KALABAHI,RADARPANTAR.com-Gubernur NTT Melkiades Laka Lena tak mampu menyembunyikan kekagumannya terhadap kerja keras pemerintah Kabupaten Alor membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendatangkan anggaran tambahan di tengah kebijakan penghematan atau efisiensi anggaran. Apresiasi yang tinggi sebagai Gubernur NTT, saya sampaikan kepada pemerintah Kabupaten Alor yang mendapatkan dana transfer tambahan terbesar kedua setelah Kabupaten Kupang, Melki Laka Lena dalam RUPS Luar Biasa Bank NTT, Senin (26/10/2026).
Meski masih banyak yang harus dibenahi, penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Alor dibawah kepemimpinan Iskandar Lakamau-Rocky Winaryo mendapatkan pujian dari Gubernur NTT Melkiades Laka Lena. Pasalnya, pemerintah Kabupaten Alor mendapatkan dana transfer tambahan terbesar kedua di NTT setelah Kabupaten Kupang.
Melalui RUPS Luar Biasa Bank NTT yang diikuti Wakil Bupati Alor secara zoom meeting, Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Alor yang mendapatkan dana transfer tambahan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp. 153 Milyar lebih atau terbesar kedua setelah Kabupaten Kupang dari 22 Kabupaten/Kota di NTT.
Oleh pemerintah Kabupaten Alor, sebagian besar dari dana transfer tambahan ini digunakan untuk membayar gaji P3K Paruh Waktu yang mencapai 3 ribu lebih orang.
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo membenarkan apresiasi dan pujian Gubernur NTT atas kinerja terbaik yang diperoleh dalam hal mendatangkan anggaran tambahan dalam sambutan sebelum menyerahkan bantuan laptop dan starlink kepada 32 Kepala Sekolah SD dan SMP di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Senin (26/10/2026).
Gubernur puji pemerintah Kabupaten Kupang dan Kabupaten Alor yang datangkan anggaran yang paling besar. Kabupaten Kupang di urutan pertama, dan Kabupaten Alor di urutan kedua terbanyak dalam mendatangkan anggaran dari pusat, kata Winaryo.
Selain mendapatkan transfer tambahan sebesar Rp. 153 Milyar lebih dari pemerintah pusat sehingga P3K paruh waktu yang sebelumnya hanya kita bayar dengan Rp. 300 Ribu/Bulan, kita bayar dengan Rp. 2,4 Juta/Bulan, Wakil Bupati Alor menegaskan bahwa Kabupaten Alor juga mendapatkan insentif sebesar Rp. 2 Milyar dari pemerintah pusat. Ini salah satu keberhasilan yang kita capai dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Jadi, tambahan dana transfer dan isnetif dari pemerintah pusat ini menurut Winaryo, dilakukan melalui negosiasi yang dibangun pemerintah Kabupaten Alor dengan pemerintah pusat. Ini semua melalui negosiasi, tidak gampang datangkan anggaran dari pusat, ungkapnya.
Wabup Alor merasa bangga karena di tengah kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi, tetapi berkat dukungan doa dan kerja keras kita semua, pemerintahkan pusat memberikan tambahan anggaran dalam jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan kita di daerah ini.
Kepada para kepala sekolah, orang nomor dua di Nusa Kenari tercinta ini minta agar dapat mengawasi dan menjaga kedisiplinan kerja, termasuk disiplin kerja bagi P3K paruh waktu yang gajinya sudah siap kita bayar Rp. 2.400.000/bulan.
Kalau dulu kita hanya bayar Rp. 300 ribu/bulan itu kita mau minta mereka tegakan disiplin kerja juga kita tidak tega, tetapi setelah gajinya naik hingga Rp.2,4 Juta/bulan, kita harus minta agar mereka lebih disiplin dalam melaksanakan tugas dan kerja, ujarnya. *** morisweni






