pendidikan GMIT, di tengah-tengah upaya gereja dan yayasan untuk membenahi dan mengembangkan sekolah-sekolah GMIT, tulis Mando Kolimo dalam press release yang diterima radarpantar.com, Kamis (10/09/2026).
Selain memberhentikan RF dari guru di tempat mengajarnya dengan tidak hormat, Yapenkris Pingdoling juga minta kepada pihak kepolisian agar menindak pelaku yang bersangkutan dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Pihak yayasan dan gereja akan mengupayakan pendampingan secara psikologis dan hukum bagi para korban,” ujar Kolimo sembari menaruh harap kepada publik agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang mendeskreditkan korban dengan tidak menyebutkan inisial apalagi nama-nama korban. Karena masa depan anak-anak jauh lebih penting dan harus diselamatkan. Masa depan mereka tidak boleh direngut lewat kasus ini atau melalui pemberitaan yang menimbulkan trauma berkepanjangan.
“Mari kita menjadi warga yang peduli dan ramah terhadap anak-anak,” pintanya.
Sebagai pimpinan Yapenkris Pindoling,Mando menegaskan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami sebagai sekolah dan yayasan untuk melakukan pembenahan dari segi guru dan tenaga kependidikan.
Atas nama Yapenkris Pingdoling Alor, Kolimo menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, atas peristiwa yang tidak diinginkan kita bersama. *** morisweni






