KALABAHI,RADARPANTAR.com-Terobosan baru menuju modernisasi sektor jasa di bidang perhotelan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Alor resmi dimulai. Jumat, 27 Februari 2026 akhir pekan silam, Bank NTT Cabang Kalabahi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Alor resmi menyerahkan mesin Mobile Point of Sale (MPOS) kepada pengelola Tamala Homestay.
Penyerahan MPOS kepada Tamala Homestay ini bukan sebatas seremonial biasa. Ini merupakan wujud komitmen dan dukungan Bank NTT kepada Pemerintah Kabupaten Alor sekaligus sebagai simbol sinergi antara perbankan, pemerintah dan pelaku usaha di sektor jasa perhotelan dalam mewujudkan transparansi dan peningkatan pendapatan daerah secara digital di daerah ini.

Disaksikan Kaban Pendapatan Ribka Jayati dan Asisten 2 Setda Alor Anderias Blegur, SH, M.SI, Kepala Bank NTT Cabang Kalabahi, Glanthyano S.R Ndoen menandatangani berita acara penyerahan MPOS. FOTO:MORISWENI/RP
Kepala Cabang Bank NTT Kalabahi, Glanthyano S. R. Ndoen menyerahkan perangkat tersebut secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Alor yang diwakili Asisten 2 Sekda Alor, Anderias Blegur, SH, M.SI.
Selanjutnya, Kepala Bapenda Alor, Ripka Jayati, S.Sos, M.SI menyerahkan mesin canggih itu kepada Yola, pemilik Tamala Homestay, untuk dioperasikan dalam mendukung bisnis perhotelan.
Glanthyano S. R. Ndoen dalam seremonial penyerahan MPOS itu mengatakan, MPOS adalah jawaban atas kebutuhan sistem pelaporan pajak yang cepat, akurat dan transparan.
“Kami dari Bank NTT sangat bersyukur bisa berkontribusi nyata bagi pemerintah daerah. Aplikasi MPOS ini disiapkan untuk memantau dan mencatat pelaporan pajak secara real-time,” ujar Ndoen sembari menambahkan, sistem ini sangat memudahkan pengelola hotel, homestay hingga rumah makan dan restoran dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.

Asisten 2 Setda Alor Anderias Blegur, SH, M.SI menerima MPOS dari Kepala Cabang Bank NTT selanjutanya diserahkan kepada owner Tamala Homestay, Yola. FOTO:MORISWENI/RP
Langka Bank NTT yang menaruh perhatian kepada perhotelan dengan memberikan bantuan MPOS ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Alor.
Mewakili Bupati Alor, Asisten 2 Sekda Alor, Anderias Blegur, M.SI dalam seremonial penyerahan MPOS itu memberikan aprrsiasi dan mengacungkan jempol terhadap kinerja sigap Bank NTT dalam pencatatan dan transparansi perpajakan bagi pelaku jasa usaha perhotelan di daerah ini.
“Atas nama Bupati dan Wakil Bupati Alor, kami memberikan apresiasi atas kinerja baik Bank NTT Kalabahi beserta seluruh staf yang terus berinovasi mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.
Kepala Bapenda Alor, Ripka Jayati, S.Sos, M.SI menaruh harap agar langkah berani Tamala Homestay mengambil langka berani mencatat transaksi secara digital dengan menggunakan MPOS ini menjadi memicu atau efek domino bagi pengusaha jasa perhotelan lainnya, restoran dan rumah-rumah makan di Kabupaten Alor.
“Terima kasih kepada Owner Tamala Homestay yang telah menjadi yang terdepan. Kami berharap langka berani ini menginspirasi pengusaha hotel dan restoran lainnya untuk mengikuti jejak digitalisasi demi mendukung kemajuan Alor,” kata Ripka menaruh harap.
Kerjasama antara pemerintah Kabupaten Alor dan Bank NTT di sektor pajak menurut Ribka bukan untuk pertama kali dilakukan. Beberapa waktu silam di Kupang telah diteken MoU (Memerandum of Understanding) atau perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Alor dengan Bank NTT untuk pembayaran pajak secara online.
Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Alor dengan Bank NTT dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Bank NTT dan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor beberapa bulan silam.
Penerapan dari MoU itu demikian Ribka adalah penggunaan aplikasi untuk 9 jenis pajak dan restribusi sesuai sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka sistim pembayaran pajak dan retribusi itu dilakukan secara online melalui Bank NTT dengan menggunakan aplikasi vitex dari fendor yang terkonek antara Bank NTT dengan aplikasi yang ada di pemerintah kabupaten dalam hal ini Badan Pendapatan.
Penyerahan MPOS yang baru saja dilakukan kepada Tamala Homestay ini sangat membantu pembayaran dan pelaporan dengan sistim selp asesment oleh pihak hotel, rumah makan, homestay yang terkonek pelaporan secara online dengan pemerintah Kabupaten Alor, ujarnya.
Keunggulan menggunakan MPOS ini antara lain terang Ribka, dapat memberikan laporan secara real time, setiap waktu, setiap terjadi transaksi.
Penyerahan bantuan MPOS dari Bank NTT ini kata Ripka merupakan salah satu tindak lanjut dari Perjajian Kerja Sama atau MoU yang ditelah ditekan antara Pemerintah Kabupaten Alor dengan Bank NTT beberapa bulan silam di Kota Kupang.
MPOS merupakan salah satu strategi bersama antara Bank NTT dengan Pemerintah Kabupaten Alor yang dibuat agar pelaporan transaksi di perhotelan itu benar-benar ril dari sumber-sumber PAD yang berasal dari pajak dan retribusi.
Owner Tamala Homestay, Ibu Yola menyambut hangat teknologi MPOS ini. Ia berharap penggunaan MPOS dapat memperkuat sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam meningkatkan PAD Kabupaten Alor.
Untuk diketahui, MPOS alat modern bagi para pelaku usaha yang berbasis elektronik. MPOS merupakan perangkat mobile (EDC/Tablet) untuk melakukan transaksi secara cepat dan aman.
Menggunakan MPOS bermanfaat untuk mendukung pembayaran non-tunai secara instan. Dan sebagai pendukung transparansi pajak, karena MPOS secara otomatis mencatat transaksi yang berkaitan dengan pajak daerah, sehingga meminimalisir kesalahan dalam pelaporan secara manual. *** morisweni






