Muhaimin Tegas! PKB Harus Hadir Dalam Kehidupan Rakyat Setiap Hari

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar minta dengan tegas agar partai yang dipimpinnya harus hadir dalam kehidupan rakyat setiap hari.  “Saya tegaskan di forum ini, PKB harus naik kelas, PKB tidak cukup hanya menjadi peserta Pemilu, PKB harus menjadi penggerah perubahan, PKB tidak cukup hadir saat kampanye, PKB harus hadir dalam kedupan rakyat setiap hari, PKB tidak cukup kuat di struktur, PKB harus kuat di kepercayaan publik,” Muhaimin Iskandar melalui sambutan tertulis dalam Musyawarah  satu halCabang PKB Alor yang dibacakan Wakil Ketua DPW PKB Propinsi Nusa Tenggara Timur, Efendy Gah, Sabtu (25/04/2026). 

Menurut Muhaimin, para politisi PKB harus naik kelas, menjadi pemimpin, lalu menjadi negarawan. Kita tidak hanya siap memenangkan Pemilu, tetapi juga harus siap mengelola negara dengan penuh tanggung jawab, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, masa depan partai tidak ditentukan oleh seberapa sering kita berbicara, tetapi oleh seberapa besar kita dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. 

Wakil Bupati Alor, Kapolres Alor, Kajari Alor dan Ketua DPC PKB Alor Paulus Buche Brimar di seremonial pembukaan Muscab. FOTO: OM MO/RP

“Partai politik harus naik kelas. Naik kelas cara berpikirnya, tidak reaktif tetapi visioner. Naik kelas cara kerjanya, tidak seremonial tetapi berdampak. Naik kelas kualitas kadernya, tidak hanya populer tetapi kompeten dan berintegritas. Naik kelas keberpihakannya, tidak normatif tetapi nyata dirasakan rakyat,”  ujarnya dihadapan kader PKB se-Kabupaten Alor. 

Dan satu hal yang tidak kalah penting demikian Muhaimin, politisi juga harus naik kelas. Politisi tidak cukup hanya pandai bicara. Harus mampu bekerja dan menyelesaikan masalah. Politisi tidak cukup hadir saat Pemilu, harus hadir saat rakyat membutuhkan. Politisi tidak cukup hanya mengejar jabatan, politisi harus siap memikul tanggung jawab.

Kader PKB, Undangan dan Forkopimda dalam satu sesi foto usai pembukaan Muscab. FOTO:OM MO/RP

Muhaimin menegaskan, siapa yang hadir saat rakyat susah, dialah yang dipercaya. Siapa yang membantu kehidupan mereka, dialah yang diingat.   “Disini lah politik PKB harus berbeda. Politik kita bukan politik jauh. Politik kita adalah politik kehadiran,” ungkapnya. 

Dia kemudian menjelaskan, politik kehadiran adalah politik yang memastikan kader-kader PKB selalu ada di tengah-tengah rakyat. Kapan saja, saat rakyat membutuhkan. Tanpa perlu diminta, kader PKB hadir membantu menyelesaikan persoalan-persoalan nyata di dalam masyarakat. 

Saat warga sakit, kita datang. Saat petani kesulitan pupuk, kita ikut mencari jalan. Saat nelayan terhimpit, kita bantu mencarikan solusi. Saat masyarakat bingung mengurus bantuan, kader PKB yang mendampingi, pintanya. 

Diakuinya,  rakyat tidak menuntut janji besar. Mereka hanya ingin hidupnya dipermudah.
Muhaimin mengingatkan, satu kader berbuat salah, yang disalahkan seluruh partai. Karena itu kader PKB harus memberikan contoh. Santun, jujur, tidak arogan dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Kepercayaan rakyat itu seperti udara, tidak terlihat tetapi menentukan hidup matinya partai,” katanya mengingatkan. 

Dihadapan Kader PKB, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo dan unsur Forkopimda yang hadir Muhaimin dalam sambutan lainnya yang dibacakan Efendy Gah mengatakan, kader PKB tidak boleh hanya jadi pengikut, kita harus harus siap memimpin.

“Di parlemen memimpin gagasan. Di daerah memimpin kebijakan dan di masyarakat memimpin gerakan,” pungkasnya sembari menegaskan, kita tidak boleh hanya ikut kontestasi, kita harus menentukan arah. *** morisweni

Pos terkait