KALABAHI,RADARPANTAR.com-Anggota Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, M.Si ternyata punya penilaian khusus terhadap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Alor Harun Rasyid Miran, SP. Wakil Rakyat dari Fraksi PAN ini menegaskan, Miran memiliki akses ke senayan mendatangkan anggaran untuk membiayai program pembangunan bidang pertanian di Kabupaten Alor. Mengganti Miran dari dinas kemakmuran itu sama dengan kemunduran pertanian di Kabupaten Alor.
Terimakasih Pak Kadis Pertanian Rasid Miran, sapaan akrab Harun Rasyid Miran. Ini Kadis tetapi mentor saya di HMI. Walaupun saya anggota DPR RI tetapi beliau yang perintah pasti saya ikut, kata Ahmad Yohan disambut aplous ratusan penyuluh pertanian di Kabupaten Alor dalam tatap muka dengan Ahmad Yohan dan Pj. Swasembada Pangan Propinsi NTT Kementrian Pertanian RI DR. Ateka, SP, M.Si yang duhadiri juga anggota DPRD Alor dari Fraksi PAN Gunawan Bala, Selasa (05/05/2026).
Sebagaimana yang disaksikan media ini, tatap muka jajaran penyuluh pertanian dengan Ahmad Yohan yang dipandu Rasyid Miran itu berlangsung hangat, penuh dengan semangat kekeluargaan. Rasyid Miran nampak sangat akrab dengan Ahmad Yohan. Romantisme diantara mereka dalam tatap muka itu mirip seperti masih aktif dalam perjuangan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Rasyid sesekali menyapa Ahmad Yohan dengan sebutan Adinda, sebaliknya Ahmad Yohan menyapa Rasyid dengan sebutan Kakanda. Sehingga suasana menjadi lebih cair.
Ahmad Yohan mengaku beda jika berhadapan dengan Kadis Pertanian Kabupaten Alor dengan Kadis di tempat lain. Di Kabupaten lain, kalau ketemu saya pasti ada rasa takut. Sopan-sopan dia. Tetapi Kadis Pertanian Kabupaten Alor ini beda. Dia bisa bentak saya, bisa marah saya, bisa ancam saya. Karena ini mentor saya.
“Jadi kalau bupati ganti beliau (Harun Rasyid Miran) saya pikir itu kemunduran pembangunan pertanian di Kabupaten Alor. Kalau ganti Pak Rasyid itu akan mempengaruhi dukung-dukungan yang lain. Kenapa … bukan soal apa-apa. Kalau saya bekerja senang dengan orang yang lurus, orang yang jujur, orang yang punya komitmen, orang yang punya pengetahuan terhadap bidang tugas yang dipercayakan,” jelasnya memberi alasan.
Menurut dia, di banyak daerah, Kadis Pertaniannya tamatan jurusan lain tetapi menjadi Kadis Pertanian karena dekat dengan bupati. Itu berat. Tetapi Pak Rasyid inikan saya tahu benar kapasitasnya. Sehingga saya merasa nyaman.
Rasyid Miran dimata Ahmad Yohan memiliki komitmen yang kuat mengenai pembangunan pertanian sehingga saya merasa nyaman, tidak perlu kita breaving lagi, tinggal beliau arahkan, kami bekerja itu merasa punya bahan yang cukup.
Tanya staf saya, banyak Kadis Pertanian yang setengah mati kita, hanya karena punya koneksi dengan bupati jadi Kadis meski tidak punya besik ilmu pertanian.
Dia mengaku tidak bisa bekerja sama dengan Kadis Pertanian yang tidak memiliki pengetahuan tentang masalah pertanian. “Saya bukan tipe politisi yang bantu daerah untuk cari suara, kalau kita bisa bantu ya kita akan bantu, yang penting itu bisa berdampak kepada masyarakat. Yang penting tepat sasaran,” ujarnya.
Ahmad Yohan menegaskan jika menemukan fakta ada daerah yang jual bantuan, ada yang bantuannya dibagi melalui tim pemenangan, akhirnya tidak tepat sasaran. Saya tidak bisa begitu, saya bantu bisa, tetapi tidak boleh disalah gunakan. Saya hanya mau bantu kalau tepat sasaran dan bermanfaat, tidak boleh lagi hanya untuk kepentingan politik lalu kita putar bantuan. Bantuan harus berdampak bagi kemajuan daerah. Kapan saja Kadis ke Jakarta dan berikan data terkini tentang Alor, kami bantu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Alor Harun Rasyid Miran, SP dalam tatap muka yang juga dihadiri anggota DPRD Alor dari PAN Gunawan Bala mengatakan, anggota DPR RI Ahmad Yohan, M.Si hadir di Alor dan memiliki kerinduan bertemu dengan para penyuluh pertanian untuk mendengar apa permasalahan yang dihadapi para penyuluh di daerah ini.
“Pak Ahmad Yohan mau dengar langsung dari tema-teman,” kata Miran.
Dijelaskan Miran, setelah para penyuluh dialihkan status kepegawaian ke pemerintah pusat, penghasilannya cukup menjanjikan atau mantap tetapi belum mendapatkan fasilitas untuk mendukung kerja-kerja mereka mendampingi petani di lapangan. “99 persen penyuluh di Alor masih melaksanakan tugas dengan menggunakan fasilitas peribadi. Ada yang dengan motor produksi 2006 tetapi masih pakai sampai sekarang,” ujarnya.
Kesejahteraan penyuluh yang makin baik setelah dialihkan ke pemerintah pusat ini pinta Miran, harus dibaringi dengan tanggung jawab.
Menurut Miran, sebagai anggota DPR RI, Ahmad Yohan pada tahun 2025 sudah banyak memberikan bantuan di Alor seperti 7 unit traktor roda 4 , 13 unit traktor roda 2, 100 unit hand traktor, ada 40 unit pompa air, 3 unit alat mesin tanam padi, ada anakan buah-buahan 17 ribu 5 ratus, ada benih jagung 22,5 hektar ada bantuan untuk kelompok tani wanitia melalui program P2B sekitar 20-an kelompok dan masih banyak bantuan lain yang tidak terekam secara baik tetapi tercatat dalam program laporan kerja tahunan kami kepada Bupati dan Wakil Bupati Alor.
Para penyuluh di Alor berharap sinergitas dengan Kementrian Pertanian Ri dan Anggota DPR RI Ahmad Yohan bisa berjalan terus untuk keberlanjutan pembangunan pertanian di Kabupaten Alor dalam mendukung swasembada pangan, ujarnya. *** morisweni





