Gerindra Tegaskan Wabup Alor ke Jakarta itu Cari Anggaran Dari APBN, Bukan Hanya Urus Jalan-Jalan

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Partai GERINDRA marah besar terhadap pernyataan Ketua DPRD Alor melalui beberapa media jika Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH  terlalu banyak bepergian ke luar daerah alias jalan-jalan. GERINDRA menepis pernyataan Ketua DPRD Alor itu dengan menegaskan bahwa Wakil Bupati Alor ke Jakarta itu dalam rangka melobi anggaran di luar DAU untuk membangun daerah ini. Salah satu capaiannya itu Rp. 130 Milyar lebih yang didapatkan dari Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi untuk sekolah-sekolah di Nusa Kenari tercinta.  

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai GERINDRA DPRD Kabupaten Alor,  Taufik Syahbudin, S.Pd melalui pesan whatsApp kepada media ini, Kamis (12/03/2026). 

Bacaan Lainnya

Taufik mengaku sangat menyesal dengan pernyataan Ketua DPRD Alor yang mengatakan jika Wakil Bupati Alor hanya urus jalan-jalan keluar daerah.

“Saya sangat menyesal dengan pernyataan yang dilontarkan oleh ketua DPRD Alor bahwa  Wakil Bupati Alor hanya urus jalan jalan saja. Itu  pernyataan Provokatif , sebab saya selaku Ketua Fraksi Gerindra selalu mendampingi Wakil Bupati Alor. Sebagai salah satu Kader Gerindra, yang mana beberapa kali kami bersama-sama   ke Jakarta untuk bertemu beberapa Menteri,” ungkap wakil rakyat dari Dapil Alor 4 ini.

Kondisi daerah  dimana Bupati Alor sementara  sakit dan dalam proses pemulihan demikian Taufik,  membuat Wakil Bupati Alor putar otak mendatangi kementrian/lembaga yang terpusat di Jakarta untuk mencari anggaran yang bersumber dari APBN, DAK dan sumber lainnya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.

“Wakil Bupati Alor tidak  tinggal diam, ke Jakarta itu bukan urus jalan-jalan tetapi untuk mencari anggaran dari APBN melalu anggaran DAK pasca Efisiensi yang  membuat program Is the Rock tidak berjalan,” ungkapnya. 

Saya sangat menyesal pernyataan seorang Ketua DPRD yang  menyesatkan. Ini bisa menimbulkan  Gejolak di masyarakat, katanya menambahkan. 
Dijelaskan Taufik, selain mencari  anggaran yang bersumber dari APBN, Wabup Alor menurut pihaknya selama berada di Kalabahi Ibukota Kabupaten Alor tidak diberikan wewenang oleh Bupati Alor untuk menjalankan wewenang Bupati Alor yang sedang dalam proses pemulihan. 

“Mestinya hal ini yang harus  dilihat dengan jelas  baru bicara di media, jangan ngawur tanpa punya memiliki data yang jelas,” terang Taufik mengingatkan. 

Terkait  pernyataan mengenai pelantikan Pejabat Eselon  3 dan  4 yang gagal dilakukan, Taufik mengaku  mencurigai, jangan-jangan Ketua DPRD juga  ada  turut bermain untuk membatalkan pelantikan tersebut, sebab semua sudah diproses sesuai  prosedur.

“Saya  melihat Ketua DPRD ini tidak mengerti  aturan yang tertuang dalam amanat UU Nomor 23 tahun 2014, sehingga pernyataan yang disampaikn melalu media  juga sifatnya provokator,” ujarnya menuding.

Menurut Taufik, daerah dalam kondisi  seperti saat ini seorang Ketua DPRD harus hati-hati  mengeluarkan stateman di media, sebab roda   pemerintahan ini kita semua sama-sama  kawal dan  memberikan masukan-masukan  sehingga kita sama-sama  punya rasa tanggungjawab dalam membangun daerah ini,  apalagi rakyat saat ini lagi menghadapi kondisi perekonomian yang sulit, jadi jangan  membuat pernyataan yang sifatnya mengadu domba Bupati dengan Wakil Bupati Alor.

Ketua DPRD Alor sebut Taufik,  hrs memahami dulu tugas pokok dan fungsi seorang Wakil Bupati sebagai pembantu Bupati, apa yang diperintahkan oleh Bupati wajib hukumnya Wakil Bupati harus  menjalankan. Misalnya,  Bupati memerintahkan Wakil Bupati  berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga ya Wakil Bupati harus jalan.  Ketua DPRD mestinya mengecek di jadwal perjalanan Wakil Bupati, dia kemana … baru  silakan buat pemberitaan di media. Jangan asal  bicara, nanti publik menilai bahwa tidak mengerti.

“Saya  minta Ketua DPRD jangan buat kegaduhan dalam menyampaikn berita yang tidak bisa  dipertanggungjawabkan,” pinta Taufik.  *** morisweni

Pos terkait