Tebus Janji Kampanye, Wabup Alor Serahkan Bantuan Laptop dan Starlink Kepada 32 Sekolah

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH menyerahkan bantuan laptop dan starlink kepada 32 sekolah yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Alor. Kondisi geografi Alor yang berbukit-bukit dan lemba mengakibatkan banyak wilayah yang belum mendapat akses internet. Dalam sebuah kampanye Pilkada, spontan saya bilang akan mencari cara menyediakan jaringan internet bagi sekolah-sekolah yang ada di wilayah terpencil mendukung ujian tes kemampuan akademik. Saya buktikan hari ini dengan menyerahkan bantuan laptop dan starlink bagi sejumlah SD-SMP, Rocky Winaryo usai menyerahkannya kepada para Kepala Sekolah penerima bantuan, Senin (26/10/2026).

Wabup Alor menyerahkan bantuan laptop dan starlink secara simbolis kepada salah seorang Kepala Sekolah penerima bantuan. FOTO:OM MO/RP

Bacaan Lainnya

Hari ini kita menyerahkan bantuan starlink dan laptop. Dulu di kampanye-kampanye awal itu yang pertama kali ngomong startlink itu saya. Secara spontan saya sampaikan. Kebetulan saya ngerti juga manfaat teknologi ini, sebut Winaryo sebelum menyerahkan bantuan laptop dan starlink bagi 32 Kepala SD/SMP di Kabupaten Alor yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.


Saya bilang di kampanye Pilkada pada saat itu, tidak ada cara lain untuk kita bantu sekolah di pedalaman agar bisa akses internet. Harus dengan starlink. Saya ngomong waktu itu dan ternyata kita bagikan starlink pada hari ini kepada sejumlah sekolah, ujar Winaryo.


Kepada para kepala sekolah penerima bantuan Wakil Bupati Alor minta agar ikut mengawasi pekerjaan yang yang dilaksanakan oleh pihak ketiga di sekolahnya masing-masing. Kalau ada kontraktor yang kerjanya tidak beres, silakan menyampaikan laporan kepadanya sebagai Wakil Bupati Alor atau kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.


Winaryo minta kepada para kepala sekolah yang mendapatkan pekerjaan melalui program revitalisasi agar dapat mempekerjakan kontraktor yang mampu kerja. “Mau tim sukses keq … mau siapa keq, kalau dia kerja salah kita susah. Kalau di murni mungkin tidak apa-apa. Tetapi di perubahan ini harus kasih kerja di orang yang mampu agar tidak ada SILPA-nya,” pungkasnya.

Penerima bantuan dalam satu sesi toto bersama Wabup Alor dan sejumlah pejabat eselon II. FOTO:OM/RP

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Mas Nurdin, ST mengatakan, hari ini kita laksanakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Kabupaten Alor yakni, pemberian bantuan TIK yakni melalui penyerahan perangkat laptop dan starlink.


Terimakasih Wakil Bupati Alor karena mesti dihantui dengan berbagai kesibukan tugas yang begitu padat tetapi masih meluangkan waktu untuk menyerahkan bantuan laptop dan starlink kepada para Kepala UPTD SD dan SMP di Kabupaten Alor, kata Mas Nurdin.


Hari ini Bapak Wakil Bupati akan menyerahkan bantuan TIK kepada 32 sekolah yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Alor dimana untuk jenjang satuan Sekolah Dasar ada 22 sekolah dan 10 sekolah untuk SMP.


Kegiatan penyerahan bantuan ini menurut Mas Nurdin merupakan komitmen penting bagi pemerintah daerah soal bagaimana kita mempercepat proses digitalisasi pendidikan maupun memangkas akses kesenjangan informasi yang berada di daerah 3T seperti yang ada di Kabupaten Alor.


Kita menyadari bahwa tantangan terbesar dalam dunia pendidikan adalah bagaimana kita bisa mengakses pekerjaan dengan laptop ataupun akses kerja dengan starlink yang hari ini akan diserahkan kepada para kepala sekolah, katanya.


Mas Nurdin menaruh harap agar bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi para sekolah untuk mengakses jaringan internet maupun mengakses perangkat teknologi pada kegiatan seperti tes komptensi akademik yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan asesmen nasional berbasis komputer.


Kita berharap para kepala sekolah bisa memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Perangkat teknologi seperti starlink dan laptop yang diserahkan ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah. Jangan digunakan untuk kepetingan lain, pinta Mas Nurdin.


Selanjutnya, perangkat teknologi harus dijaga secara baik sehingga jangka waktu pemakaiannya bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Jangan sampai kita gunakan untuk hal-hal yang bukan untuk kepentingan sekolah.


Parengkat teknologi ini harus digunakan untuk kebutuhan sekolah, untuk tes komptensi akademik. Sehingga setiap tahun kita bisa mengukur kemampuan dan komptensi dari anak didik kita, pinta Mas Nurdin menambahkan. *** morisweni

Pos terkait