KALABAHI,RADARPANTAR.com-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN Ahmad Yohan, M.Si menyatakan komitmen siap memberikan suport atau bantuan kepada penyuluh pertanian di Kabupaten Alor. Asalkan bantuan itu berdampak positif bagi kemajuan pertanian di kabupaten yang berbatasan laut dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL).
Saya tentu dengan senang hati akan membantunya. Tadi saya dengar soal kantor BPP. Dukungan teknologinya. Para penyuluh jangan kuatir. Penyuluh menjadi primadona hari ini. Kalau sekarang beras dan jagung, mudah-mudahan ke depan kedelai juga bisa kita swasembada. Kalau penyuluh giat bekerja, produktivitasnya tinggi, datanya ke kementrian bagus tentu tidak tanggung-tanggung juga kami perjuangkan apa yang menjadi harapan para penyuluh, kata AYO demikian sandi keren Ahmad Yohan bersama Pj. Swasembada Pangan Wilayah NTT dan Dinas Pertanian Kabupaten Alor melakukan tata muka di Kalabahi, Selasa (05/05/2026).

Ahmad Yohan dalam satu sesi foto bersama para penyuluh pertanian di Alor. FOTO:OM MO/RP
Penyuluh terang Ahmad Yohan, tidak hanya memastikan orang menanam tetapi juga mendorong anak-anak muda yang belum bertani juga harus tertarik untuk mulai pengembangan potensi lahan-lahan tidur kita. Sehingga suksesnya para penyuluh itu diukur bagaimana produktivitas pertanian itu berkembang tetapi juga mampu mendorong anak-anak muda mau bertani.
“Mari para penyuluh, kami diberikan data supaya kami omong sama Menteri Pertanian. Setiap kecamatan itu berapa luas lahan pertaniannya, berapa petani yang aktif masih mau bekerja. Berapa usianya, karena kita sekarang mengalami kendala karena petani kita sudah tua semuanya, anak muda kurang tertarik dengan pertanian. Makanya kemaren saya mendorong semangat gerakan petani milenial,” ujarnya sembari menegaskan, kalau ada kelompok mileneal yang dibuat di Alor, pihaknya siap memberikan bantuan.

Ahmad Yohan menyerahkan kunci tracktor roda 4 kepada penyuluh utk diserahkan kepada kelompok tani. FOTO: OM MO/RP
Dia mengaku tidak sulit membantu motor atau kendaraan roda dua untuk para penyuluh. Tidak sulit juga bantu hand pone. Kita pengin ada progres dari para penyuluh bahwa penyuluh ini memang sangat penting, asalkan kami diberikan data oleh pemerintah daerah.
Kemaren demikian Ketua DPD PAN NTT ini, dalam rapat dengan Menteri Pertanian, Fraksi PAN minta agar para penyuluh diberikan dukungan yang maksimal, salah satunya difasilitasi dengan kendaraan roda dua. Mudah-mudahan dalam pembahasan anggaran perubahan bisa dianggarkan.

Dia mengaku tidak bisa menjanjikan kapan motor akan dikirim ke Alor, tetapi yakin lah bahwa kita akan terus berjuang. Saya mohon dikasih data, kalau sudah ada data saya pasti bilang di menteri bahwa ini kebutuhan pertanian di Kabupaten Alor.
Ahmad Yohan berencana pada suatu ketika bisa melakukan reses dengan para penyuluh. Mohon maaf belum banyak bisa membantu Alor, karena kita bukan hanya bantu Dapil tetapi bantu seluruh Indonesia.

Dijelaskannya, anggaran Kementrian Pertanian RI sebelumnya yang hanya Rp. 18 Tryliun menjadi Rp. 40 Tryliun. Puji Syukur belum sampai dua tahun Prabowo-Girbran Pimpin RI, kita sudah bisa menikmati swasembada pangan, khususnya untuk beras dan jagung.
Jadi, sepanjang sejarah, inilah rekor tertinggi yang pernah kita capai. Di stok Bulog sekarang kita itu ada 4 juta lebih ton beras, itu hasil karya petani di republik yang kita cintai, sebut Ahmad Yohan.
Khusus untuk penyuluh, ketika pihaknya mendatangi daerah-daerah, banyak penyuluh yang mengeluh soal fasilitas dan segala macam. Komisi IV DPR RI berunding dengan Kementrian Pertanian, puji syukur penyuluh sudah kita tarik ke pusat. Kemaren penyuluh menjadi pegawai daerah, sekarang menjadi pegawai pusat dengan skema gaji yang lebih baik dan sudah dinikmati para penyuluh.
Dia mengatakan, swasembada pangan yang sudah kita capai ini jangan hanya berhasil di Jawa. Tidak hanya berhasil di tempat-tempat tertentu yang punya tradisi kultur bertaninya bagus.
Kita ingin di NTT juga harus mencapai swasembada pangan, sehingga para penyuluh saya harap menjadi tulang punggung berhasilnya kita di NTT untuk menjadikan pertanian kita berkontribusi bagi swasembada pangan di republik ini, pungkasnya.
Menurut data yang dilaporkan terang Ahmad Yohan, di Kabupaten Alor lahan kita baru berada di 7 ratusan hektar, produksi kita baru mencapai 2.500 ton, sementara kebutuhan kita 28 ribu ton. Itu artinya kita impor 20-an ribu ton. Artinya banyak uang kita yang keluar hanya untuk makan beras. Kalau kita maksimal tentu uang kita aman beredar di daerah.
Program swasembada pangan ini menurut Ahmad Yohan, cara presiden menurunkan uang yang kemaren berputar di tempat-tempat tertentu itu turun sampai ke tingkat yang paling bawa.
Program MBG juga begitu. MBG jika didorong dalam rangka menekan stunting, dan disisi lain menggerak ekonomi. Misalnya Rp. 8 Tryliun anggaran MBG itu dikirim ke NTT dengan harapan menekan stunting, tetapi dapur-dapur yang ada bisa beli beras lokal, telur dari Alor, sayur juga dari Alor sehingga uang itu putarnya disini. Selain stunting selesai, gisi anak-anak kita bagus, sejahtera juga rakyatnya.
Penanggung Jawab Swasembada Pangan Propinsi NTT Kementrian Pertanian RI DR. Ateka, SP, M.Si mengatakan, dialihkan status kepegawaian penyuluh dari daerah ke pemerintah pusat, dalam hal ini ke Kementrian Pertanian memang ada plus-minusnya. Tetapi saya kira lebih banyak plusnya.
“Itu adalah perjuangan dari Pak Menteri Pertanian, termasuk dari beliau (Pak Ahmad Yohan),” kata Ateka disambut aplous ratusan penyuluh yang hadir dalam dialog bersama itu.
Dikatakan Ateka, keberadaan para penyuluh ini bagaimana bisa mengsukseskan programnya pemerintah. Banyak program Kementrian Pertanian yang dialokasikan ke daerah, termasuk program melalui jalur aspirasi anggota DPR RI Ahmad Yohan.
Program yang datang di daerah ini tambah Ateka, harus dipastikan sukses di daerah. Kemudian dampaknya harus bisa dirasakan oleh petani.
Penyuluh itu menurut dia artinya terang. Bagaimana petani diajar penyuluh dari tidak tau menjadi tau. Itulah kelebihan para penyuluh yang ada di daerah.
Sekarang terang Ateka, penyuluh difasilitasi dengan kesejahteraan yang memadai, kecuali fasilitas kendaraan. Mudah-mudahan bisa kita bantu. “Kalau minta … kita akan malu minta kalau belum menunjukan prestasi. Tetapi kalau sudah menunjukan prestasi, walaupun kecil pasti kita penuhi,” ujarnya.
Dia mengajak para penyuluh di Alor untuk bersama-sama mengsukseskan program pemerintah. Kita jemput program pemerintah, kita kawal dan kita pastikan bahwa masyarakat petani kita itu berdaya. *** morisweni





