Pameran Temporer Tenun Ikat Alurung Digelar Besok, 16 Siswa SMA Siap Ramaikan Fashion Show

Para Pelajar SMA/SMK se-Kota Kalabahi dan sekitarnya yang merupakan peserta Lomba Fashion Show sedang memantapkan persiapan sebelum tampil di puncak Lomba Fashion Show di Panggung Utama Pameran Temporer Tenun Ikat Alurung yang dipusatkan di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor. Gambar diabadikan, Rabu sore (02/10). FOTO:MORISWENI/RP
Para Pelajar SMA/SMK se-Kota Kalabahi dan sekitarnya yang merupakan peserta Lomba Fashion Show sedang memantapkan persiapan sebelum tampil di puncak Lomba Fashion Show di Panggung Utama Pameran Temporer Tenun Ikat Alurung yang dipusatkan di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor. Gambar diabadikan, Rabu sore (02/10). FOTO:MORISWENI/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor siap menggelar Pameran Temporer Tenun Ikat Alurung mulai besok,  Kamis 3-5 Novemver 2022.  16 siswa-siswi SMA dalam Kota Kalabahi dan sekitarnya siap meramaikan Lomba Fashion Show yang merupakan salah satu kegiatan di pameran budaya terbesar Tingkat Kabupaten Alor itu dengan busana adat tenun ikat Alurung. 

Kita inikan orang kenal dari budaya … budaya merupakan identitas sebuah bangsa atau  suku. Dalam perkembangannya ternyata identitas budaya kita sudah semakin ditinggalkan banyak kalangan, terlebih di kalangan generasi muda. Ada budaya  yang bahkan sudah hampir punah sebagai akibat perkembangan yang semakin pesat dibaringi dengan kemajuan teknologi informatika dan lain sebagainya, sebut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor Mesak Blegur, S.PI kepada media ini di tengah kesibukan mempersiapkan Pameran Temporer Tenun Ikat Alurung yang menurut rencana dibuka Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP, besok Kamis 3 November 2022 Pukul 09.00 wita yang dipusatkan di Kantor Dinas Kebudayaan setempat. 

Bacaan Lainnya

Pesatnya kemajuan Iptek di era digital saat ini membawa dampak buruk bagi perkembangan budaya lokal kita karena  budaya lokal kita makin hari semakin  ditinggalkan oleh generasi muda. Secara khusus tenun ikat  masyarakat adat Alurung bagi masyarakat Alurung yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan di Kecamatan Alor Barat Laut juga makin ditinggalkan dari waktu ke waktu.  

Tenun Ikat Alurung yang ada di komunitas masyarakat pesisir dan Kepulauan Alor Barat Laut ini berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya dalam kurun waktu dua tahun terakhir menurut Blegur,  ditemukan jika tenun ikat Alurung asli yang ada di masyarakat Alurung ini sudah tidak ditenun.

“Masyarakat Alurung sudah tidak lagi menenun tenun ikat Alurung yang asli,” ungkap mantan aktivis GMKI Cabang Kupang ini sembari menjelaskan bahwa tenun ikat Alurung ini memiliki nilai filosofi, arti dan makna dari masing-masing suku yang ada di Etnis Alurung.

Dijelaskannya, tenun ikat Alurung ini tidak digunakan oleh semua orang di suku-suku yang ada di Alurung. Ada yang hanya dipakai oleh suku raja, ada yang hanya digunakan oleh suku kapitan dan seterusnya.

Jadi, “Tenun Ikat Alurung yang ada di komunitas masyarakat adat Alurung ini sudah diatur dan hanya boleh digunakan oleh masing-masing starata dalam suku yang ada di Etnis Alurung,” ungkap Blegur.  

Tugas pemerintah melalui OPD teknis adalah demikian Blegur,  melestarikan, menggairahkan kembali kepada masyarakat yang hidup di era digital saat ini dan terlebih kepada generasi muda melalui program dan kegiatan agar  generasi kita semakin mencintai budaya etnis Alurung sekaligus mewariskannya. 

Melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor yang sedang dipimpinnya saat ini,  Blegur menegaskan bila siap menggelar Pameran Tenun Ikat Alurung dengan muatan kegiatan Fashion Show yang melibatkan  pelajar SMA di Kota Kalabahi dan sekitarnya serta Lomba Cerdas Cermat dengan materi kebudayaan, pariwisata dan program pemerintah Kabupaten Alor yang melibatkan peserta dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).  

Penyelenggaraan Pameran Tenun Ikat Alurung ini menurut Blegur merupakan upaya  pemerintah agar masyarakat lokal kita dapat mengembangkan kembali budaya atau warisan tenun ikat Alurung yang memiliki daya saing yang tinggi.  

Menurut Blegur, tenun ikat Alurung ini patut dikembangkan karena tidak saja memiliki nilai budaya yang tinggi tetapi ada nilai sosial didalamnya. Yang tidak kalah penting adalah tenun ikat Alurung ini memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang sangat menjanjikan. “Tenunan Alurung yang asli yang sudah hampir punah ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika kita bandingkan dengan tenun ikat modifikasi baru yang berkembang pesat saat ini. Jika kita kembali gairahkan tenun ikat Alurung yang asli di kalangan komunitas penenun maka bakal meningkatkan pendapatan keluarga di kalangan penenun,” pungkas Blegur.  

Pameran budaya terbesar tahun ini kata Blegur digelar dalam rangka menumbuh kembangkan warisan budaya masyarakat Alurung sekaligus merupakan cara pemerintah menggairahkan orang muda di generasi saat ini untuk mencintai dan mewariskan budaya Alurung.  

Selain Pameran Tenun Ikat Alurung, pihaknya memfasilitasi generasi muda, kususnya kalangan pelajar SMA/SMK di Kota Kalabahi melalui kegiatan fashion show tenun ikat Alurung.  

“Semua peserta (16 orang) dalam fashion show yang digelar mulai besok Tanggal 03 Novemver 2022 ini menggunakan tenun ikat Alurung tetapi tidak dimodifikasi, hanya dibuat kreasi. Dalam fashion show ini masing-masing perserta akan menjelaskan filosofi, dari mana, terbuat dari bahan apa, siapa yang boleh menggunakan jenis tenun ikat Alurung yang dikenakan peserta,” pungkas Blegur.  Dengan begini Blegur berharap para peserta fashion show yang umumnya dari siswa/siswi SMA/SMK ini makin mencintai tenun ikat Alurung dan memiliki gairah untuk melestarikannya.

Untuk kegiatan cerdas cermat kebudayaan terang Blegur, dilaksanakan dengan dasar bahwa akibat dari pesatnya kemajuan ilmu dan teklonologi, banyak generasi muda kita yang sudah hampir tidak mengenal budaya lokal kita, termasuk potensi wisata kita dan kesenian daerah. Karena itu kita bangkitkan kembali gairah anak-anak muda di kalangan pelajar untuk memperkenalkan budaya, pariwisata, kesenian daerah dan program pembangunan pemerintah daerah  melalui kegiatan cerdas cermat budaya yang melibatkan pelajar SMP.    

Cerdas cermat ini masing-masing sekolah diwakili tiga orang tetapi semua peserta aktif dalam menjawab pertanyaan dengan cara mengambil sendiri pertanyaan dalam sampul yang disediakan, kemudian menyerahkan kepada dewan juri untuk membaca soal, kemudian dijawan oleh yang bersangkutan atau yang mengambil amplop soal. Jadi, tidak ada juru bicara dalam cerdas cermat, pertanyaan ditujukan kepada masing-masing peserta sehingga semua aktif memberikan jawaban.  

Dengan begitu demikian Blegur, generasi muda kita makin memiliki pengetahuan tentang budaya, potensi pariwisata yang kita punya, kesenian daerah dan program pembangunan pemerintah daerah.

Tugas pemerintah kata Blegur berusaha melakukan berbagai upaya untuk melesatarikan dan memajukan kebudayaan  daerah.

“Terimkasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati yang telah memberikan motivasi, arahan masing-masing OPD untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi  kita untuk mendukung program Alor Kenyang, Pintar dan Sehat. Karena itu thema yang kita usung untuk kegiatan pameran tahun ini adalah Lestarikan Warisan Budaya Leluhur, Kembangkan Ekonomi Kreatih menuju Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor PintarAlor,” ujarnya.  

Dari thema ini jelas Blegur, pemerintah memiliki tugas mengupayakan pelestarian nilai-nilai budaya yang dimiliki daerah serta mengatur strategi untuk mengembangkannya kini dan di waktu yang akan datang.

Dalam pemeran tenun ikat Alurung ini Blegur menegaskan jika akan menghadirkan para penenun tenun ikat Alurung yang temporer untuk melakukan demo di arena pameran yang dipusatkan di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor.  *** morisweni

Pos terkait