Serahkan Modal Usaha, Wabup Alor Minta Pimpinan OPD Tak Persulit Masyarakat Dapat Bantuan Modal UMKM

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH menyerahkan modal usaha secara simbolis kepada salah seorang pelaku UMKM. FOTO:OM MO/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Kamis, 30 Juli 2026, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH menyerahkan modal usaha bagi 228 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Alor. Pelaku UMKM di Alor harus tumbuh dan berkembang, karena orang nomor dua di Nusa Kenari ini minta para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak mempersulit para pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha.

Peringatan kepada para Pimpinan OPD ini disampaikan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH pada kesempatan menyerahkan bantuan modal usaha kepada 228 pelaku UMKM yang dipusatkan di Kantor Dinas Koperasi Kabupaten Alor, Kamis (30/07/2026).

Bacaan Lainnya

Kepada 228 Pelaku UMKM yang tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Alor dengan total anggaran sebesar Rp. 1.156.000.000.

Plt. Asisten 2 Setda Alor Harun Rasyid Miran menyerahkan modal usaha kepada salah seorang pelaku UMKM. FOTO:OM MO/RP

Modal usaha yang diserahkan kepada para pelaku UMKM ini menurut Winaryo sebagai bentuk dukungan bagi kemajuan UMKM sehingga dapat bersaing dan mampu naik kelas, mengembangkan skala usahanya dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih mengingat UMKM memiliki peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan.

Kepala Baperida Domy Salmau ikut menyerahkan modal usaha kepada pelaku UMKM. FOTO:OM MO/RP

Winaryo dihadapan para pelaku UMKM itu kemudian menceriterakan kisahnya sebagai salah seorang pengusaha sebelum menjadi pejabat pemerintah. Ada pelaku usaha yang bagus saya dapati sebelum menjadi Wakil Bupati Alor. Usahanya bagus tetapi dia kurang modal, sering datang ambil barang di saya sedikit, ditanya kenapa tidak ambil barang banyak, dia bilang karena kurang modal. “Saya pikir ini pemerintah dimana sebenarnya, kenapa tidak bisa kasih bantuan … padahal dia orangnya mau usaha begitu,” ujarnya sembari menegaskan banyak orang yang mau berusaha tetapi kurang modal. Mereka tidak tahu harus kemana. Kalau ada pengusaha besar yang bantu mereka kasih utang, Cuma pengalaman ada yang saya kasih utang tetapi kemudian kabur, ada yang bangkrut.

Karena itu demikian Winaryo, begitu terpilih menjadi anggota DPR Propinsi NTT, dana POKIR saya semua saya kasih bantuan uang tunai untuk UMKM. “Boleh dicek itu. Waktu itu saya agak kecewa juga dengan Kadis Sosial kita … minta data susah setengah mati, bukan hanya data kita minta bantu tanda tangan persyaratan saja setengah mati, dia bekin susah. Tidak tahu ini politik apa saya juga tidak ngerti,” sebutnya.

Padahal saya minta supaya ditolong, inikan kebutuhan masyarakat tetapi POKIRnya saya di DPRD … dia bekin susah. Sekarang sudah saya punya Kadis. Nggak macam-macam dia … mau marah tapi sudah la. Padahal uang APBD Propinsi tetapi orang kabupaten bekin susah saya, padahal untuk masyarakat. Saya punya Kadis-Kadis dorang yang sekarang jangan bekin begitu. Kalau untuk kepentingan masyarakat bantu, apapun itu tolong dibantu. Jangan omong politik la. Politik itu urusan lain.

Jangan karena dia punya kakak mau maju ini dia punya saingan dia bekin susah, akhirnya yang susah masyarakat. Saya alami itu. Sekarang saya punya Kadis ada lihat setiap hari, tetapi sudah. Malah saya jadi baik sama dia … sudah la. Politik tidak boleh begitu.

“Saya begitu merasa bahwa bantuan untuk UMKM itu sangat penting sehingga masyarakat itu ada kemudahan mendapatkan uang agar bisa maju dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.

Harapan saya ketika menjadi Wakil Bupati Alor ini saya pengen sekali UMKM itu bisa berjalan. UMKM itu penggerak nomor satu ekonomi di Indonesia. UMKM itu sekarang penggeraknya sudah banyak di Alor, katanya.

Dijelaskannya, saat ini pihak bank melalui KUR UMKM kita bisa mendapatkan modal usaha, sehingga UMKM kita berkembang pesat, tidak perlu lagi ada produk-produk dari luar, misalnya keripik pisang dari Bali, padahal kita punya pisang di Alor lebih banyak.

Tetapi saat ini demikian Winaryo, UMKM sudah semakin bagus di Alor. UMKM semakin maju. Dibawah pimpinan Kadis Koperasi Zainal Nampira, S.PI saya berharap dibawah pimpinan Bupati dan saya kita terus kembangkan UMKM, sehingga masyarakat Alor semakin maju.

Wabup Alor menaruh harap agar ada pengusaha-pengusaha baru yang hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Alor. Harus ada pengusaha-pengusaha asli Alor. Orang tanya saya kenapa buka indomaret. Saya tegaskan kehadiran Indomaret tidak mengganggu UMKM kita. Punya kios, saya beli rokok tidak harus lari ke Indomaret, harga di kios lebih murah koq. Boleh dicek. Tetapi kenapa harus dibangun, karena peradaban sudah berubah. Tugas kami pemerintah untuk menjaga UMKM kita tetap jalan. Salah satunya memberikan bantuan modal.

Ditegaskan Winaryo, bantuan modal usaha ini menjadi skala prioritas, yang sudah mulai berkembang tetapi masih membutuhkan modal kita beri dukungan, kita bantu modal, kalau ada yang kurang kita fasilitasi di bank untuk berikan KUR dengan bunga yang murah.
Ke depan makanan padang jangan dari luar saja yang kuasai, orang Alor juga harus bisa masakan padang. Saya mau UMKM-UMKM, usaha-usaha makanan kuliner juga begitu. Mama-mama dorang pintar masak bekin juga rombong-rombong yang enak-enak, jangan dari luar semua yang datang buka rombong.
Jangan hanya ada rombong lamongan, jember, padang dan sebagainya. Harus ada rombong Alor Kecil, harus bisa, kalau makanannya enak kenapa nggak. Saya berani kasih bantuan, kita tes dulu. Harus berani.

Winaryo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya penyerahan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM di Kabupaten Alor Pada Tahun 2026 yang berjumlah 228 Pelaku UMKM.

Ini bentuk dukungan bagi kemajuan UMKM sehingga dapat bersaing dan mampu naik kelas, mengembangkan skala usahanya dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih mengingat UMKM memiliki peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan. Semoga dengan penyerahan bantuan pemerintah ini mampu memperkuat basis kegiatan usaha, sehingga dapat berkembang semakin kokoh dan tidak mudah goyah

Menurut Winaryo, UMKM merupakan pilar penting yang tangguh dalam pembangunan ekonomi Indonesia, sehingga terus-menerus didorong untuk tumbuh dalam rangka meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Langkah kongkrit pada masa Pandemi Covid 19 Kontribusi UMKM mampu mempertahankan perekonomian di daerah.

Di Kabupaten Alor sendiri, sampai pada tahun 2026 UMKM yang berjumlah 2.252 pelaku usaha dengan menyerap tenaga kerja 4.504 tenaga kerja. Gambaran tersebut tentunya menjadi sebuah harapan bagi kita semua, bahwa sektor UMKM adalah potensi yang harus diberdayakan dan dikembangkan, sehingga penguatan pengelolaan bisnis menjadi sebuah hal mendasar yang harus diupayakan, termasuk dalam pengelolaan dan pembukuan keuangan. Kurangnya perhatian pelaku usaha terhadap hal krusial dalam keuangan ini menjadi permasalahan yang banyak ditemukan, sehingga pemasukan dan pengeluaran keuangan tidak tercatat dengan jelas dan rapi. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini akan berdampak terhadap perkembangan bisnis kedepan, yang menghambat para pelaku UMKM untuk melihat kondisi dan perkembangan bisnis, termasuk keuntungan maupun kerugian dalam kegiatan usaha.

Sepatutnya Bantuan Sosial dari Pemerintah ini kita maknai bersama sebagai sebuah pijakan bagi UMKM, untuk mengembangkan usaha dan membawa berbagai implikasi positif terhadap perekonomian daerah. Berkembang dan berdayanya UMKM, saya harap mampu berdampak selaras terhadap turunnya angka pengangguran dan angka kemiskinan di Kabupaten Alor. Selain itu, saya berharap kedepan para pelaku UMKM dengan berbagai produk unggulannya, dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung kejayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Alor, pungkasnya. *** morisweni

Pos terkait