KALABAHI,RADARPANTAR.com-25 Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) Semester V Kelas B melakukan Kuliah Lapangan (KL) selama dua hari yakni Jumat-Sabtu,23-24 Oktober 2026 di SMA Kristen 3 Kalabahi. Kuliah Lapangan ini mendapat apresiasi positif dari Kepala SMA Kristen 3 Kalabahi, Maria Yuliana, S.Pd. Pasalnya, sangat berdampak bagi anak-anak didiknya secara khsus dan berdampak juga bagi SMA yang dipimpinnya saat ini. Karena itu orang nomor satu di SMA milik Yayasan Tominuku itu menitipkan harapan buat pengelola program studi Teknik Informatika UNTRIB Kalabahi bahwa Kuliah Lapangan ini bukan untuk yang terakhir.
Permintaan bernada harapan ini disampaikan Maria Yuliana kepada wartawan media ini usai melepaskan kembali 25 mahasiswa program studi Teknik Informatika UNTRIB Kalabahi yang selama dua hari melaksanakan Kuliah Lapangan di SMA Kristen 3 Kalabahi, Sabtu (24/10/2026).

Kasek SMA Kristen 3 Kalabahi Maria Yuliana dan Dosen Pengasuh Jon Molina, M.Kom dalam satu sesi foto bersama mahasiswa kuliah lapangan usai acara penutupan. FOTO:OM MO/RP
Untuk diketahui, Kuliah Lapangan ini diasuh dosen Jon Idrison Molina, M.Kom untuk mata kuliah Komputer dan Masyarakat Dalam Konsep Kegiatan Pengabdian Masyarakat bersama mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester 5 kelas B.
Sekolah Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah SMA Kristen 3 Kalabahi yang dilaksanakan pada hari Jumad-Sabtu, 23-24 Oktober 2026, dengan agend kegiatan, Pelatihan Word dan Excel bagi Siswa/Siswi serta Perbaikan laptop dan komputer sekolah.
Kuliah Lapangan yang mengusung thema IT Berdampak ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa selama kuliah dan merupakan bagian dari proses pembelajaran selama kegiatan 2 hari karena anak-anak mahasiswa mendapatkan hal-hal baru untuk menambah skill IT mereka.
Maria Yuliana mengaku menyambut baik niat dosen pembimbing, Jon Molina yang menyampaikan niat baiknya menjadikan SMA Kristen 3 Kalabahi sebagai sekolah sasaran Kuliah Lapangan, setelah membangun percakapan bersama. Apalagi setelah melihat surat pengantar dari kampus program studi Teknik Informatika UNTRIB Kalabahi, dua kegiatan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yakni, pelatihan program Word dan Exel bagi peserta didik atau siswa/siswi dan kegiatan perbaikan laptop dan komputer sekolah yang rusak bermanfaat bagi anak didik dan sekolahnya.
Jadi, setelah melihat rencana kegiatan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat melalui kuliah lapangan ini Yuliana mengaku kegiatan bagus dan bermanfaat bagi sekolah pada umumnya dan tertutama bagi peserta didik di sekolah yang dipimpinnya.

Kepala SMA Kristen 3 Kalabahi, Maria Yuliana, S.Pd. FOTO:’OM MO/RP
Sudah banyak anggapan masyarakat, orang tua murid bahwa Fakultas MIPA khususnya program studi Teknik Informatika itu mahasiswanya tidak bisa melakukan praktek lapangan karena kebanyakan laptop atau komputernya rusak, karena itu mereka menyarankan lebih baik memilih program studi lain jika melanjukan pendidikan di Kampus UNTRIB Kalabahi, atau mengambil program studi Teknik Informatika di kampus lain di luar Alor.
Yuliana kemudian mengungkapkan pengalaman yang dialaminya secara langsung dengan melarang anaknya untuk mengambil program studi Teknik Informatika di Kampus UNTRIB Kalabahi setelah menamatkan SMA. Saya bilang di anak saya kalau mau kuliah di UNTRIB na pilih program studi lain, yang lebih baik. Di situ (Teknik Informatika) adi mau apa. Akhirnya anaknya memilih program studi PG PAUD.

Mahasiswa Prodi Teknik Informatika sedang memperbaiki laptop milik SMA Kristen 3 Kalabahi yang rusak. Sebelumnya 2 laptop yang rusak berhasil diperbaiki. FOTO:OM MO/RP.
Tetapi demikian Yuliana, setelah kehadiran Pak Jon Molina sebagai dosen pengasuh bersama 25 mahasiswa selama dua hari melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah yang dipimpinnya, ia baru percaya karena merasakan secara langsung bahwa ternyata rasa enggan orang tua murid untuk memberikan kesempatan kepada anak mereka memilih program studi Tekni Informatika karena alasan keterbatasan karena tidak memiliki laptop dan komputer yang mumpuni itu tidak benar atau terbantahkan.
Yuliana mengklaim bahwa bisa saja ini cara Tuhan bagi mahasiswa program studi Teknik Informatika UNTRIB Kalabahi untuk membuktikan bahwa mahasiswa asal program studi itu bisa melakukan sesuatu yang berdampak bagi orang lain, terutama bagi sekolah dan siswa-siswi SMA Kristen 3 Kalabahi melalui kegiatan Kuliah Lapangan.

25 mahasiswa-mahasiswi program studi Teknik Informatika menurut Yuliana telah membuktikan hasil karya yang bermanfaat bagi siswa-siswi di SMA Kristen 3 Kalabahi, antara lain sebanyak dua unit laptop milik SMA Kristen 3 Kalabahi yang berhasil diperbaiki mahasiswa Teknik Informatika, dan sementara digunakan oleh guru-guru. Dua laptop yang berhasil diperbaiki ini sebelumnya telah diperbaiki tukang service di Kalabahi tetapi rusak kembali setelah satu hingga dua kali digunakan. Tetapi puji Tuhan, melalui mahasiswa Teknik Informatika, laptop yang rusak itu berhasil diperbaiki dan kami sudah gunakan kembali.
Kami tidak punya perlengkapan lain, kami hanya punya beberapa laptop dan chromebook. Chromebook ini dapat digunakan oleh anak-anak dan juga guru. Komputer yang sekolah dapat bantuan dari pemerintah itu juga harus diinstal lagi. Kemaren sekolah instal itu juga sekolah bayar, tetapi ternyata harus diinstal lagi, dan anak-anak mahasiswa sementara menginstal ulang komputer sekolah.

Kasek SMA Kristen 3 Kalabahi dan Dosen Pengasuh dari Prodi TI Untrib Jon Molina, M.Kom di serimonial penutupan KL. FOTO:OM/RP
Orang nomor satu di SMA Kristen 3 Kalabahi itu mengaku bahwa kehadiran Bapak Jon Molina dan 25 mahasiswa program studi Teknik Informatika dalam kuliah lapangan ini tidak saja dirasakan manfaatnya oleh keluarga besar SMA Kristen 3 Kalabahi. Tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh guru-guru SD GMIT Mebung yang kebetulan berada dalam satu area. “Guru-guru SD juga ada bawa mereka punya laptop datang. Itu artinya dampak baik yang dilakukan mahasiswa terhadap kami di SMA Kristen 3 juga bermanfaat bagi sekolah tetangga kami,” ungkapnya.
Selanjutnya, hal baik berikut yang ia temui dari kehadiran mahasiswa selama dua hari berada di sekolahnya itu adalah bahwa kemampuan mahasiswa yang mereka terima dari kampus, mereka datang dan mereka langsung berhadapan dengan anak-anak didik, mereka membimbing anak-anak sampai mereka berhasil mengoperasikan laptop. Dan kami harus akui bahwa pembelajaran TIK di sekolah ini kurang maksimal, karena sekolah kami tidak memiliki guru TIK.
Guru yang mengajar TIK di seklolah ini merupakan guru yang memiliki komptensi mengajar mata pelajaran lain. Bukan sarjana TIK, dan hanya mengandalkan satu, dua laptop. Chromebook itu kebanyakan layar sentuh, anak-anak pegang mouse saja itu gemetar. Karena kami memiliki perlengkapan TIK yang sangat kurang, mau dibilang ya … tidak ada.
Tetapi jelas Yuliana, dua hari mahasiswa program studi Teknik Informatika dari UNTRIB Kalabahi berada di sekolah ini, dan melakukan pendampingan, ‘saya tanya mereka, bagaimana,’ … Ibu, kita sudah bisa, kata siswa-siswi menjawab Kepala Sekolah mereka.
Yuliana menegaskan bahwa anak-anak didiknya mengatakan bisa setelah dilakukan pendampingan selama dua hari oleh mahasiswa Teknik Informatika dari UNTRIB karena ia melihat langsung jika anak-anak didiknya langsung dilatih dengan satu paragraf.
Menurut Yuliana, materi dasarnya sudah anak-anak didiknya dapat dari guru TIK, sehingga begitu mahasiswa datang dengan praktek lapangan ya anak-anak langsung nyambung. Ada perpaduan antara guru mata pelajaran TIK yang asuh mereka dengan adik-adik mahasiswa yang langsung memberikan praktek.
Ditambahkannya, laptop yang berhasil diperbaiki adik-adik mahasiswa itu sudah beberapa kali diperbaiki dan itu dibayar, tetapi kemudian tidak bisa digunakan meskipun hidup. Karena rusak, laptop itu digunakan dalam waktu yang cukup lama, tetapi tadi saya cek bilang sudah bisa digunakan.
Jadi, kuliah lapangan dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang diasuh oleh Bapak Jon Molina selama dua hari di sekolah kami ini sangat bermanfaat dan memiliki bukti karya yang nyata dirasakan oleh oleh anak-anak dan kami guru-guru. Dan, Senin pekan depan kami Tes Kemampuan Akademim (TKA) ini pasti kami gunakan laptop yang sudah diperbaiki mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa Teknik Informatika UNTRIB Kalabahi punya komptensi yang mumpuni di bidangnya, mereka tidak kalah saing dengan mahasiswa teknik informatika dari kampus lain di Indonesia.
Yuliana berharap agar kegiatan yang bermanfaat seperti ini bukan yang terakhir. Saya punya kerinduan kalau dapat bisa ada lagi di Februari 2027 atau Juni tahun depan kita berjumpa lagi. Kalau sebelumnya Bapak Jon yang datang minta SMA Kristen 3 Kalabahi jadi tempat kegiatan Kuliah Lapangan, ke depan SMA Kristen 3 Kalabahi yang mengundang Bapak Jon dan mahasiswa program studi Teknik Informatika UNTRIB Kalabahi. *** morisweni






