KALABAHI,RADARPANTAR.com—Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS II menyelenggarakan kegiatan “Bersama LPS, UMKM Naik Kelas” yang mengusung tema Edukasi dan Literasi Keuangan bersama Pelaku UMKM Kabupaten Alor pada, Jumat 26 Juni 2026 di Aula Perjuangan, Kabupaten Alor. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Ekspedisi LPS di Alor sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan serta memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, dan menghadirkan narasumber dari LPS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Bank NTT. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan usaha, pentingnya pencatatan keuangan, akses pembiayaan, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan dunia usaha.
Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian yang terbukti mampu bertahan saat terjadi krisis. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha sehingga berpotensi menghambat perkembangan bisnis.
“UMKM merupakan sektor yang tangguh dan menjadi penopang perekonomian, terutama saat menghadapi krisis. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin membantu Bapak dan Ibu memahami pengelolaan keuangan yang lebih baik agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Bambang.
Pada sesi materi, Deputi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS II, Bayu Permana Jati, mengajak pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha agar mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

Bayu Permana Jati sedang menyajikan materi. FOTO:MW/RP
“Dunia usaha terus berubah. Pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan agar tetap bertahan dan mampu menangkap peluang untuk meningkatkan usahanya,” jelas Bayu.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Johannes, menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan informasi (asymmetrical information) antara perbankan dan pelaku UMKM akibat belum optimalnya pencatatan keuangan. Untuk itu, Bank Indonesia menghadirkan aplikasi SIAPIK sebagai solusi pencatatan keuangan yang mudah digunakan oleh pelaku usaha.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi, Glaanthyano S. R. Ndoen, memperkenalkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT dengan suku bunga sebesar 6% per tahun sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Pinca Bank NTY Cabang Kalabahi dalam satu sesi foto saat sedang menyajikan materi. FOTO:OM MO/RP
Melalui kegiatan ini, LPS bersama Bank Indonesia dan Bank NTT berharap pelaku UMKM di Kabupaten Alor semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, memiliki pencatatan usaha yang tertib, serta mampu memanfaatkan akses pembiayaan secara optimal sehingga dapat meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. *** morisweni



![20250217_153140[1] Kepala Seksi PIdana Khusus Kejaksaan Negeri Alor, Bangkit Y.P. Simamora, SH, MH. FOTO:MW/RP](https://radarpantar.com/wp-content/uploads/2025/02/20250217_1531401-200x112.jpg)


