KALABAHI,RADARPANTAR.com-Pekan Wisata Maju Rakyat Sejahtera WISMARAYA) II Kabupaten Alor Tahun 2026 mencatat kesuksesan besar. Selama sepekan digelar di Lapangan Mini Kalabahi sejak tanggal 9-14 September 2026, evant pariwisata tahunan berhasil membukukan transsaksi hingga Rp. 1,5 Miliar, dengan melibatkan lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM0 dari berbagai wilayah di Nusa Kenari tercinta.
Catatan akumulasi transaksi ekonomi, baik yang terekam melalui ekosistem digital QRIS Bank NTT dan Bank Indonesia maupun transaksi tunai di Bazar UMKM di Wismaraya II dan usaha kuliner di Deswita serta sekitaran kota kalabahi dan juga Pasar Tradisonal Alor Kecil selama Festival Aladin digelar, berhasil mencetak perputaran uang yang diestimasikan mencapai lebih dari Rp1,6 Miliar, sebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Muhamad Baesaku, S.Sos dalam laporan penutupan WISMARAYA II yang dibacakan Sekretaris Dinas Pariwisata setempat, Seprinus Sonisius Lutzine, S.ST.Par, Senin (14/09/2026) di Lapangan Mini Kalabahi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Alor sedang membaca laporan Kepala Dinas Pariwisata. FOTO:OM MO/RP
Nilai ini menurut Baesaku, mengalir langsung kepada ratusan pelaku usaha mikro kuliner pesisir, kelompok pengrajin kain tenun ikat, serta penyedia jasa transportasi wisata bahari lokal.
Sedangkan partisipasi UMKM dimana terjadi peningkatan signifikan dengan keterlibatan lebih dari ratusan pelaku usaha mikro lokal, pengrajin tenun dan kelompok kuliner pesisir, ujar Baesaku sembari menambahkan, untuk transaksi digital, berkat dukungan mitra perbankan melalui implementasi transaksi digital QRIS, perputaran uang dan volume transaksi harian selama pasar rakyat berlangsung mengalami pertumbuhan yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosiokultural masyarakat.
Ditambahkan Baesaku, estimasi jumlah pengunjung, berdasarkan data registrasi digital, pergerakan arus transportasi pesisir, serta pemantauan area utama, akumulasi total pengunjung selama 5 hari pelaksanaan hingga malam penutupan diestimasikan telah mencapai 20.000 pengunjung hingga 35.000 pengunjung. Angka ini mencakup kunjungan massal wisatawan lokal dari 18 kecamatan, wisatawan domestik luar daerah, hingga wisatawan mancanegara yang berburu fenomena unik Alor Laut Dingin (AlaDin) di Alor Kecil selama tiga hari.
Menurut Baesaku, event pariwisata akbar ini diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi strategis antarsektor untuk mempromosikan potensi seni, adat budaya dari 22 etnis di 18 kecamatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi local, yang diintegrasi bersama Festival Air Laut Dingin (AlaDin) di Desa Alor Kecil diarahkan sebagai katalisator pengembangan pariwisata premium daerah berbasis riset dan teknologi informasi.
Baesaku kemudian merinci kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam Pekan WISMARAYA dan Festival Air Laut Dingin (AlaDin) yang sukses dilaksanakan selama enam hari antara panitia bersama seluruh elemen masyarakat, antara lain
1. Parade Budaya Wismaraya yang diikuti oleh ribuan peserta dengan pakaian adat dan kain tenun ikat khas Alor.
2. Bazar UMKM Kuliner Pesisir & Kerajinan Tenun yang menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif.
3. Gema Wismaraya II yang diikuti oleh Pelajar, Sanggar Kecamatan dan Peguyuban.
4. Fun Run yang diikuti oleh semua masyarakat dari berbagai kalangan sebanyak 412 orang
5. Lomba Pana Tradisional (Atraksi tradis di Goor Batu Nirwala)
6. Lomba Sepeda Hias (Kembangkan minat Anak SD)
7. Lomba Tangkap Ikan terbayak dan Foto terbaik saat Aladin
8. Jelajah Gastronomi Alor dan pagelaran seni pertunjukan (Tari Perang Belo Dopi dan Tabu Gong).
9. Lomba Dayung Perahu Kano dan Perahu Naga serta atraksi pesisir di Alor Kecil.
10. Peluncuran Sistem IoT Si ALaDin, hasil sinergi program Triplawa bersama akademisi UNDIP SEMARANG dan UNTRIB KALABAHI guna memetakan kemunculan fenomena air laut dingin bagi wisatawan.
Pelaksanaan kegiatan Pekan WISMARAYA II dan Festival Air Laut Dingin (AlaDin) ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, serta didukung oleh para sponsor dari berbagai dunia usaha Pariwisata, BUMN/BUMD dan kemitraan akademis yang tidak mengikat.
Dijelaskan Baesaku, keberhasilan perputaran ekonomi, digitalisasi UMKM, serta kesuksesan manajemen festival ini tidak lepas dari dukungan penuh, kerja kolaboratif, serta kontribusi materil maupun imateril dari para sponsor utama dan instansi terkait, antara lain, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, selaku inisiator perluasan ekosistem QRIS dan digitalisasi transaksi UMKM lokal sepanjang festival. PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) Cabang Kalabahi, sebagai mitra perbankan daerah utama yang memfasilitasi sistem pembayaran non-tunai serta permodalan pasar rakyat. Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB), selaku mitra strategis akademis dalam program Triplawa dan penyedia infrastruktur teknologi IoT Si ALaDin. Nautika Kalabahi serta serta seluruh pimpinan BUMN/BUMD, Lembaga Perbankan, Sektor Swasta, dan Insan Pers Media di Kabupaten Alor yang telah memberikan dukungan publikasi secara luas.
Malam penutupan yang dipusatkan Lapangan Mini Kalabahi ini juga menjadi momen penganugerahan bagi para pemenang lomba yang diikuti oleh ratusan partisipan dari 18 kecamatan, dengan rincian kategori, Lomba Panahan Tradisional Alor: Diberikan kepada penembak jitu terbaik yang mempertahankan kelestarian olahraga ketangkasan adat tradisi Nusa Kenari. Lomba Dayung Perahu Kano dan Perahu Naga Tradisional: Penghargaan bagi para pesilat ombak tercepat dalam lomba ketahanan bahari di perairan pesisir Desa Alor Kecil. Lomba Karnaval & Pakaian Adat Etnis Terbaik: Penghargaan untuk kontingen kecamatan dengan representasi budaya, orisinalitas baju Ka, dan tenun ikat paling otentik dalam Parade Wismaraya. Penghargaan UMKM Digital Terinovatif. Penghargaan khusus kepada Bank Indonesia dan Bank NTT untuk stand kuliner pesisir dan pengrajin tenun dengan volume transaksi QRIS serta manajemen usaha non-tunai terbaik selama festival.
Ada juga penghargaan Duta Pariwisata Kreatif / Konten Kreator: Apresiasi bagi generasi muda Alor yang menghasilkan karya promosi digital terpopuler selama event berlangsung.
Penghargaan Kepada Para Pimpinan Sekolah SD/SMP/SMA/SMK/Man peran secara aktif dalam mengisi Gema Panggung Wismaraya II.
Keberhasilan event ini kata Baesaku, merupakan buah dari kerja keras kolektif. Oleh karena itu, mewakili panitia ia menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, rekan-rekan TNI/Polri dan Satpol PP atas jaminan keamanan, segenap civitas akademika, mama-mama penenun, serta seluruh masyarakat Alor yang telah menjaga kebersihan dan ketertiban. “Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan event berlangsung,” pinta Baesaku. *** morisweni






