KALABAHI,RADARPANTAR.com-Kontingen Lomba Paduan Suara Remaja asal Kabupaten Alor yang mewakili Propinsi Nusa Tenggara Timur di ajang Pesparawi Nasional XIV di Monokwari, Papua Barat tiba di Kalabahi, Jumat (26/06/2026). Tiba di Kalabahi, 38 penyanyi remaja, pelatih dan pendamping diterima Majelis Jemaat Harian (MJH) Pola Tribuana Kalabahi secara sederhana.
Disaksikan media ini, Kontingen Paduan Suara Remaja asal Kabupaten Alor wakil Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dipimpin Domy Salmau sebagai Ketua Kontingen tiba di Gereja Pola Tribuana Kalabahi bersama Ketua LPPD Kabupaten Alor Obeth Bolang, Sekretaris LPPD Anis Obisuru dan beberapa pendamping. Mereka diterima secara sederhana tetapi kental dengan suasana kekeluargaan oleh MJH Pola Tribuana Kalabahi dan sejumlah orang tua penyanyi paduan suara remaja.
Ketua LPPD Kabupaten Alor Obeth Bolang dalam sapaan penerimaan tak mampu menyembunyikan rasa hormat dan penuh syukur kepada Tuhan yang telah memimpin kontingen Pesparawi NTT asal Kabupaten Alor sejak berangkat dari Kalabahi Alor menuju Kupang melewati lautan. Berangkan dari Kupang menuju Monokwari mengikuti kontestasi dan kembali dengan selama dan suka cita di Kalabahi, Alor pada Jumat (26/06/2026).
Bolang mengibaratkan keberangkatan kontingen menuju Pesparawi Monokwari sama seperti bangsa Israel menuju Mesir melewati Laut Tiberau sebelum masuk ke Kanaan, kota penuh susu dan madu yang dijanjikan Tuhan.

Rombongan Pesparawi Remaja saat penerimaan di Gedung Kebaktian Pola Tribuana Kalabahi. FOTO:OM MO/RP
Sebagai Pimpinan LPPD yang ikut dalam kontingen ini demikian Bolang, ia merasakan mujisat Tuhan benar terjadi, tidak ada yang rasa sulit. 13 Juni dengan Kapal Cepat menuju Kupang. Diterima LPPD Propinsi NTT dan Kementrian Agama, nginap di Timore Hotel. Berangkat menuju Monokwari melalui Bandar Udara Hasanudin Makassar. Tiba di Bandar Udara Sorong sebelum ke onokowari, dan tiba di Monokwari tanggal 17 Juni.
Di Monokwari rombongan diterima oleh panitia dan Keluarga Flobamora yang ada di Monokwari. Rombongan di tempatkan di SMK Perhotelan Monokwari. Di sana anak-anak paduan suara remaja latihan, tes panggung dan mengikuti ibadah minggu.
Selanjutnya terang Bolang, anak-anak paduan suara remaja, mempersembahkan pujian melalui tiga lagu lomba di ajang Pesparawi Nasional yang di pusatkan di Kampus Universitas Papua di Monokwari dengan sangat luar biasa pada tanggal 22 Juni 2026.

Setelah manggung pada tanggal 22 Juni 2026, tepatnya pada tanggal 23 Juni langsung kembali. Setelah beberapa waktu di Kupang, rombongan baru kembali Alor pada hari ini 26 Juni 2026 dengan menggunakan pesawat terbang.
Bolang menyampaikan terimakasih dan rasa bangga kepada Bapak/Ibu Pendeta di Kalsis ABAL, Teluk Kabola dan KMJ termasuk orang tua 38 penyanyi dan pelatih atas doa dan dukungan yang telah diberikan kepada rombongan Pesparawi asal Kabupaten Alor.
Memuji Tuhan kata Bolang jangan hanya dilakukan pada saat lomba tetapi ke gereja masing-masing, pujian harus terus dikomandangkan melalui paduan suara dan vocal group.
Bolang juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Alor atas dukungan anggaran yang telah diberikan kepada LPPD untuk suksesnya kegiatan ini.
Kepala Satlak Penangglangan Bencana Daerah Kabupaten Alor ini juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Keluarga Alor di Monokwari. Ada keluarga Alor yang tidak seiman tetapi tulus hati melayani rombongan mulai dari hari pertama hingga hari terakhir selama rombongan berada di sana.
Tuhan gerakan secara luar biasa … cara keluarga Alor di Monokwari melayani romongan selama berada di sana sangat menginspirasi kehidupan bersama.
Menurut Bolang, hasil lomba Pesparawi Nasional XIV ini baru akan diumumkan pada Minggu 28 Juni 2026 di seremonial penutupan.
“Anak-anak kita tampil sangat luar biasa, karena itu kita berharap bisa mendapatkan champion,” ungkapnya.
Yang menarik, Sekretaris LPPD Kabupaten Alor Anis Obisuru yang ikut mendampingi rombongan Pesparawi Propinsi Nusa Tenggara Timur asal Kabupaten Alor mengakhiri penerimaan sederhana rombongan membacakan suara hati anak-anak muda asal Alor di Monokwari yang sudah ia post di dinding akun face booknya.
Berikut suara hati anak-anak muda asal Alor di Monokwari,
TERIMA KASIH, Suara hati dari Angkatan Muda Alor di Manokwari.

Sekretaris LPPD Anis Obisuru sedang menyampaikan suara hati anak-anak muda asal Alor di Monokwari. FOTO:OM MO/RP
Air Mata di Ujung Bandara Rendani, Pamitan Rasa Nusa Kenari
Bapak/Ibu Pendamping, Ketua Rombongan, Ketua LPPD Kabupaten Alor, serta Kakak-Adik Peserta Pesparawi yang terkasih.
terkhusus Tanah Alor tercinta…
Hari ini, angin Manokwari terasa lebih dingin dari biasanya. Langkah Kaki Bapak, Ibu, Kakak, dan Adik-adik sekalian yang bersiap kembali ke Tanah Kelahiran—Negeri Nusa Kenari, Negeri 1000 Moko—membawa separuh dari Jiwa kami pergi. Kebersamaan yang Singkat dalam Rangkaian Kegiatan Pesparawi ini telah Mengukir Cerita yang teramat dalam di Sanubari kami, anak-anak Alor di Tanah Papua.
Sebagai manusia yang tak luput dari Khilaf, dari lubuk hati yang paling dalam, kami anak-anak Alor di Manokwari memohon maaf yang sebesar-besarnya. Selama melayani Bapak, Ibu, dan Kakak-Adik sekalian—sejak hari Pertama menginjakkan kaki di Kota Injil hingga Detik-detik menjelang Kepulangan—pasti ada Kekurangan, Kekhilafan, kata-kata yang Tersilap, atau Pelayanan kami yang kurang berkenan.
Kami telah Berjuang memberikan yang terbaik yang kami mampu, namun jika ada Kenyamanan yang terganggu, mohon simpanlah Kekurangan itu di Samudera Luas yang kita seberangi, dan bawalah Pulang hanya Kenangan Manis yang telah kita Rajut.
Saya berdiri di sini, seorang Muslim, anak Kandung Rahim Alor. Namun di Hadapan Persaudaraan kita, Sekat Keyakinan itu LEBUR menjadi satu rasa: KASIH.
Leluhur kita di tanah Alor telah menitipkan warisan berharga tentang TOLERANSI, tentang TARE UTAN, tentang hidup berdampingan yang kokoh. Dengan bekal Amanah Leluhur itulah, saya merasa Teramat Tegar, Bangga, dan Terhormat bisa melayani Keluarga, kakak-adik, serta Bapak-Ibu sekalian. Menjaga dan Melayani kalian di Tanah Rantau ini bukan sekadar Tugas, melainkan Panggilan Darah dan Bukti bahwa Persaudaraan kita melampaui segalanya.
“Biar Raga terpisah jarak, biar Keyakinan kita berbeda di hadapan Sang Pencipta, namun di dalam dada kami, Darah Alor dan Rasa Cinta pada Nusa Kenari mengalir sama derasnya.”
Titipan Salam untuk Tanah Leluhur
Bapak, Ibu, Kakak, dan Adik sekalian… ketika kapal atau pesawat membawa kalian mendarat kembali di bumi Nusa Kenari, kami titipkan rindu yang membuncah ini.
Titip salam takzim kami untuk keluarga di rumah.
Titip sembah sujud kami untuk orang-orang tua kita yang menanti.
Dan titipkan rasa hormat kami pada TANAH, AIR, UDARA, serta para LELUHUR yang menjaga tanah kelahiran kita.
Katakan pada mereka, anak-anak Rantau Alor di Manokwari tidak Pernah Lupa Jalan Pulang, dan kami di sini selalu menjaga nama baik Rahim yang melahirkan kami.
Jangan kenang kami dari kemewahan yang tidak bisa kami berikan, tetapi kenanglah kami dari keringat, ketulusan, dan air mata yang tumpah demi memastikan Bapak, Ibu, dan Adik-adik semua merasa aman di tanah Papua. Pelayanan kami adalah wujud bakti dan cinta kami yang tak bersyarat untuk tanah kelahiran.
Selamat jalan, Bapak-Ibu pendamping yang bijaksana. Selamat jalan, Ketua Rombongan dan Ketua LPPD yang luar biasa. Selamat jalan, Kakak dan Adik-adik peserta Pesparawi—gema suara indah kalian akan tetap tinggal di langit Manokwari.
Selamat jalan menuju Negeri 1000 Moko.
Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati perjalanan pulang selamat sampai di Negeri 1000 moko,…..
Manokwari, 23 Juni 2026
Angkatan Muda Alor Manokwari
Adhy dkk. *** morisweni



![20250217_153140[1] Kepala Seksi PIdana Khusus Kejaksaan Negeri Alor, Bangkit Y.P. Simamora, SH, MH. FOTO:MW/RP](https://radarpantar.com/wp-content/uploads/2025/02/20250217_1531401-200x112.jpg)


