AMN Tegaskan Calonkan Diri Sebagai Bupati Alor Dengan Niat Membangun, Tidak Datang Sebagai Islam

Abdul Majid Nampira (tengah) bersama dua pengurus teras PPP Kabupaten Alor di Kediamannya sebelum menyempaikan keterangan pers kepada media usai mendaftarkan diri di PAN dan PERINDO, Senin (08/04). FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com
Abdul Majid Nampira (tengah) bersama dua pengurus teras PPP Kabupaten Alor di Kediamannya sebelum menyempaikan keterangan pers kepada media usai mendaftarkan diri di PAN dan PERINDO, Senin (08/04). FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Abdul Majid Nampira resmi menyatakan diri maju sebagai salah satu Bakal Calon Bupati Alor di Pilkada Alor yang akan dihelat November 2024 mendatang. Bakal Calon Bupati Alor dengan sandi gaul AMN ini mendaftar di dua Partai Politik sekaligus yaikni, PAN dan Perindo, Senin 08 April 2024. AMN menegaskan jika ia datang mencalonkan diri sebagai Bupati Alor hanya dengan niat untuk membangun Alor, ia tidak datang dan merasa bahwa ia Islam.    

Saya tidak datang dan merasa bahwa saya ini Islam. Saya datang dengan niat mau membangun Alor. Bersama-sama dengan semua kita yang ada. Saya sama sekali tidak terpikirkan bahwa saya ini datang sebagai Islam … ndak, sebut AMN menanggapi pertanyaan awak media soal keputusannya sebagai salah satu kontestan di Pilkada Alor 2024 bukan sebagai Calon Wakil Bupati Alor tetapi Calon Bupati Alor, Senin (08/04) di kediamannya di Kampung Raja, Kalabahi.  

Bacaan Lainnya

Menurut AMN, urusan agama itu sudah ada yang urus, kita urus membangun saja.  Saya merasa ada tokoh-tokoh agama.  Kita urus membangun saja.  Saya tidak merasa sebagai minoritas.  Tidak ada sedikit pun saya merasa bahwa saya ini minoritas. Kita semua datang punya niat yang sama untuk membangun Alor.

Mantan Dirut PT Semen Kupang ini menjelaskan, sebenarnya banyak terjadi perubahan-perubahan besar. Saya jalan ke beberapa titik, daerah maupun negara ada fenomena perubahan yang besar. Kita juga kalau ingin maju, harus ada perubahan. Perubahan yang saya maksud adalah membuka wawasan berpikir kita untuk menerima siapa saja, untuk datang membangun daerah ini lebih baik. Siapapun orangnya, kita harus terima kenyataan itu.  Untuk kepentingan Alor ke depan yang lebih baik.  

Kita lihat di beberapa kabupaten di Kalimantan misalnya itu justru  penduduknya bukan asli dari  situ. Tetapi daerahnya maju karena mereka membuka diri, beber AMN.

Alor ini terang AMN, memiliki keunggulan satu itu saya  pikir sudah lama itu yang dimiliki oleh basodara disini.  “Kita sebenarnya welcome terhadap pendatang, itu sangat luar biasa. Kita tidak pernah ada bentrok antara kita yang asli dengan pendatang, tidak pernah. Kita selalu membuka diri, itu sebenarnya sudah menjadi modal awal,” ujarnya.  

Jadi, terang AMN, hal-hal yang bersifat lebih kecil harus kita tekan, kita cari yang lebih besar.

“Saya datang tidak untuk mewakili agama. Saya datang untuk bersama-sama, punya kepentingan yang sama, punya harapan yang sama, punya tugas yang sama untuk membangun daerah ini,” terang AMN menambahkan.  

Dijelaskan AMN,  yang dicari dalam pertarungan di hajatan politik Pilkada seperti ini adalah kemenangan. “Kalau sudah menang mestinya gembira. Jangan lagi membawa dendam. Tidak boleh dong.  Biasa saja karena dia berada di sana maka saya bisa  menang. Bisa saja begitu,” terang AMN menanggapi pertanyaan media mengenai aksi balas dendam yang marak terjadi usai beberapa  kali Pilkada Alor belakangan.

Sebagai orang yang berasal dari kalangan profesional, AMN menegaskan jika yang ia cari adalah tim kerja yang baik, dari latar belakang apapun, pendekatannya bukan pendekatan politik. Kalau dia berkinerja baik, latar belakang pengetahuan yang baik, kemudian dia loyal terhadap pimpinan.  

Menanggapi sejumlah orang dekat mantan Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP seperti Walter Datemoly   yang ikut mendaftarkan AMN ke PAN dan PERINDO, apakah ini merupakan sinyak bahwa Amon Djobo memberikan dukungkan kepadanya di Pilkada Alor yang akan dihelat November 2024 mendatang, AMN mengatakan jika Walter Damoly datang tidak membawa surat dari Pak Amon.

“Saya dengan ade Walter itu sudah punya hubungan yang lama, ade Walter ini merupakan kader yang baik. Dia kader yang baik. Kita harus menghimpun kader-kader yang baik, Dari manapun dia berasal. Kalau kita ingin daerah ini mau maju,” ujarnya sembari menambahkan, kalau kita lihat rombongan yang ikut mendaftar tadi maka cukup beragam kita. Saya tanamkan itu, ayo. Saya inikan hanya di depan, kepentingan inikan kepentingan kita semua.  

Dijelaskannya, kalau Alor ini kemudian di tangan saya umpama dia akan menjadi lebih baik, itu atas kontribusi kita semua. Dan saya yakin Alor ini akan maju. Apa yang kita tidak punya, semua potensi kita punya. Kita gerakan potensi itu dengan baik, dengan melibatkan stakholedr semua.  

Mengenai kehadiran sejumlah caleg PKB yang ikut dalam rombomgan pendaftaran  di PAN dan Perindo, lagi-lagi AMN menegaskan bahwa mereka  datang  dengan tidak menggunakan atribut PKB, mereka itu ade-ade dalam rumah, biasa kita ada sama-sama.   

Soal siapa yang bakal mendampinginya sebagai Calon Wakil Bupati Alor, AMN mengatakan bahwa saya ini bukan barang istimewah … bukan.  Kita lagi cari ada kemistrinya dan sebagainya. Karena begini, Wakil Bupati itu akan saya berikan peran lebih besar. Karena saya tidak bisa kerja sendiri.  Wakil akan kita berikan kewenangan yang luas. Kita bagi tugas lah.  Tidak sebatas ketentuan. Kita harus kerja sama-sama.  

Ditambahkannya, bupati bukan superman, bukan dia tau segalanya. Bupati kalau berhasil itu kalau tim worknya kuat.   *** morisweni

Pos terkait