Wakil Bupati Alor Sebut Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Ekonomi Daerah Tinggi

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH menyebutkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah tergolong tinggi. Pasalnya, di tahun 2025, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang berkaitan erat dengan aktivitas pariwisata tercatat tumbuh 9,14 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor secara keseluruhan yang mencapai 4,57 persen. “Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” Wabup Alor melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kabupaten Alor Melki Belly, S.Sos, M.SI pada pembukaan Pekan WISMARAYA II 2026, Rabu (9/9/2026) di Lapangan Mini Kalabahi.

Dikatakan Winaryo bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan juga menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan meningkat dari 20.767 orang pada 2023, menjadi 21.497 orang pada 2024, dan mencapai 24.706 orang pada 2025. Sementara hingga Juni 2026 telah tercatat 5.580 kunjungan wisatawan.

Bacaan Lainnya

Data tersebut menjadi modal, sekaligus tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Alor dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan wisata, kata Winaryo.

Menurut Wabup Alor, pembangunan pariwisata membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi, media hingga masyarakat.

Dijelaskannya, Kabupaten Alor berada dalam era baru yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Kondisi tersebut menuntut daerah untuk mampu beradaptasi secara cepat dan tepat, termasuk menghadapi kompetisi di sektor pariwisata.

Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Alor yang aman, damai, sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan melalui program strategis Gerakan Membangun dari Timur (Gerbang Timur) dalam spirit Alor Berkemas.

“Mari kita bersatu mengayun langkah dan terus berjuang untuk mewujudkan visi besar yakni Kabupaten Alor yang aman, damai, sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan melalui program strategis Gerakan Membangun dari Timur (Gerbang Timur), dalam spirit Alor Berkemas.” Pinta Winaryo mengajak.

Wakil Bupati menyebut Alor sebagai daerah yang memiliki potensi luar biasa. Keindahan alam yang terbentang di 15 gugusan pulau dan 18 kecamatan berpadu dengan keragaman suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama.
Potensi tersebut menjadi anugerah yang harus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan secara bertanggung jawab.

“Kita telah dilahirkan dan hidup di daerah yang tepat. Tuhan tidak keliru menghadirkan kita di bumi Nusa Kenari. Kabupaten Alor merupakan salah satu daerah yang terus bersinar menjadi primadona bagi wisatawan,” ungkapnya.

Pengembangan pariwisata tidak hanya menyangkut destinasi, tetapi juga atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas dan berbagai layanan pendukung lainnya.

Karena itu, para camat, lurah dan kepala desa didorong untuk bersama-sama masyarakat mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayah masing-masing, termasuk desa-desa wisata. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadi penonton di negeri sendiri.”

Pembangunan desa wisata dan pengembangan potensi lokal diharapkan dapat memanfaatkan berbagai sumber pendanaan yang memungkinkan sehingga aktivitas pariwisata benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Mohamad Baesaku, S.Sos dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa Kabupaten Alor memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang sangat beragam.

Kadis Pariwisata Kabupaten Alor Muhamad Baesaku, S.Sos. FOTO:OM MO/RP

Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata sebagai sektor yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, WISMARAYA II dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan hiburan, tetapi sebagai ruang promosi berbagai potensi daerah sekaligus mempertemukan pemerintah, pelaku pariwisata, UMKM, dunia usaha, komunitas, pelaku seni dan budaya serta masyarakat.

Menurut Baesaku berbagai agenda disiapkan selama 9–14 September 2026, antara lain Parade Wismaraya II, Gema WISMARAYA II, Bazar UMKM/PKL, panahan tradisional, sepeda hias pelajar, Alor Exotic, Jelajah Gastronomi Alor, pembuatan gerabah, pembuatan kue rambut, mancing tradisional, tarik tambang, perahu naga dan dayung kano.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya berupa tabu gong, tambur dan tari perang Belo Dopi.

Keragaman kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, kuliner, kerajinan serta kreativitas masyarakat Alor kepada wisatawan dan masyarakat yang lebih luas.

WISMARAYA II juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, industri pariwisata, UMKM, pelaku seni dan budaya, komunitas, sekolah serta masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi dari sejauh mana aktivitas tersebut menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
WISMARAYA II tidak hanya mengajak wisatawan datang ke Alor, tetapi mendorong agar setiap kunjungan membawa dampak ekonomi yang nyata bagi rakyat Alor.

Dengan kekayaan alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat yang dimiliki, WISMARAYA II diharapkan menjadi lebih dari sekadar festival tahunan. WISMARAYA II diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun pariwisata Alor yang maju, inklusif, berbasis potensi lokal dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat Gerbang Timur dan Alor Berkemas sebagai bagian dari pembangunan daerah. Jelas Baesaku dalam laporannya. *** morisweni

Pos terkait