KALABAHI,RADARPANTAR.com-Sebuah langka besar dalam dunia sepak bola NTT siap ditorehkan Koperasi Simpan Pinjam Budi Artha Mandiri Kabupaten Alor. Jika tidak ada aral yang merintang, KSP terbesar di Nusa Kenari ini siap menggelar Open Turnamen Sepak Bola Antar Club Se-Propinsi Nusa Tenggara Timur. Turnamen ini merebut hadiah ratusan juta rupiah dan Trofi berlapis emas-perak.
Jika jadi dihelat, open turnamen sepak bola yang diselenggarakan KSP Budi Artha Mandiri ini merupakan ivent terbesar dalam sejarah sepak bola di Bumi Flobamorata.
Ketua Panitia Open Turnamen Sepak Bola Antar Club se-NTT Rahmad Mangsari kepada wartawan di Kalabahi mengatakan, Open Turnamen Sepak Bola antar club di NTT ini menurut rencanakan diselenggarakan selama 33 hari.
“Kita mulai dari tanggal 24 Juli dan finalnya itu tanggal 27 Agustus 2026 karena tanggal 28 Agustus itu HUT Koperasi Budi Artha Mandiri,” sebut Mangsari didampingi Ketua KSP Budi Artha Mandiri Rony Adang dan salah satu anggota pengawas KSP Budi Artha Mandiri Sahir Laudu.
Dijelaskan Mangsari, penyelenggaraan open turnamen ini merupakan salah satu keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Budi Artha Mandiri tanggal 18 April 2026 silam.
Dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan ada dua agenda utama yang diputuskan yakni rencana pengembangan usaha ke wilayah NTT lainnya yakni, Kabupaten Lembata, Flores Timur, Malaka dan Kabupaten Belu.
Selanjutanya dalam RAT itu juga diputuskan bahwa dalam rangka menjalin kemitraan dengan pemerintah sekaligus sebagai bentuk kontribusi dari pemanfaatan sisa hasil usaha dalam bentuk CSR, tahun ini (2026) KSP Budi Artha Mandiri dalam rangka menyongsong HUT ke-16 pada tanggal 28 Agustus 2026 akan menggelar Open Turnamen Sepak Bola Antar Club se-NTT yang melibatkan kurang 40 club di kabupaten/kota yang ada di Propinsi NTT.

Ketua Panitia dan pihak Budi Artha Mandiri sedang memberikan keterangan pers di Deswita Kalabahi belum berselang. FOTO:OM MO/RP
Klub sepak bola yang akan mengambil bagian dalam open turnamen ini jelas Mangsari bersifat undangan atau privat dan kelasnya ada. Yang diundang oleh panitia dianggap memiliki kemampuan dan layak untuk bertanding.
Tujuannya demikian Mangsari, sebagai bentuk kepedulian Budi Artha Mandiri terhadap geliad sepak bola di wilayah ini.
“Kita pernah punya putra emas dalam sejarah sepak bola, dalam hal ini Yabes Roni di Tahun 2019. Dia lahir dan mampu menjadi ikon sepak bola di NTT, terutama Alor. Setelah itu hingga saat ini tidak kelihatan lagi,” ujarnya.
Menurut Mangsari, hadiah yang disediakan oleh KSP Budi Artha dalam open turnamen ini sekitar ratusan juta.
“Terkait piala itu direncanakan dari perak dan emas, yang nilainya kurang lebih Rp. 50 Juta. Itu khusus untuk trofi,” ujarnya sembari menambahkan, secara teknis hadiah sementara ini belum ditetapkan mutlak tetapi informasi yang berkembang di Budi Artha Mandiri itu bahwa hadiah untuk Juara 1 minimal Rp. 50 Juta, Juara II Rp. 35 Juta, Juara III 25 Juta dan Juara IV Rp. 15 Juta.
Tak hanya itu, Budi Artha Mandiri juga menyediakan hadiah uang tunai untuk pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, tim terbaik, superter terbaik dan setiap hari itu ada dor price dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.
Mangsari menaruh harap agar open turnamen ini dimanfaatkan secara baik sehingga dia tidak saja merangsang generasi muda melihat sepak bola ini sebagai sebuah sumber mata pencarian masa depan tetapi dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi.
Yang menarik Mangsari mengaku sedang membangun komunikasi dengan beberapa pemain veteran seperti Eloko Gonzales dan Evan Dimas untuk ikut meramaikan turnamen, mudah-mudahan komunikasi ini jadi sehingga mereka bisa memperkuat tim-tim yang berlaga di open turnamen ini.
Kegiatan ini akan melibatkan komonitas pemuda, gereja, remaja mesjid, karang taruna dan kelomnpok komunitas terbatas yang ada di sekitar GOR dengan maksud agar kekerabatan dan komunikasi yang selama ini renggang mudah-mudahan bisa merekat kembali, ujarnya.
Soal perwasitan terang Mangsari, pihaknya akan koordinasi dengan Askap Propinsi, Asosiasi Perwasitan, Dispora. Kita rencana tim wasit itu diambil dari Kupang.
“Ini bukan hanya pertandingan, tapi gerakan untuk menghidupkan kembali gairah sepak bola di Nusa Kenari,” tegas Mansari.
Mansari menyinggung bahwa Alor pernah melahirkan talenta sepak bola nasional seperti Yabes Roni Malaifani, namun geliat pembinaan dinilai meredup dalam beberapa tahun terakhir.
“Potensi itu ada, tapi tidak terkelola maksimal. Turnamen ini menjadi titik kebangkitan,” ujarnya.
Turnamen ini digelar sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Alor di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo yang dinilai memiliki komitmen terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola.
Turnamen ini juga dipandang sebagai langkah awal menuju peluang besar, menyusul informasi bahwa Kabupaten Alor berpotensi menjadi tuan rumah cabang sepak bola pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kita ingin membuktikan bahwa Alor siap menjadi tuan rumah event besar,” tambahnya.
Mangsari mengharapkan agar turnamen ini bakal menjadi event tahunan dan ikon olahraga baru di NTT, tergantung pada dukungan anggota koperasi dan respon masyarakat. *** morisweni






