KALABAHI,RADARPANTAR,com-Keluarga KLON, suku asal almarhum Raja Pasah Imanuel Morib-korban pembunuhan oleh orang tak dikenal di pertigaan turun SMAN 1 Kalabahi menggelar jumpa pers. Dalam jumpa pers di tengah persiapan keluarga menjemput kedatangan jenazah almarhum dari Kupang itu, Keluarga KLON mendeadline atau memberikan batasan waktu kepada Polres Alor untuk menangkap terduka pelaku pembunuhan.
Kami dari keluarga ingin meluruskan pristiwa ini, anak kami, keponakan kami, Raja Morib ini dipanah bukan dalam posisi atau bukan dalam situasi tawuran. “Dia ini, korban ini kejadiannya tidak dalam tawuran,” sebut Buche dalam jumpa pers yang dihadiri sejumlah tokoh KLON seperti Khristian Brikmar, Imanuel Kolimo, Bernahrd Gen Al dan sejumlah tokoh KLON lainnya.
untuk diketahui, Raja Morib dirujuk dari RSD Kalabahi ke RS Ben Mboy untuk mendapat perawatan yang lebih intensif setelah dipanah dua terduga pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor di pertigaan turun SMAN 1 Kalabahi.
Dijelaskan Buche, kasus ini masuk dalam kategori, mau dibilang apakah dugaan pembunuhan berencana atau apa, ini yang kita serahkan kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Alor, melaksanakan tugas mengungkap kasus ini.
Semua keluarga kata Buche, telah menyampaikan keterangan kepada Polres Alor. “Baik itu terduga pelaku … sudah disampaikan. Kenapa sampai dengan hari ini Polres Alor belum bertindak,” katanya bertanya.
Mewakili keluarga Buche yang juga Ketua DPRD Alor ini minta Kapolres Alor sekaligus meminta meminta atensi khusus dari Polda NTT. Saya minta dengan hormat Bapak Kapolda untuk memberi atensi secara khusus, terutama Polres Alor dalam proses penegakan hukum.
Dengan begitu demikian Buche, tidak terkesan tebang pilih, tidak terkesan lamban dalam penanganan sebuah pristiwa. Bahwa semua pristiwa hukum, tugas kepolisian adalah mengungkapkan pristiwa hukum yang suram menjadi terang.
Ketika polisi menuntut semua pristiwa hukum kepada masyarakat yang membawanya itu harus dalam bentuk yang terang, untuk apa ada penyidik di sana, ujarnya.
Dan, saya atas nama keluarga, sore ini kami akan menjemput jenazah dan malam nanti atau besok kami akan datangi Polres Alor untuk meminta 1 X 24 Jam saya minta pelakunya segera ditangkap. Karena pelaku inikan para saksi sudah memberikan laporan, ada apa ini. Barang bukti juga sudah dikasi, terduga pelakunya juga ada. Lalu, kenapa ini, ada apa ini, jelasnya dengan nada tanya.
“Saya sangat kecewa ketika Pak Kapolres dan seluruh jajarannya dalam hal ini pihak Reskrim, Pak Kasat Reskrim agar mengedepankan profesionalisme dalam proses penegakan hukum,” pungkas Bunche.
Buche mengingatkan kepada Polres Alor aga jangan tebang pilih dalam penanganan kasus ini. Kita ini sudah pusing dengan berbagai pristiwa yang terjadi, ini semuanya karena apa. Polisi dipandang lemah dalam proses penegakan hukum. Di sosial media masyarakat berpendapat seperti itu.
“Pada kesempatan ini saya mohon dengan segala hormat, saya datangi Polres Alor sore ini, kalau tidak besok pagi, saya minta 1 X 24 Jam terduga pelaku segera ditangkap,” ujar Buche menambahkan.
Buche mengaku mengerti hukum, bahwa hukum kita menganut asas praduga tak bersalah, maka tugas polisi untuk mengungkapkan. Kalau memang dia bukan pelaku ya dibebaskan to.
Tetapi kemudian saksi mata melihat, barang bukti ada, diserahkan, lalu kemudian dengan dalil, dengan alasan bahwa KUHAP baru membentengi sejumlah … inikan sesuatu yang sangat naif begitu.
Saya minta dengan hormat, saya tidak bawa jabatan dalam ini masalah, saya adalah bagian dari keluarga korban. Dan, saya minta dengan hormat Pak Kapolres Alor, seluruh jajaran yang ada, Pak Kasat Reskrim, saya minta 1 X 24 Jam terduga pelaku sudah ada di Polres Alor, pintanya menambahkan.
Ditambahkannya, pristiwa ini bukan bagian dari tawuran yang ada di Kabupaten Alor. Pristiwa ini diduga ada otak pembunuhan berencana, diduga pembunuhan berencana. Semua saksi mata telah memberikan keterangan, kurangnya apa lagi.
Posisi korban pada saat itu berada di simpang tiga Kampung Baru ketika hendak pulang ke rumah setelah mengerjakan tugas sekolah menggunakan WIFI, jelasnya menjawab wartawan.
“Saksi mata sudah melihat terduga pelaku sudah beberapa kali lalu lalang di jalur jalan itu untuk memantau korban. Maka kita patut menduga bahwa ini adalah pembunuhan berencana,” katanya sambil menambahkan, terduga pelaku menggunakan sepeda motor berboncengan dan menggunakan topeng.
Mewakili keluarga KLON yang ada di Kampung Baru dan sekitarnya pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua rumpun keluarga terkait yang ada di Kampung Baru, yang turut bersama kami mulai dari proses awal sampai dengan jenazah di pulangkan ke Kalabahi.
Rasa hormat dan terimakasih juga keluarga sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan pemerintah propinsi yang sejak awal mendorong agar proses perawatan ini mulai dari Kalabahi sampai Kupang, dan sampai dengam proses pemulangan jenazah tadi juga pemerintah kabupaten Alor dan pemerintah propinsi NTT aktif untuk memberikan bantuan. *** moriweni






