KALABAHI,RADARPANTAR.com-Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH mengambil langka tegas menghentikan sementara operasional dapur yang diidentifikasi membagi makanan berulat kepada siswa/siswi SD GMIT 01 Kalabahi. Langka tegas ini diambil setelah orang nomor dua di Kabupaten Alor itu melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di dapur milik Yayasan Abdi Mulia yang terletak di Tingkat 1 Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Selasa Sore (03/03/2026).

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH bersama Kadis Pendidikan Fredrik Lahal, SH sedang berdialog dengan salah seorang asisten dapur MBG milik Yayasan Abdi Mulia. FOTO:MW/RP
Tadi, saya bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Fredrik Lahal, SH berkunjung ke dapur MBG tetapi yang bertanggung jawab terhadap dapur itu lagi keluar. Untuk sementara ini kita pending dulu makanan dari dapur yang mermasalah itu ke semua sekolah yang selama ini dilayani, sebut Wakil Bupati Alor didampingi Kepala Dinas pendidikan Kabupaten, Fredril Lahal, SH di Rumah Jabatan Wakil Bupati Alor usai melakukan sidak di Dapur MBG bermasalah itu.
Penghentian sementara operasional dapur itu demikian Winaryo, berlangsung hingga pemerintah Kabupaten Alor mendapatkan detail hasil yang benar.
Saya minta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk bersurat ke dapur MBG itu agar menghentikan makanan dari dapur ke sekolah. Kurang lebih 3 ribu siswa-siswi yang dapat MBg dari dapur itu pending dulu, sampai pemerintah lihat dulu, ini sudah ada ulat, berbahaya sekali.
Sebagai pemerintah kata Wabup Winaryo, pihaknya mendukung program nasional MBG yang dibagikan kepada anak-anak sekolah. “Saya dukung penuh MBG … anak saya juga dapat MBG. Tetapi pending dulu sampai semua baik-baik baru lanjut operasi,” ungkapnya.
Sebelumnya Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor melakukan sidak ke Dapur MBG yang diketahui membagi makanan berulat kepada siswa-siswi SD GMIT 01 Kalabahi. Dalam kunjungan itu Winaryo hanya bertemu dengan salah seorang asisten di Dapur MBG itu, Anthon Subang. Penanungjawab Dapur MBG yang diketahui bernama Nilam itu tidak berada di tempat.
Kepada Subang, Winaryo menegaskan komitmennya mendukung MBG karena program ini bermanfaat bagi gizi anak-anak. Anak saya juga dapat MBG di sekolah.
Wabup Alor dalam sidak itu sempat memeriksa beberapa ruangan operasional Dapur MBG milik Yayasan Abdi Mulia itu.
Mehurut Winaryo, mestinya tidak harus terjadi masalah seperti ini karena masing-masing dapur itu dilengkapi dengan ahli gizi yang digaji besar oleh negara. Tugasnya untuk memeriksa semua jenis bahan dasar menu yang dikelola didapur MGB.
Dikutip mediakupang.com, Selasa (03/03/2026) di Sekolah Dasar (SD) GMIT 01 Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi NTT, MBG yang dibagi kepada siswa-siswi disekolah tersebut ditemukan sejumlah bungkusan makanan, khususnya makanan tahu dan pentolan bakso ber-ulat.
Kepala SD GMIT 01 Kalabahi, Anderias Saitakela, S.Pd Gr dan salah seorang guru di sekolah itu membenarkan bahwa pembagian MBG di sekolahnya hari ini ditemukan ulat-ulat putih berukuran kecil pada makanan tahu dan pentolan bakso.
Menurut mereka, pihaknya tidak mengetahui persis apakah masalah ini terjadi pada semua bungkus makanan atau sebagian saja.
“Jadi kejadiannya begini, kita di SD sini biasanya pengelola dapur antar MBG jam 8 pagi atau jam 8 lebih. Ketika mereka antar kita terima dan mendistribusikan ke kelas masing-masing untuk dimakan siswa-siswi ketika jam istrahat. Jadwal Sekolah itu siswa Kelas 1 dan 2 istirahat pukul 09.25 Wita, dan saat itu mereka langsung makan MBG. Kemudian pada pukul 09.50 Wita jadwal siswa kelas 3 sampai 6 istrahat. Nah ketika mereka mau maka ada seorang siswi kelas 5 A menemukan ulat di makanan tahu dan ia langsung melaporkan. Lalu diperiksa ternyata benar ada ulat di makanan tahu dan pentolan bakso. Saat itu kita minta dikumpulkan makanan yang belum dimakan. Sementara siswa yang lain terutama kelas 1 dan 2 sudah makan MBG yang dibagi,” ungkap salah seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya.
Kemudian itu, kata guru tersebut, pihak sekolah langsung melakukan komplain ke dapur pengelola MBG Tingkat 1. Pihak dapur langsung datang ke sekolah dan menarik kembali makanan yang belum dimakan, dan memohon maaf atas kejadian tersebut.
Pihak Dapur MBG Tingkat 1 Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara melalui Asisten Lapangan, Anton Subang yang dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ditemukannya ulat pada potongan tahu dan pentolan bakso pada sejumlah bungkus MBG yang dibagikan.
Menurut Anton, pihaknya setelah mendapat informasi langsung melakukan langkah cepat dengan menarik kembali makanan yang ada. Anton mengatakan, dirinya segera melakukan koordinasi dengan Kepala Dapur untuk melakukan evaluasi.
Anton menduga, makanan ini dipasok oleh supliyer. Ketika supliyer pasok tahu dan pentolan ini diduga campur tahu dan pentolan yang lama dan baru.
Ditanya berapa titik sekolah yang didistribusikan dari dapur itu, Anton mengatakan ada 21 titik sekolah. Namun kasus ini hanya terjadi di 3 sekolah yakni SD GMIT 01 Kalabahi, SD Negeri 3 Lawahing dan SMA Kristen 2 Kalabahi. “Tidak semua bungkus atau sampel MBG yang dibagi ada ulat ya, tetapi dalam jumlah tertentu,” tambah Anton. *** morisweni






