LPS Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat dan Nelayan di Kabupaten Alor

Ketua LPS II Surabaya, Pimpinan Bank NTT dan para nelayan dan masyarakat dalam satu sesi foto. FOTO:OM MO/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS II menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan kepada Masyarakat dan Nelayan Kabupaten Alor di Pantai Mali, Kabupaten Alor, pada 25 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 250 nelayan dan masyarakat setempat serta menghadirkan narasumber dari LPS, OJK, dan Bank NTT.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menabung di bank, pengelolaan keuangan yang sehat, penjaminan simpanan oleh LPS, kewaspadaan terhadap pinjaman ilegal, serta pemanfaatan akses pembiayaan untuk mendukung kegiatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Masyarakat dan nelayan serius mengikuti penyajian materi. FOTO:OM MO/RP

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa hasil kerja keras masyarakat perlu dikelola dan disimpan dengan aman melalui perbankan.

“Setiap uang yang diperoleh dari hasil melaut dan aktivitas ekonomi lainnya merupakan aset yang berharga. Jangan sampai disimpan pada tempat yang beresiko hilang seperti celengan, lemari, dan sebagainya. Menyimpan uang di bank menjadi penting karena dapat memberikan keamanan, kemudahan transaksi, serta perlindungan karena simpanan nasabah dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap masyarakat semakin percaya memanfaatkan layanan perbankan agar simpanan masyarakat tetap terjaga dengan aman,” ujar Bambang.

Ketua LPS II memberikan piagam penghargaan kepada Direktur Keuangan Bank NTT sebagai salah satu nara sumber. FOTO:OM MO/RP

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

“Menabung harus menjadi kebiasaan yang dimulai dari menyisihkan, bukan menyisakan. Selain itu, masyarakat perlu memahami risiko dan bahaya pinjaman ilegal agar terhindar dari masalah keuangan yang dapat merugikan keluarga,” jelas Yan Jimmy.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan & Treasury Bank NTT, Heru Helbianto, menyampaikan bahwa Bank NTT terus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui berbagai layanan perbankan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ketua LPS II foto bersama salah seorang anggota masyarakat usai memberikan hadiah. FOTO:OM MO/RP

“Program KUR yang tersedia di Bank NTT diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” ungkap Heru.

Ketua LPS II sedang menyajikan materi. FOTO:OM MO/RP

Melalui kegiatan ini, LPS bersama OJK dan Bank NTT berharap masyarakat dan nelayan Kabupaten Alor semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, menabung di bank, serta memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab. *** morisweni

Pos terkait