KALABAHI,RADARPANTAR.com-Motor Jenis N Max milik korban pembunuhan Mulyadi Oramahi di Mali, Minggu malam 20 September 2026 ditemukan anggota Polres Alor di Kenarilang, Kelurahan Kalabahi Barat.

Untuk diketahui, jasat korban pembunuhan sadis yang diketahui ASN Nakes itu ditemukan di ujung Pantai Mali atau di bagian utara Kota Kalabahi, Minggu malam 20 September 2026. Tetapi motor milik korban yang dikenderai korban sebelum dibunuh ditemukan di Kenarilang, yang terletak di bagian barat Kota Kalabahi. Jarak antara TKP di Mali menuju Kenarilang sekitar 20-an KM dan harus melintasi pusat Kota Kalabahi. Polisi bisa memanfaatkan sejumlah tempat dalam Kota Kalabahi yang menggunakan CCTV untuk melacak siapa yang menggunakan kendaraan korban dari Mali menuju Kenarilang, melintasi Kota Kalabahi.

Kepolisian Resort (Polres) Alor terus mengembangkan kasus dugaan pembunuhan sadis yang menimpa Mulyadi Oramahi yang ditemukan tewas di sebuah lokasi yang tidak jauh dari pantai di ujung Bandara Mali, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Minggu 20 September 2026.
Dalam pengembangannya Polres menemukan sepeda motor milik korban. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pembunuhan sadis itu.

Kepala Kepolisian Resort Alot AKBP. Nur Azhari, SH kepada radarpantar.com melalui pesan whatsApp pada Selasa 22 September 2026 membenarkan bahwa dalam pengembangan kasus dugaan pembunuhan ini polisi mulai menemukan bukti petunjuk yakni menemukan sepeda motor milik korban.
Motor korban ditemukan di wilayah Kenarilang di pinggir jalan dekat dengan pemukiman masyarakat. Motor korban ditemukan dalam kondisi masih lengkap. Ketika di cek motor langsung hidup melaluu kontak otomatis.
Motor jenis N Max itu ketika dicocokkan ternyata benar motor milik korban. Keberadaan motor korban ini awalnya diinformasikan masyarakat yang melihat motor tersebut sejak pagi hari hingga malam parkir di lokasi tersebut. Karena curiga itu, kemudian warga lapor polisi,” jelas Kapolres Azhari.
Motor tersebut, ungkap Kapolres, sudah diamankan di Mapolres Alor, dan ketika diperiksa dibagian jok tidak menemukan apa-apa.
Sedangkan barang milik korban lainnya, seperti HP atau dompet, Kapolres mengatakan, belum menemukan, namun sejumlah informasi telah dikunjungi Polisi untuk dikembangkan.
“Kemarin itu juga polisi temukan sebuah kain yang ada bercak darah, namun lokasinya sedikit jauh dari lokasi jasad yang ditemukan. Kain itu dekat dengan sebuah pondok,” tandas Kapolres.
Ketika ditanya apakah korban memang meninggal di TKP yang ditemukan di Mali, tentang hal ini Kapolres belum bisa memastikannya. Sementara data lain yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa kondisi tubuh korban ketika ditemukan terdapat banyak luka dibagian tubuhnya. Antara lain ada sayatan dibagian nadi tangan korban, lubang dibagian leher dan kepala, dan luka lainnya dibagian tubuh korban.
Diberitakan sebelumnya, seorang ASN yang merupakan tenaga kesehatan (Nakes), Mulyadi Oramahi ditemukan ‘tewas’ atau meninggal dunia secara tragis di sebuah lokasi di sekitar wilayah Pantai Mali atau tidak jauh dari ujung Bandara Mali, Kabupaten Alor, pada Minggu 20 September 2026 malam.
Muliady ditemukan dalam kondisi mengenaskan, bagian kepala dan lehernya ada luka robek, dan nadi tangannya terlihat ada luka sayatan. Jasad Muliady awalnya ditemukan oleh seorang nelayan yang baru pulang mencari ikan dari laut. *** morisweni






