KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ini bisa saja klarifikasi terhadap pernyataan Buche Brikmar mewakili Keluarga KLON yang menyebutkan jika semua keluarga telah memberikan keterangan kepada kepolisian jika terduga pelaku sudah disampaikan, tetapi kenapa kepolisian belum bertindak. Kepolisian Resor (Polres) Alor menegaskan bahwa belum ada saksi yang menyebut terduga pelaku panah yang mengakibatkan meninggalnya Raja Pasah Imanuel Morib. Polres Alor menyampaikan terimakasih jika Buche Brikmar bisa mengantarkan saksi yang mengetahui terduga pelaku ke penyidik untuk dibuatkan BAP.
Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dengan panah terhadap adik kita yang sudah meninggal ini. Dari semua saksi yang kita periksa itu tidak ada yang mengenal pelaku, sebut Kepala Kepolisian Resort Alor AKBP. Nur Azhari, SH melalui Kepala Kesatuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Alor AKP. Amru Ichsan kepada wartawan di salah satu Cafe di Kalabahi, Senin malam (11/05/2026).
Dijelaskan Amru, tidak ada satu saksi pun. Ada saksi yang mengejar pelaku sampai di Cabang BRI Mebung tetapi tidak mengenal pelakunya.
Tetapi, pihaknya tetap melakukan pengembangan dari beberapa fakta, bukti. Tetap kami kembangkan. Bukan kami tidak bekerja, kami bekerja.
Sampai terakhir tadi tambah Amru, pihaknya masih mendapatkan lagi beberapa titik CCTV yang nanti akan dikembangkan tetapi ia tidak bisa memberikan keterangan mengenai bagaimana teknis melakukan, karena itu bagian dari materi pengembangan. Karena kalau kita terlalu vulgar takutnya orangnya tau, kemudian dia hilangkan barang bukti.
Jadi, kami sudah kerja. Terkait dengan Pak Buche yang menyebutkan bahwa pihaknya sudah memberikan nama kepada Polres Alor itu hanya di satu titik saja di TKP yang memberikan nama, saksi yang lain tidak. Tetapi kami tetap mengundang, nanti teman-teman bisa kita lihat sama-sama administrasinya. Apakah kami sudah undang atau belum. Bukti tanda terima undangan klarifikasi sudah atau belum.
“Pak Buche tadi saya sudah telpon. Saya tanya itu dari mana beliau tau kalau polisi sudah kantongi … apakah beliau sudah tanya ke Kapolres … atau apa beliau sudah tanya ke Kasat Reskrim atau penyidik. Beliau bertanya kepada saya sehingga beliau bisa meyakinkan bahwa kami sudah kantongi … artinya bahwa orangnya sudah tau,” ujarnya setengah bertanya.
Menanggapi pertanyaan media jika Pak Buche mengetahui orang atau saksi yang mengetahui terduga pelaku silakan datangi polisi untuk di-BAP, Kasat Reskrim Polres Alor ini meng-ya-kan. Ya, harusnya begitu.
Kami sangat berterimakasih, kalau seandainya Pak Buche mempunyai saksi fakta yang mengetahui bahwa ini orangnya yang pelaku panah sehingga kita punya adik Raja meninggal. Kami sangat senang, sangat senang sekali, tambah Amru.
Amru mengaku bahwa tidak ada yang pernah bawa ke Pak Kapolres, Pak Kasat ini ada saksi fakta yang menyebutkan bahwa si A ini adalah pelaku panah yang menyebabkan kematian anak kita Raja Morib.
Pak Kapolres Alor saat ini demikian Amru Ichsan sangat konsern dengan perkara panah yang mengakibatkan meninggalnya Raja Morib, sehingga Kapolres membentuk satu tim lagi yang beranggotakan 9 anggota, dua orang diantaranya perwira.
Sebenarnya jelas Amru, Kapolres sangat tidak percayanya sehingga membentuk satu tim, tetapi saya kan … inikan tujuan organisasi, bukan kita menganggap Pak Kapolres tidak percaya saya. Tim ini dipimpin Kasat Narkoba, Wakilnya salah seorang perwira. Dua perwira pimpin tim diluar Reskrim untuk mengungkap kasus panah yang mengakibatkan kematian Raja Morib.
“Kita (Polisi) tidak konsen bagaimana. Setiap malam kami Anev (Analisa Evaluasi). Semua perkembangan kami Anev. Bagaimana kami tidak konsen. Sangat konsen. Hanya kan tidak semuda membalik telapak tangan,” ujarnya.
Dia mengaku pihaknya agak sedikit cepat dengan progres pengungkapan. Kan kena panah tengah malam, Jam 12 malam. Kami sudah dapat titik terang. Hanya kan tidak semuda. Ini pelan-pelan bisa dapat. Dapat, kenapa tidak dapat, dapat, katanya optimis.
Kalau sampai tidak dapat terduga pelaku dalam kurun waktu dua bulan, saya mundur, saya minta angkat tangan, saya mundur, saya tidak cocok di Kasat Reskrim, ujarnya menegaskan. *** morisweni





