Pamit Dari Pengurus Nasdem, Amon Djobo : Saya Bersama Keluarga Tak Bisa Lupa Jasa VBL, Bunda Julie dan Nasdem

Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com
Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP resmi pamit dari Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Kabupaten Alor. Memberikan kesempatan kepada kader-kader muda di struktur Nasdem dan faktor usia serta kelelahan mengurus daerah melayani rakyat menjadi alasan ayah satu putri ini pamitan dari pengurus Nasdem. Meski begitu, Djobo bersama keluarga besarnya menegaskan sikap tetap loyal terhadap Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Bunda Julie Laiskodat-Anggota DPR RI yang merupakan kader Partai Nasdem.  Djobo ngaku tak bisa lupa jasa VBL, Bunda Julie dan Partai Nasdem.

Sejujurnya saya mengundurkan diri dari Nasdem itu oleh karena saya cukup lelah dan capai bekerja melayani rakyat dan daerah. Karena saya bekerja ini mulai dari unsur staf merintangi berbagai dinamika dan tantangan hingga mencapai jabatan puncak di birokrasi pemerintahan, hingga mau dua periode menjadi Bupati Alor, sebut Djobo menjawab pekerka media di Ruang Kerjanya,  Senin (23/08).  

Bacaan Lainnya

Karena saya lelah, saya minta mundur dan memberikan kesempatan kepada kader-kader muda sebagai wujud komitmen saya menjaga kaderisasi . Kalau di Kristen itu kita kenal dengan istilah pemuridan, kalau di partai politik itu kita kenal kaderisasi, kata ayah Thesa Djobo ini menambahkan.  

Jadi, demikian Djobo, saya mundur itu tidak ada tendensi-tendensi politik yang lain. Bukan karena saya suka ini, saya tidak suka ini, itu tidak. Tetapi semata-mata karena saya sudah cukup lelah dan capai sehingga saatnya memberikan keteladanan hidup bagi anak-anak muda untuk tampil di garda depan dan sebagai senior kita memilih mendorong memberikan semangat kepada mereka dari belakang mengurus partai.  

“Jangan sampai jabatan satu ini yang melekat pada diri kita sampai masuk ke liang lahat. Itu tidak boleh terjadi,”  ujar Djobo sembari menambahkan lagi bahwa pengunduran diri ini juga bermaksud memberikan kesempatan kepada anak-anak muda, karena usianya sudah mencapai 62 tahun.  

Karena sudah senja usianya sehingga orang nomor satu di Nusa Kenari tercinta itu mengaku kemampuannya juga sudah terbatas, dan saya punya pengaruh apa juga. Saya tinggak satu setengah tahun lagi sudah selesai mengemban tugas sebagai Bupati Alor dan kembali menjadi masyarakat biasa.  

Menurut Djobo, sudah hampir 44 tahun mengabdi bagi daerah ini, karena itu sudah saatnya  secara jujur saya harus mengatakan mundur dari semua jabatan seperti itu.  

Tetapi demikian Djobo, dibalik dari keputusan mengundurkan diri dari Partai Nasdem ini bukan berarti ia lupa Nasdem. “Bukan karena mundur jadi saya lupa kebaikan Nasdem dan kebaikan Pak Viktor dan juga Ibu Julie. Kami satu keluarga yang namanya Keluarga Djobo merasa berhutang budi yang sangat luar biasa dan berat buat Pak Viktor dan Ibu Julie. Untuk itu kami masuk sampai liang lahat juga kami tetap ingat budi baik dari Pak Viktor dan Ibu Julie,” katanya sambil menambahkan sekali lagi bahwa bukan saya mundur ini karena ada tendensi-tendensi lain. Tetapi dengan jujur bahwa sudah saatnya kita kasih kesempatan kepada orang-orang muda pimpin ini organisasi, karena ini organisasi politik.

Dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang muda demikian Djobo, kepada yang sudah tua seperti  kami ini berada di belakang mereka mendorong mereka agar berlari lebih cepat, membuat baik daerah ini sesuai kemampuan yang ada pada mereka.  

“Kalau yang tua-tua masih ada di jabatan seperti itu bagaimana yang muda-muda mau muncul lagi. Kan tentu tidak. Itu pemikiran saya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Keluarga Djobo juga sudah menyarankan kepadanya untuk melepaskan atribut-atribut  yang modep seperti itu karena selama 44 tahun mengabdi, mulai dari pegawai kecil hingga mau 10 tahun menjadi Bupati Alor ini ia tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk mengurus keluarga. “Keluarga punya beban penyesalan kepada saya yang sangat luar biasa. Ketika saya sakit mereka bilang pada saya, Bapak … siapa yang ada datang lihat Bapak. Kecuali Pak Viktor (VBL) dan Ibu Julie. Hutang budi beliau dan istrinya ini tidak pernah kami lupa, sampai masuk liang lahat pun tetapi di hati,” ujar Djobo.  

Yang menarik, Djobo menegaskan  bahwa Nasdem memiliki jasa besar untuknya, karena itu ia tidak mungkin lupa jasa partai pimpinan Surya Paloh ini.  “Saya jadi simpatisan, saya jadi anggota biasa pun, saya akan liha ini Nasdem sebagai organisasi politik yang pernah membesarkan saya dan sekali lagi jasa baik, budi baik dari  Pak Viktor dengan Ibu Julie tidak mungkin kami lupa, termasuk saya pribadi bersama istri dan anak, maupun keluarga Djobo selalu tetap ingat sampai dengan mungkin kiamat tiba … itu jujur,” tandasnya.  

Sekali lagi ditegaskan Djobo, kami berhutang budi yang sangat luar biasa kepada Pak Viktor dengan Ibu Julie. Bukan karena saya tidak suka orang baru saya keluar dari Nasdem baru saya sampaikan statemen seperti ini.  

Pernyataan seperti ini menurut Djobo, sudah ia sampaikan dimana-mana. Saya bilang, secara pribadi saya berhutang budi yang sangat luar biasa kepada Pak Viktor dengan Ibu Julie.  Pada waktu saya ikut Pilkada, saya sakit termasuk pada saat saya menjabat bupati juga Pak Viktor memberikan dukungan material kepada saya.  “Saya mundur ini karena sudah tua dan sudah cukup lelah, sudah cukup capai urus kegiatan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan. Makanya kita serahkan kepada anak-anak muda,” terang Djobo menambahkan.   

Djobo menegaskan sikapnya untuk tetap berada di belakang VBL dan Bunda Julie, apa saja kita dukung. “Untuk beliau (VBL)  duduk dua kali jadi Gubernur NTT dan Ibu Julie ke DPR RI. Saya sudah mundur ini bukan berarti saya tidak suka Nasdem. Nasdem mau pakai saya silakan, tidak pakai pun silakan. Dari sisa masa hidup kalau saya masih mengabdi kalau ada partai mana yang mau gunakan silakan, tetapi saya tidak mau masuk pada pengurus. Kalau hanya jadi simpatisan atau anggota biasa, silakan saja,”  ungkap Djobo.   

Dia mengaku sudah cukup dengan posisinya sebagai orang yang dituakan atau sesepuh di beberapa gereja, seperti di Kemah Injil, di Tribuana, di Bet Ell dan Weslean.  

Untuk jabatan di partai terang Djobo, menghadapi situasi dan dinamika global, orang-orang tua yang sudah tidak kuat dadanya seperti saya ini sebaiknya urungkan niat dan beri kesempatan kepada anak-anak muda yang dadanya masih kuat menghadapi tantangan global.  

Djobo mengaku tetap menjadi simpatisan dan mendukung Nasdem.  “Saya sendiri yang menyampaikan pernyataan waktu itu di Om Moris (wartawan radarpantar.com) betul e … Pak Viktor ini tidak usah kita pakai undang-undang untuk pemilihan kedua ini. Kita pakai aklamasi saja. Ini karena saya lihat ini orang kerja, bukan karena kedekatan saya dengan Pak Viktor. Begitu lah saya punya komitmen. Saya itu lihat hal-hal nyata yang Pak Viktor kerja. Dan Pak Viktor ini bisa merubah pola pikir manusia NTT,” tandas Djobo.  

Menurut dia, VBL ini merupakan satu-satunya Gubernur NTT yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat NTT. Tidak ada pemimpin sebelumnya yang berbuat seperti ini, hanya ada di VBL. 

Djobo kemudian menyebut empat hal menonjol menurutnya yang dimiliki VBL yakni, kejujuran berpikir, kejujuran bersahabat, kejujuran intelektual dan kejujuran religius. Ini hanya ada pada VBL, lain-lain tidak ada.  *** morisweni

Pos terkait