Bangun Pantar Itu Kewajiban Pemerintah, Bukan Karena Persiapan DOB

Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP. FOTO:MORISWENI/RP
Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP. FOTO:MORISWENI/RP

Kalabahi,radarpantar.com-Ini pandangan Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP terhadap berbagai perhatian membangun Pulau Pantar selama ini.  Orang nomor satu di kabupaten yang berbatasan laut dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) ini menegaskan sikapnya bahwa membangun Pulau Pantar itu kewajiban mutlak pemerintah daerah. Pulau Pantar bukan kita bangun karena sedang kita persiapkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).  

Penegasan Bupati Alor itu dikemukakan dalam suatu wawancara dengan radarpantar.com, Senin (01/08) di Rumah Jabatan Bupati Alor.

Bacaan Lainnya

Berkat koordinasi pemerintah daerah dengan Pemerintah Propinsi NTT, 2 ruas jalan propinsi di Pulau Pantar sudah mulai dibangun. Jalan startegi nasional ruas Baranusa-Kabir sedang gencar dibangun. Puskesmas dan sekolah-sekolah pemerintah bangun dan masyarakat sedang nikmati saat ini, sebut Djobo.

Yang menarik demikian Djobo, komitmen pemerintah daerah dibawah arsiteknya membangun Pulau Pantar itu karena menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk membangun Pulau Pantar. Bukan sebaliknya karena Pulau Pantar itu pemerintah gencar melakukan pembangunan karena sedang kita persiapkan menjadi kabupaten baru (DOB).  

Kita bangun itu Pulau Pantar karena ada kebutuhan masyarakat yang harus kita penuhi. Disamping itu karena sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk membangun pulau itu, tandas mantan Camat Alor Timur ini.

Dia menegaskan bahwa jangan dibolak-balik. Pulau Pantar pemerintah daerah fokus beri perhatian untuk membangunnya karena merupakan tanggung jawab mutlak pemerintah memberi perhatian, bukan kita bangun karena kita sedang persiapkan lima kecamatan di pulau itu menjadi kabupaten mandiri, lepas dari Kabupaten Alor sebagai induk semangnya.  

Selain menjadi tanggung jawab mutlak yang menjadi alasan pemerintah daerah memberi perhatian terhadap pembangunan di Pulau Pantar, orang nomor satu di Nusa kenari tercinta ini juga mengaku memberi perhatian terhadap pembangunan di Pulau Pantar karena memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat.  “Kalau dia ada tidur di rumah yang bagus tetapi kalau jalan tidak betul, bagaimana dia mau pi cari hidup,” ungkap dalam dialeg Alor.

Sebelumnya Kepala Bepelitbang Kabupaten Alor, Obet Bolang, S.Sos, M.AP dalam arahan teknis ketika menyerahkan Bantuan Khusus Keuangan (BKK) bagi 60 warga Desa Lendola, Senin (01/08) mengatakan, pemerintah pusat hasil koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Alor berhasil membangun Bangunan Megah beberapa Puskesmas   di Pulau Pantar diantaranya, Puskesmas Kayang di Kecamatan Pantar Barat Laut, Puskesmas Baranusa di Kecamatan Pantar Barat, Puskesmas Maliang di Kecamatan Pantar Tengah, Puskesmas Bakalang di Kecamatan Pantar Timur. Untuk Puskesmas yang megah, hanya satu kecamatan yakni Kecamatan Pantar yang belum dibangun pemerintah.

Selajutnya demikian Bolang,  pemerintah juga terus membenahi dunia pendidikan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan berupa gedung sekolah yang terdiri dari ruang kelas baru, laboratorium dan perpustakaan sekolah.  

Terakhir terang Bolang, akibat dari Badai Seroja, melalui data yang disampaikan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, dibangun rumah mewah sebanyak 380-an bagi masyarakat korban seroja di lima titik di Kecamatan Pantar Timur dan Pantar Tengah.  

Untuk jalan yang rusak akibat Badai Seroja, Bupati Alor berjanji akan memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan akibat Badan Seroja di Pulau Pantar pada tahun 2023 mendatang.  *** morisweni

Pos terkait