Suara GMIT Dari Pentahbisan Elim Modebur Untuk Jalan Raya dan DOB Pantar

Wakil Ketua MSH GMIT Pdt. Saneb Ena Blegur, S.Th bersama para pendeta di Klasis Pantar Timur dan anak-anak pembawa tarian di pentahbisan Gedung Gereja Elim Modebur. FOTO:MORISWENI/RP

MODEBUR,RADARPANTAR.com-Dihadiri ribuan umat dari jemaat tetangga, keluarga besar Modebur yang tersebar di Kalabahi, Kupang dan berbagai tempat, Jumat, 10 Juli 2026, Gedung Gereja GMIT Elim Modebur, Klasis Pantar Timur diresmikan pemerintah dan ditahbiskan Majelis Sinode Harian (MSH) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Wakil Ketua MSH GMIT Pdt. Saneb Y. Anthonie Ena Blegur, S.Th dalam suara gembala menggugah hati pemerintah untuk menaruh perhatian terhadap kondisi jalan raya dan minta doa jemaat atas pergumulan mengantarkan Pulau Pantar menjadi kabupaten sendiri di Nusa Tenggara Timur.

Proficiat kepada Jemaat GMIT Elim Modebur untuk kerja keras terutama kepada panitia pembangunan dan panitia pentahbisan gedung kebaktian. Terimakasih kerja kerasnya, Tuhan memberkati semua karya pelayanan yang dipersembahkan bagin-Nya, kata Ena Blegur mengawali suara gembala mewakili MSH GMIT.

Bacaan Lainnya

Ena Blegur menaruh harap supaya gedung gereja yang sudah ditahbiskan ini dipergunakan secara baik. Mohon sarana prasarana, kelengkapan terkait dengan gedung ini juga diurus, kerena dimana-mana kadang gedung sudah ditahbis tetapi tanah statusnya masih belum jelas, kebutuhan lain-lain masih harus diurus. Karena itu kami titipkan supaya tolong diselesaikan agar gedung ini menjadi tempat perjumpaan jemaat dengan Tuhan.

“Satu pesan yang harus saya ingin titipkan kepada Bapak Bupati Alor yang diwakili oleh Bapak Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan (Bapak Yustus Dopong Abora, SP), memang kita tahu kalau ada efisiensi anggaran secara terpusat sedang terjadi, tetapi dengan melihat infrastruktur dari Desa Pandai datang ke Modebur, Desa Merdeka saya kira ini butuh perhatian. Ini suara gereja, kami ingin titipkan bahwa pelayanan kemasyarakatan itu salah satu unsurnya adalah pelayanan spiritual,” sebutnya.

Dijelaskan Ena Blegus, kalau semua sudah lengkap tetapi spiritual anggota jemaat (masyarakat) tidak terpenuhi itu juga menjadi salah satu tantangan. “Saya ikuti jalan kemaren datang dari sana (Desa Pandai) ke sini itu saya rasa ke tahun 1970-an ketika saya ada di kampung saya di Weling sana, di Kalondama. Artinya pembangunan kita tidak merata. Kami titipkan, Gereja titipkan. Kami berdoa supaya pemerintah Kabupaten Alor terus diberkati, Pak Bupati, Pak Wakil bersama semua DPRD,” ungkapnya.

Saya berharap kalau ada anggota dewan (DPRD Alor) yang lahir dari daerah ini, tolong lah perjuangkan itu, pintanya memohon.

Menurutnya, salah satu PR terbesar itu suatu daerah itu kalau mau maju kalau bisa harus mempunyai tofografi dengan kepemimpinan yang kuat. Nah, kita berdoa, gereja dukung berdoa supaya mimpi untuk otonomi daerah (Kabupaten Pantar) itu segera direalisasikan, itu harapan terbesar. Kalau bisa gereja juga suatu waktu bersuara, undang pemerintah dan cari solusi. Karena otonomi daerah itu akan membantu untuk pembangunan infrastruktur, dari posisi manapun.

Dikatakan Ena Blegur, kita sudah merdeka sudah mau hampir 100 Tahun tetapi ada banyak infrastruktur yang belum memadai, sekalipun beberapa sudah cukup baik, kita apresiasi. Tetapi percepatan pembangunan secara khusus jalan raya memang mau tidak mau harus dilakukan, karena dia akan berdampak kepada hasil komoditi.

Saya lihat modebur ini kemiri bagus sekali, tanaman-tanaman umur panjang semuanya luar biasa karena itu infrastruktur secara khusus jalan raya kalau dibangun itu akan sangat baik, ujarnya.

Kami mohon dukungan pemerintah, baik itu pemerintah kabupaten, kecamatan dan pemerintah desa, kami mohon dukungan kepada rekan-rekan kami pelayanan yang ada di jemaat masing-masing. Visi GMIT hari ini, kita sudah memahami pemberitaan injil itu bukan sesuatu yang akan datang saja, tetapi sesuatu yang ada disini, hari ini, soal perut, soal ekonomi, soal kebun, soal kesehatan, soal pendidikan, itu khotbah yang sejati hari ini. Dan, gereja sekarang secara serius melakukan itu, katanya menambahkan.

Aset-aset GMIT yang sedang dikerjakan kawan-kawan pendeta demikian Ena Blegur, kami mohon kolaborasi, kami siap kerja sama dengan pemerintah kabupaten, dengan kecamatan dan pemerintah desa. Jangan enggan menghadirkan kami untuk menjadi bagian dari mitra pelayanan.
Proficiat kepada kita semua yang hadir dalam dalam pelayanan ini, kami mohon dukungan supaya GMIT terus berjalan bersama dengan pemerintah, dengan masyarakat untuk menjadi bagian dalam program pembangunan yang sedang dikerjakan.

Mari kita saling menopang satu sama yang lain, kita sama-sama berdoa supaya mimpi menjadi tonomi daerah (Kabupaten Pantar) itu Tuhan bukakan bagi kita. Dan, itu akan memberikan berkat bagi terselesainya berbagai pergumulan di daerah yang sama-sama kita cintai, jelas Ena Blegur. *** morisweni

Pos terkait