KALABAHI,RADARPANTAR.com-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT) meresmikan Beranda Imigrasi Kabupaten Alor di gedung eks-Balai Latihan Kerja, Galang Singosari, Kalabahi, Rabu (28/10/2026). Kehadiran layanan ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat Alor yang selama ini harus menempuh perjalanan ke Kupang untuk mengurus dokumen keimigrasian.
Peresmian tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., Wakil Bupati Alor Rocky Winaro, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang Mamum dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Alor Kalabahi M. Arfandy bersama jajaran serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda Alor), tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran Beranda Imigrasi Alor diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses layanan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan potensi daerah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menegaskan bahwa Beranda Imigrasi merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang mudah dijangkau, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, fungsi keimigrasian tidak hanya berkaitan dengan pengawasan, tetapi juga mendukung pembangunan melalui pelayanan yang mampu menunjang aktivitas masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang transparan tanpa percaloan maupun perantara ilegal. Ke depan, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT akan mendorong penguatan edukasi keimigrasian melalui program Desa Binaan dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), sehingga masyarakat semakin memahami prosedur pengurusan dokumen keimigrasian secara resmi.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaro, menyambut baik beroperasinya Beranda Imigrasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberadaan layanan di Kalabahi dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk bepergian ke Kupang, sehingga waktu dan biaya yang diperlukan untuk mengakses pelayanan keimigrasian menjadi lebih efisien. Pemerintah Kabupaten Alor, lanjutnya, berkomitmen mendukung operasional layanan melalui penyediaan fasilitas pendukung dan pemeliharaan keamanan lingkungan.
Rocky berharap kehadiran layanan keimigrasian ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata dan perikanan. Dengan akses pelayanan yang semakin mudah, Alor diharapkan semakin siap mendukung aktivitas wisatawan mancanegara dan kegiatan ekonomi yang membutuhkan layanan keimigrasian.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT menekankan pentingnya menjaga keramahan, kejujuran, dan integritas sebagai bagian dari upaya membangun citra pariwisata daerah. Ia mengingatkan agar seluruh pihak mencegah praktik percaloan dan perilaku tidak jujur yang dapat merugikan masyarakat serta menghambat pengembangan potensi pariwisata Alor. Pemerintah Provinsi NTT juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia guna memperkuat daya saing daerah.
Dalam wawancara bersama narasumber warga Alor, Dewiyanti,
mengatakan, Kehadiran Beranda Imigrasi ini, bagi saya sebagai masyarakat alor, ini adalah hal yang baik, kami sangat terbantu dengan adanya beranda imigrasi, sehingga ketika kami punya keperluan untuk memperpanjang paspor atau membuat paspor baru, kami tidak perlu jauh-jauh lagi ke Kupang, atau ke daerah lain, jadi untuk lebih mempermudah kami. Harapan kedepannya bahwa Beranda imigrasi Alor tetap ada, tetap berkembang
Ke depan, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menargetkan penguatan peran Beranda Imigrasi Alor sebagai titik layanan keimigrasian yang semakin dekat dengan masyarakat. Rencana pengembangan juga mencakup penguatan pengawasan keimigrasian serta edukasi kepada masyarakat di wilayah desa melalui program Desa Binaan dan PIMPASA. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aturan keimigrasian sekaligus mendorong kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.
Beroperasinya Beranda Imigrasi Alor menjadi bagian dari komitmen Imigrasi untuk Rakyat, yakni menghadirkan pelayanan yang semakin mudah diakses, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, layanan ini diharapkan dapat mendukung pembangunan Alor sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah kepulauan dan perbatasan Indonesia. *** morisweni





