Gelar Rakerwil, Sombu Minta GBI Harus Dibuat Adem Agar Menjadi Berkat Bagi Sesama

Disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Ir. Jos Malaikosa, Lurah Kalabahi Timur, Ketua dan Wakil Ketua BPD GBI Propinsi NTT dan Ketua BPW GBI Alor Pdt. Hence Jodjana, staf ahli Bupati Alor bidang ekonomi Frans Malaikary, SE, M.SI menabu gong pertanda dimulainya Rakerwil GBI Wilayah Alor. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com
Disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Ir. Jos Malaikosa, Lurah Kalabahi Timur, Ketua dan Wakil Ketua BPD GBI Propinsi NTT dan Ketua BPW GBI Alor Pdt. Hence Jodjana, staf ahli Bupati Alor bidang ekonomi Frans Malaikary, SE, M.SI menabu gong pertanda dimulainya Rakerwil GBI Wilayah Alor. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Gereja Bethel Indonesia (GBI) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Pengurus Wilayah Alor. Rakerwil GBI Alor yang dibuka Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi Frans Malakary, SE, M.SI itu, Jumat (10/02) di Gedung GBI Jemaat Filadelfia Discipleship Church Bungawaru itu berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 10-11 Februari 2023.  Wakil Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI NTT Ordermax Sombu, SH, M.HUM  minta kepada para pendeta dan pejabat GBI yang menjadi peserta Rakerwil agar membuat GBI  tetap adem agar dapat menjadi berkat bagi sesama.  

Kita harus bersinergi, hati kita harus damai. Kita juga harus buat GBI tetap adem sehingga kita menjadi berkat bagi orang lain, pinta Sombu dalam sambutan mewakili BPD GBI Propinsi NTT dalam Rakerwil  yang dihadiri para pendeta dan pejabat utama GBI yang tersebar di 52 gereja di Kabupaten Alor.  

Bacaan Lainnya

Karena kita sudah pasang thema besar kita Hidup Berfokus Kristus maka bersidang lah dengan kepala tenang, dengan hati yang damai, hati yang mengasihi, hati yang bertobat karena pendeta juga banyak yang tidak bertobat, pinta Sombu dalam Rakerwil GBI Alor yang juga dihadiri Ketua BPD GBI Propinsi NTT Pdt. Kirenius Bole, S.Pd, M.PD

Menurut Sombu kalau  kita emosi-emosi itu tanda tidak bertobat. Dan untuk itu diingatkan supaya bertobat karena kerajaan sorga sudah dekat, kata Sombu disambut teriakan amin  para pendeta dan pejabat GBI peserta Rakerda.  

“Kita boleh bersidang, kita boleh berbeda pendapat, kita juga bisa memiliki visi-visi yang berbeda tetapi sidang kita ini harus melahirkan inovasi baru, melahirkan pemikiran yang cerdas, memiliki visi yang kuat untuk bagaimana GBI selangka lebih maju, bahkan lebih dan lebih maju lagi,” pinta Sombu yang juga salah satu pejabat utama di Kejaksaan Tinggi NTT ini.

Sombu menaruh kepercayaan  bahwa dalam Rakerwil GBI Wilayah Alor ini  akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Saya percaya, bahwa orang Alor ini memiliki jiwa petarung dan tipe pekerja keras, bahkan sampai yang menyanyi juga hebat. Karena orang luar biasa maka sidang juga harus luar biasa, harus tenang-tenang.    

Sementara itu Ketua Badan Pengurus Wilayah GBI Alor, Pdt. Hence Jodjana mengatakan, dalam  perjalanan kepengurusan tentu ada lika-liku dan dinamika, ada plus dan ada juga minusnya, tetapi itulah kita di GBI Alor.  

“Mau bagaimanapun kita terus berjalan, kita terus bertumbuh dan kita terus berkembang. Kalau kita hitung-hitung dari awal periode hingga saat ini kita sudah mulai tambah-tambah gereja. Dan, ke depan akan terus  tambah-tambah gereja lokal,” ungkap Jodjana,  

Jodjana mengaku mendengar kesaksian dari para gembala bahwa ada juga yang gerejanya pelan-pelan tumbuh dan bertambah.  Itu tandanya ada pekerjaan tangan Tuhan di tengah-tengah kita di GBI Alor.  

Dalam tahun ini saya hitung ada sekitar 9 agenda organisasi yang harus kita laksanakan,  dari tingkatan pelayanan yang paling rendah hingga tingkat sinode. Tentu yang namanya reorganisasi itu wajib kita lakukan dan jalankan, jangan sampai ada yang tidak ikut.  Kecuali kalau memang ada alasan-alasan yang sangat krusial tetapi kalau tidak semua wajib ikut. Dan,  berdoa supaya Tuhan cukupkan dana untuk kita semua bisa ikut 9 agenda organisasi ini.

Jodjana  menegaskan bahwa  sejak berdiri hingga sampai sekarang, GBI  tidak pernah kekurangan dalam hal keuangan karena Tuhan terus memberkati.  

Dalam 2 hari ini demikian Jodjana, kita akan melakukan Rakerda, mari  bersidang. Ada ide-ide, ada pemikiran, ada hal-hal yang bisa dibicarakan dan didiskusikan dengan baik. Saya percaya apapun hasil yang  nanti kita diskusikan dan kita putuskan dalam Rakerda ini semuanya pasti berasal dari Tuhan dan untuk kemajuan dan kebaikan GBI di Alor.  

Pendeta GBI Filadelfia Bungawaru ini minta para pendeta GBI untuk terus menjaga kesatuan. Bagi saya yang penting itu  ada di kesatuan. Dalam dinamika kita, gesekan-gesekan, benturan yang  mungkin tidak bisa kita hindari di dalam gereja dari saya sendiri maupun secara organisasi  itu kadang-kadang kita menemui yang namanya gesekan.  Tetapi apapun itu, mari terus kita gandeng tangan, kita terus bersatu karena memang dinamika organisasi harus seperti itu.  Kadang-kadang kita tidak seide, kadang-kadang kita tidak sepemikiran tetapi mari kita terus dewasa untuk menyikapi semua perbedaan dan bergandengan tangan,  saling dukung dan terus berjalan demi GBI yang lebih maju.   

Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Frans Malaikary, SE, M.SI sebelum mewakil Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP membuka Rakerwil GBI Wilayah Alor mengatakan, Rapat Kerja Wilayah seperti ini dilaksanakan setiap tahun.  Kalau kita bicara program maka kita bicara soal pelayanan yang dilakukan suatu wilayah.

Pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah harus dilakukan dengan kepala dingin. Akan ada banyak perbedaan pendapat yang nanti ditemukan  dalam rapat seperti ini. Berorganisasi memang seperti begini, kata Malaikary.

Tetapi demikian Malaikary, perbedaan pendapat harus diarahkan kepada satu kesepakatan yang diambil untuk dilaksanakan dalam tahun 2023. Bukan sebaliknya perbedaan pendapat yang mengarah kepada kehancuran. Itu berarti hari ini kita puji Tuhan tetapi sama saja dengan tidak memuji Tuhan.

Dia berharap peserta sidang tidak saling mempertahankan ide, gagasan dan pendapat. Tetapi kalau ide, gagasan dan pendapat itu baik untuk kemajuan GBI itu yang kedepankan.  

Malaikary minta agar kerja sama  antara pemerintah dan agama di daerah ini harus selalu berjalan bersama. Pemerintah tidak berjalan sendiri dalam mengemban tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan pemerintahan, tetapi harus berjalan bersama seluruh agama yang ada di daerah ini.  Sehingga begitu pemerintah mengalami tantangan atau permasalahan dalam mengemban tugas maka seluruh umat yang ada di daerah ini dapat mendoakan pemerintah.  

Di Alor ini kita harus tetap jaga kebersamaan, kekeluargaan dan keharmonisan dalam kehidupan umat beragama.  Kalau ada orang lain yang memuji cara hidup kita di Alor maka itu mereka memuji Tuhan, ungkapnya.  

Malakary menaruh harap agar  pserta Rakerwil memanfaatkan momentum Rakerwil ini untuk menghasilkan program yang bisa dilaksanakan bagi kemajuan GBI, agar menjadi berkat bagi pelayanan.   Serimonial pembukaan Rakerwil GBI Wilayah Alor dihadiri juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Ir. Jos Malaikosa, Lurah  Kalabahi Timur dan beberapa anggota DPRD Alor. *** morisweni

Pos terkait