KALABAHI,RADARPANTAR.com-DPRD Kabupaten Alor minta Bupati Alor memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Muhamad Baesaku, S.Sos setelah sukses memimpin instansi pemerintah itu melaksanakan Pekan Pariwisata Maju Rakyat Sejahtera (WISMARAYA) II dan Festival Air Laut Dingin (AlaDin) Tahun 2026. Penghargaan itu diwujudkan dengan mengalokasikan anggaran di APBD Tahun Anggaran 2027 untuk menggelar event pariwisata paling bergengsi di Bumi Kenari.

Wakil Ketua DPRD Alor, Usman Plaikari. FOTO:OM/RP
Jadi, Bapak Asisten III kebetulan ada disini mewakili pemerintah … kalau bisa kita berikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor… Anggaran 2027 mendatang WISMARAYA III itu kita naikan di Pariwisata, pinta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Usman Saryono Plaikari dalam sambutan penutupan Pekan WISMARAYA II dan Festival AlaDin Tahun 2026, Senin (14/09/2026) di Lapangan Mini Kalabahi.
Plaikari menegaskan jika pihaknya secara lembaga di DPRD Alor menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukung penuh kebijakan anggaran dan regulasi untuk memihak pembangunan pariwisata berbasis kerakyatan. Tidak hanya di kabupaten, bila perlu ada di di propinsi dan kegiatan pariwisata nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alot Muhamad Baesaku, S.Sos. FOTO:OM MO/RP
Wakil rakyat dari PKS ini memandang perlu untuk menghadirkan Menteri Pariwisata RI untuk ada dalam pembukaan Pekan WISMARAYA III Tahun 2027 yang akan datang sekaligus membuat kalender pariwisata nasional.
Menurut Plaikari, jika di Labuan Bajo ada Komodo maka di Alor juga ada … ada AlaDin. Ada alam dan laut kita yang begitu indah. Kita undang mereka hadir disini. Kita tetapkan kalender pariwisata nasional untuk Kabupaten Alor.
Pekan WISMARAYA II dan Festival AlaDin menurut dia, menjadi ruang yang sangat menarik untuk memperkenalkan karakter dan potensi kelautan Kabupaten Alor. Laut bukan hanya bentangan air memisahkan satu pulau dengan pulau yang lain, laut adalah halaman depan Kabupaten Alor.
Di laut terdapat kehidupan, mata pencarian, budaya, sejarah, pariwisata dan masa depan ekonomi masyarakat kita. Oleh karenanya Plaikari mengajak semua komponen masyarakat untuk menjaga laut Alor.
Dia mengingarkan agar kita tidak hanya mengambil kekayaan dari laut, tetapi kita juga harus menjaga dan merawat laut agar laut tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi yang akan datang.
Pekan WISMARAYA II kata Plaikari, harus kita jadikan momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pembangunan pariwisata dan UMKM harus berjalan bersama dengan pelestarian lingkungan secara baik, sebab moment pariwisata tahun ini merupakan daya tarik tersendiri.
Saya juga memberikan perhatian besar terhadap keterlibatan UMKM dan ekonomi kreatif dalam pekan WISMARAYA II. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperkenalkan produk lokal, makanan tradisional, kerajinan, karya seni dan berbagai produk kreatif lainnya, ungkapnya.
Dibalik semua produk UMKM demikian Plaikari, ada tangan-tangan masyarakat Alor yang bekerja. Ada ibu-ibu yang berusaha membantuk ekonomi keluarga, ada anak-anak muda yang mencoba menciptakan lapangan pekerjaan, ada nelayan-petani-pengrajin-pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan harapan pada usaha mereka. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat, mari kita cintai produk lokal, mari kita beli produk masyarakat kita sendiri, mari kita promosikan produk Alor.
Ditegaskannya, bangga dengan Alor harus diwujudkan dalam tindakan, Pariwisata harus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ditambahkan Plaikari, moment Pekan WISMARAYA II dan Festival harus kita jadikan sebagai kesempatan untuk mempromosikan pariwisata Alor. Setiap orang yang hadir disini dapat menjadi duta Alor, setiap produk yang dipamerkan dapat menjadi ceritera tentang Alor, setiap tarian dan musik yang ditampilkan dapat menjadi idtentitas Alor, setiap foto keindahan alam yang dibagikan dapat menjadi promosi bagi Alor dan setiap wisatawan yang datang dapat menjadi bagian dari saksi keindahan tentang pariwisata Alor.
Mari kita ubah potensi menjadi prestasi, kreatifitas menjadi peluang dan pariwisata menjadi kesejahteraan, jelasnya mengajak.
Dia mengingatkan agar jangan membiarkan kekayaan Alor hanya menjadi kebanggaan di dalam hati kita. Jadikan kekayaan itu sebagai kekuatan mengubah kehidupan dan peradaban pariwisata Kabupaten Alor. *** morisweni






