KALABAHI,RADARPANTAR.com-Dibawah kepemimpinan Mesak Blegur, S.Pi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor terus berbenah. Terkini, untuk sukseskan program kerja pemerintah Kabupaten Alor yang dicanangkan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH, M.Si dan Wakil Bupati, Rocky Winaryo, SH, MH melalalui tiga sektor utama, yakni Pertanian dan Perkebunan, Kelautan dan Perikanan serta Pariwisata yang lebih keren disebut Tri Palawa, Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan sarana budidaya rumput laut kepada masyarakat nelayan. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Alor belum lama ini di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH, Kadis Kelautan dan Perikanan Mesak Blegur, S.Pi dalam sesi foto bersama sejumlah pejabat daerah dan nelayan penerima bantuan. FOTO:OM MO/RP
Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Alor untuk menyerahkan bantuan bantuan sarana budidaya rumput laut kepada warga pesisir dan nelayan itu disambut keluarga besar Dinas Kelauatan dan Perikanan dengan mengenakan sarung adat khas Pantar Barat oleh Kadis Kelautan dan Perikanan, Mesak Blegur,S.Pi.
“Apa yang kami serahkan ini sebagai ungkapan rasa terima kasih dari masyarakat pesisir dan nelayan, kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati Alor. Saya menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Alor, karena di tengah berbagai kegiatan yang padat dari luar daerah, tetapi begitu tiba kembali di Kalabahi, langsung dari Bandara Mali bertemu dengan masyarakat pesisir dan nelayan untuk menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Alor. Ini membuktikan bahwa bapak bupati dan bapak wakil bupati memberikan perhatian yang serius, punya hati yang tulus untuk membangun daerah,” kata Mesak disambut aplaus masyarakat pesisir dan nelayan yang hadir.

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo nampak bersemangat memotivasi warga pesisir untuk mengembangkan budidaya rumput laut karena harga komoditi yang satu ini cukup tinggi di pasaran, dan selalu diminati. Harga rumput laut saat ini yang mencapai Rp 20.000/Kg kering dinilai cukup bagus dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di wilayah-wilayah yang cocok dalam mengembangkan rumput laut. Rocky juga mengemukakan prospek komoditi porang yang harganya terus naik karena sudah ada pabrik pengolahan porang di Alor. Rocky berpendapat, pada sektor kelautan dan perikanan mengembangkan budidaya rumput laut dan perikanan tangkap, maka sektor pertanian dan perkebunan juga mulai membudidayakan sejumlah komoditi unggulan, salah satunya porang karena sudah ada pabrik porang.

“Kita sudah dorong adanya pabrik porang di Alor sehingga harga porang mulai bagus dan merekrut tenaga kerja. Rumput laut juga harus terusn dikembangkan, dan kedepannya kita bisa pikirkan apakah bisa mendatangkan pabrik pengolahan rumput laut di Alor, minimal untuk pengolahan menjadi bahan setengah jadi saja sudah lumayan,”kata Rocky.
“Dengan adanya pabrik porang, dan kalau kedepan bisa ada pabrik rumpul laut, atau pabrik kemiri, maka akan berkontribusi pula untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita, serta membuka lapangan kerja bagi anak-anak kita.

Menurutnya kualitas produk di Alor seperti porang, rumput, laut, kemiri, jambu mete, cengkeh, vanili itu sangat bagus sehingga kedepannya harus terus dikembangkan. Syaratnya, ujar Rocky, Alor harus terus aman, damai dan kondusif sehingga iklim investasi bisa berkembang. Karena itu dia berharap agar warga pesisir dan nelayan yang telah menerima bantuan untuk pengembangan usaha rumput laut dan perikanan tangkap, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Saya harap, bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan usaha masing-masing, agar dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Terima kasih kepada Kadis Perikanan (Mesak Blegur,S.Pi), meskipun baru menjabat tetapi sudah memperlihatkan kinerja yang baik, didukung staf bagus,”kata Wabup Alor.
Sebelumnya, Kadis Kelautan dan Perikanan, Mesak Blegur melaporkan bahwa pembudidaya rumput laut di Kabupaten Alor lebih dari 100 kelompok. Yang bisa dibantu melalui program Tri Palawa pada Tahun 2026 ini, ungkap Mesak, baru 36 kelompok. Artinya ada 100 lebih kelompok lainnya yang belum mendapat bantuan. Tetapi dia mengingatkan kelompok yang belum dapat agar jangan khawatir, karena program ini akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semuanya akan mendapat bantuan dimaksud.
“Program Tri Palawa ini berlanjut, karena bapak bupati dan wakil bupati punya komitmen dan konsisten menyediakan anggaran untuk membantu masyarakat dalam pengembangan rumput laut. Jadi yang tahun ini belum dapat bantuan, maka giliran tahun depan akan mendapat bantuan serupa,”kata Mesak.
Menurutnya, saat ini harga rumput laut di pasaran sudah Rp 20.000/Kg kering, sehingga pengembangan sektor ini sangat potensi dan punya prospek yang bagus dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain potensi budidaya rumput laut, juga ada potensi perikanan tangkap. Maka dalam rangka pengembangan budidaya perikanan tangkap di Kabupaten Alor.
“Kita bersykur, karena meski dalam keterbatasan anggaran akibat efisiensi, tetapi pemerintah pusat memberikan dukungan yang luar biasa, melalui pembangunan satu Koperasi (Kampung) Nelayan Merah Putih yang dilengkapi dengan kapal dan alat tangkapnya, pabrik cool storage dan kelengkapan lainnya yang telah rampung dan mulai dimanfaatkan. Tahun ini akan dibangun lagi enam Keperasi Nelayan Merah Putih pada enam lokasi. Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati Alor juga terus memberikan perhatian untuk meningkatkan produksi perikanan di daerah ini,”tandas Mesak.
Karena itu, lanjut dia, melalui APBD Kabupaten Alor ada pengadaan coolbox, pengadaan mesin ketinding dan alat tangkap. Mesak menekankan, ada komitmen bupati dan wakil bupati bahwa tahun depan (2027) akan diprogramkan pengadaan kapal yang lebih banyak untuk nelayan.
“Kalau tahun 2027, kita bisa pengadaan 20 kapal nelayan, maka itu luar biasa. Tahun ini hanya dua kapal, tetapi pukat dan coolbox cukup banyak. Semua ini dalam rangka meningkatkan produksi dan produktifitas hasil perikanan, dalam rangka mewujudkan peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan. Terima kasih atas dukungan bapak bupati dan bapak wakil bupati yang punya hati untuk melayani masyarakat secara tulus,”tandas Mesak.
Bantuan peralatan budidaya rumput laut yang diberikan antara lain berupa tali, benih, waring sebagai program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Untuk sektor perikanan, difokuskan untuk pengembangan budidaya. Kabupaten Alor memiliki potensi budi daya rumput laut yang cukup besar. Mesak menyebut, bahwa di Pulau Alor, potensi besar rumput laut ada di wilayah Desa Pante Deere, Kecamatan Kabola, Desa Alaang dan Desa Aimoli di Kecamatan Alor Barat Laut. Sedangkan di Pulau Pantar, potensi rumput laut ada di wilayah Munaseli, Desa Bana dan Desa Pandai, Kecamatan Pantar, kemudian di Kecamatan Pantar Barat itu di Desa Blangmerang, Baranusa dan Baralel. Kemudian di Pantar Barat Laut, dari tujuh desa ada enam desa yang sangat potensisl rumput laut, seperti di Desa Kayang, Marisa, Alumang, dan Kalondama Barat.
“Karena itu potensi rumput laut ini harus dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi hanyalah kekurangan sarana dan prasarana budidaya. Maka, puji Tuhan, melalui Program Tri Palawa, Pemerintah Kabupaten Alor membantu pada Tahun 2026 ini dengan anggaran sebesar Rp 750 juta, untuk pengadaan tali, benih dan waring untuk menjemur hasil rumput laut,” kata Mesak Blegur. *** morisweni






