Sekda Alor Tegas, Gebyar PAUD Bukan Ajang Selebrasi

Sekda Alor Melki Belly, S.Sos, M.Si sedang menyampaikan sambutan. FOTO:OM MO/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ini peringatan bagi jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Alor yang sedang menggelar Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi bagi anak-anak PAUD. Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melki Belly, S.Sos, M.SI mengingatkan kepada jajaran pendidikan bahwa Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi bukan sekedar ajang perlombaan atau selebrasi, tetapi merupakan bagian dari langka strategis untuk memperkuat budaya literasi dan numerasi di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Hal ini disampaikan Melki Belly ketika memberikan sambutan sebelum membuka penyelenggaran kegiatan Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi Tingkat Kabupaten Alor di Aula Dinas Pendidikan setempat, Rabu (20/05/2026).

Bacaan Lainnya

Untuk PAUD, masalah yang kita hadapi saat ini menurut Belly, hampir sebagian besar Kepala Sekolah PAUD itu tidak berpendidikan strata satu PAUD. Sementara indikator dalam standar pelayanan minimal salah satu untuk mengukur literasi di PAUD adalah minimal Kepala Sekolah PAUD adalah strata satu PAUD.

Karena itu demikian Belly, beberapa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan. Rencana 2027, pendidikan PAUD yang saat ini guru atau kepala sekolahnya belum strata satu PAUD akan diberikan bantuan biaya pendidikan berupa dana stimulan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan kepala sekolah PAUD. Kita akan beri perhatian secara bertahap hingga semua Kepala Sekolah PAUD berpendidikan strata satu PAUD.

Dijelaskannya, untuk satuan pendidikan non formal yang merupakan salah satu penyumbang terbaik dalam meningkatkan angka harapan lama sekolah akan diberikan perhatian khusus melalui pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi pendidik untuk mendukung peningkatan literasi numerasi.

Jadi, akan terus menjadi perhatian bagi kita, bagi pemerintah daerah. Karena standar pelayanan minimal ini merupakan alat ukur menentukan keberhasilan sebuah daerah. Di bidang pendidikan, kita masih bergumul dengan kondisi ini.

Dikatakan Belly, kita masih diperhadapkan kepada kondisi negara yang belum terlalu baik-baik saja. Ini harus kita akui bersama. Kalau kita ikuti perkembangan media saat ini, misalnya nilai tukar rupiah terhadap dollar sudah mencapai Rp. 17.600. Dipredisksi jika nilai tukar dollar terhadap rupiah misalnya bisa mencapai 20 ribu maka negara ini akan kolaps. Kata para ekonom.

Namun demikian kita tidak patah semangat untuk melihat bahwa sesungguhnya apa yang terjadi ini juga merupakan peluang bagi kita untuk bagaimana secara arif bijaksana meletakan kegiatan-kegiatan prioritas yang mesti kita laksanakan dalam tugas dan fungsi kita masing-masing, pinta mantan Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor ini.

Bicara tentang pendidikan menurut Belly, kita bicara terkait dengan urusan wajib pelayanan dasar. Karena dia berhubungan dengan wajib pelayanan dasar maka mau atau tidak anggarannya tetap ada. Kecuali urusan-urusan pilihan atau non pelayanan dasar, itu dipertimbangkan dalam aloaksi penganggaran.

Tetapi semua urusan yang berkenaan dengan pelayanan dasar atau urusan wajib dengan sendirinya disiapkan pembiayaan setiap tahun, walaupun tidak stabil, kadang berkurang, kadang bertambah, semuanya bisa terjadi, ujarnya.

Karena itu meski ada dalam pikiran mengapa pendidikan dan kesehatan itu diletakan sebagai urusan wajib pelayanan dasar. Sudah wajib, dia berhubungan dengan pelayanan dasar, berhubungan dengan hajat hidup masyarakat, berhubungan dengan bagaimana dengan kepentingan masa depan generasi, karena itu diletakan sebagai dasar bagi kita pelayanan yang mesti dilakukan. Tidak bisa tidak.

Belly menyampaikan terimakasih kepada jajaran Dinas Pendidikan, yang didukung oleh seluruh perangkat pendidikan di Kabupaten Alor, kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk mendukung persiapan SDM mencapai generasi indonesia emas pada tahun 2045.

Kegiatan Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi untuk pendidikan non formal adalah bentuk kegiatan yang mendukung pencapaian indonesia emas 20245, jelas Belly.

“Tugas dan tanggung jawab kita saat ini adalah bagaimana mempersiapkan anak didik dengan kegiatan dan program strategis dalam rangka mencapai indonesia emas 20245. Karena itu Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi ini menjadi bagian integral, tidak saja menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan tetapi kita semua yang memiliki hati untuk membangun pendidikan di Kabupaten Alor,” pintanya menambahkan. *** morisweni

Pos terkait