Wujudkan Pemilu Damai Bawaslu Alor Minta Partai Politik Taati Tahapan Pemilu

Suasana dialog dalam kegiatan media gathering yang dihadiri KPU, Bawaslu Alor dan para pimpinan media. FOTO:DOK
Suasana dialog dalam kegiatan media gathering yang dihadiri KPU, Bawaslu Alor dan para pimpinan media. FOTO:DOK

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang damai, partai politik diminta Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Alor untuk tetap menaati semua tahapan yang sedang difasilitasi penyelenggara Pemilu dalam hal ini  Komisi Pemilihan Umum. Badan Pengawas Pemilu hanya melakukan pengawasan terhadap produk yang dihasilkan Komisi Pemilihan Umum.   

Demikian dikemukakan salah seorang Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Alor Therlince Loisa Mau, S.Pd kepada para pimpinan media dalam kegiatan Media Gathering di Kantor Bawaslu setempat beberapa waktu silam.

Bacaan Lainnya

Menurut Lince demikian Therlince Loisa Mau, S.Pd biasa disapa pengawasan terhadap semua tahapan penyelenggaraan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara  Pemilu (Bawaslu) tetapi merupakan tanggung jawab bersama semua komponen masyarakat, terutama partai politik sebagai peserta Pemilu.  

Karena partai politik dihuni orang-orang cerdas sehingga Lince minta agar dapat mematuhi tahapan penyelenggaraan Pemilu yang telah ditetapkan. Dengan begitu tidak bakalan menimbulkan gejolak sehingga Pemilu damai yang dicita-citakan dapat terwujud.    

 
Mewakili devisi yang menangani pencegahan terkait pelanggaran Pemilu di Bawaslu Alor, Lince kemudian  merinci dua temuan  pelanggaran yang meskipun masih dalam tahapan pencegahan namun temuan itu telah ditindak lanjuti.

Ada satu kasus demikian Lince di Kecamatan Kabola dalam kaitannya dengan pembagian alat peraga kampanye (APK) yang ditemukan Bawaslu tetapi diserahkan kepada pihak kepolisian karena ada dugaan pelanggaran pidana.  


Kasus pertama terkait kode etik penyelenggara Pemilu oleh PKD (Pengawas Kelurahan/Desa)  kami di wilayah Kelurahan Kalabahi Tengah, yang tentunya ada sanksi dan saksinya yaitu pemberhentian. Itu  sudah kami lakukan. Dan yang kedua temuan kasus di Kelurahan Kabola namun ketika kami mengamati masuk dalam tindak pidana murni sehingga kami limpahkan ke pihak kepolisin, ungkap Lince yang  membindangi devisi penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa.  

Kepada pimpinan media, Lince Mau  menjelaskan  tugas pokok dan fungsi  dari masing masing divisi, namun terkait pengawasan  Pemilu ini, sifat kerja Bawaslu pada prinsipnya bersifat kolektif kolegial, sehingga  ada divisi yang berhalangan, Bawaslu berjanji akan memberikan update informasi kepada masyarakat terkait tupoksi Bawaslu dalam mengawasi Pemilu 2024 ini.

Menanggapi pekerja media soal  akses keterbukaan informasi, Lince memberikan apresiasi dan mendukung keterbukaan informasi, sehingga media diajak bekerja sama dalam menyajikan  informasi seputar Pemilu dalam bentuk berita, sehingga masyarakan bisa mengikuti atau mengetahui hal apa saja yang terjadi, baik  pada tahapan pencegahan maupun pada tahan penindakan nanti, baik dalam bentuk sosialisasi ataupun temuan pelanggaran yang terjadi. Pungkasnya,

Yang menarik Lince  mengaku jika  saat ini sosialisasi pengawasn Pemilu kepada masyarakat masih dianggap kurang. Tetapi upaya  memberikan edukasi kepada masyarakat adalah tugas bersama semua komponen masyarakat dan bukan hanya menjadi tugas penyelenggara Pemilu saja.

Bawaslu Alor kata Lince berupaya melakukan pendekatan partisipatif.  Tidak bisa penyelenggara sendiri. Pada prinsipnya peserta politik ini adalah orang-orang yang cerdas, hanya belum disiplin dan taat aturan.  *** morisweni

Pos terkait