Ribuan Warga Banjiri Expo Alor Hari Pertama, Bersamaan Lounching Visit Alor 2023

SAKSIKAN PERTUNJUKAN BUDAYA_SENI-Ini suasana malam pertama Expo Alor XVI. Nampak warga berdesak-desakan menyaksikan pertunjukan budaya dan seni tradisional. FOTO:MW/RP
SAKSIKAN PERTUNJUKAN BUDAYA_SENI-Ini suasana malam pertama Expo Alor XVI. Nampak warga berdesak-desakan menyaksikan pertunjukan budaya dan seni tradisional. FOTO:MW/RP

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Ribun warga Alor membanjiri hari pertama digelarnya Expo Alor XVI dan Alor Karnaval IX Tahun 2023.  Tak kenal usia dan jenis kelamin.  Ada balita, anak-anak, remaja, pemuda hingga orang dewasa. Mereka datang dari berbagai penjuru seanteru Alor hanya untuk menyaksikan aneka atraksi budaya dan seni di Event pariwisata paling bergengsi di Nusa Kenari. Meski serimonial pembukaan Expo yang dipadukan dengan Lounching Visit Alor 2023 baru start Pukul 18.43 Wita tetapi warga sudah hadir bertaburan di stadion mini Kalabahi yang menjadi pusat berlangsungnya event pariwisata tahunan ini sejak sore hari.  

Sebelum dilakukan serimonial pembukaan Expo XVI dan Lounching Visit Alor 2023, dilangsungkan parade budaya melalui Alor Karnaval IX dengan mengikutsertakan 18 Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Lembata, paguyuban-paguyuban yang ada di Kabupaten Alor dan beberapa sekolah.   

Bacaan Lainnya

Parade budaya melalui Alor Karnaval IX ini mengambil titik start di SMA Katholik St. Joseph Kalabahi melintasi Jalan Poros Kota Kalabahi menuju Stadion Mini Kalabahi yang menjadi Pusat berlangungnya Expo Alor XVI Tahun 2023.  

Bak haus hiburan, parade budaya yang menampilkan drum band dari SMA Katholik St. Joseph Kalabahi, SMA Karisten 2 Kalabahi dan atraksi budaya yang diperagakan peserta Alor Karnaval ini juga memantik pengunjung. 

Sepanjang jalan poros Kota Kalabahi dari SMA Katholik St. Joseph Kalabahi menuju Stadion Mini Kalabahi, warga penuh sesak, mereka bertaburan hingga badan jalan di sepanjang jalan untuk menyaksikan peragaan anak-anak SMA bermain drum band dan peragaan atraksi budaya dari kecamatan-kecamatan dan paguyuban-paguyuban.

Danlanud El Tari Kupang, Marsekal Pertama Aldrin Petrus Mongan, S.T yang mendapat penghormatan khusus dari Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.AP  menyampaikan sambutan di pembukaan Expo Alor XVI mengaku kagum dengan berbagai   keunikan dan keaslian (original) budaya Alor yang ditampilkan dalam Expo Alor dan Karnaval Alor. Mongan minta agar keaslian dan keunikan budaya yang ada dapat dijaga dengan baik, dipelihara dan dilestarikan.

Ada juga kearifan lokal berupa minuman Alor demikian juga lokasi para layangnya sangat luar biasa. Foto malam juga bisa, panoramanya luar biasa dapat beberapa warna langitnya. Ini saya sudah kasih tunjuk dimana-mana. Karena itu jaga keaslian dan keunikan budaya yang ada, pasti orang akan datang, sebut Mongan.

Putara Asli Manado Sulawesi Utara ini menambahkan jika  kagum juga dan sangat respek terhadap kain tenun Alor dengan bahan pewarna alami yang ia klaim sebagai  kekayaan intelektual nenek moyang orang Alor, meminjam istilah Wakil Gubernur NTT Joseph Nao Soy. 

32 Tahun melanglang buana di pesawat hercules, bahkan terakhir di Seroja, hari ini saya lihat luar biasa Alor dengan vestifal 18 Kecamatan, ungkap Mongan.

Dia menyebutkan jika ada Duta Besar Kalidonia juga datang di Expo Alor, dari jauh-jauh datang karena profesi Duta Besar ini berkaitan dengan kain dan tenun. “Tadi beta tanya ada apa ke sini jauh-jauh di Alor,” kata Mongan dalam dialek khas Manado yang mirip dialeg Kupang NTT sembari menegaskan, duta besar Kalidonia ini berurusan dengan masalah kebaya, kain, tenun dan sebagainya.  

Melalui sambutannya, Mongan mengaku sudah menjelaskan kepada Duta Besar Kalidonia tentang bagaimana NTT dan Alor khusus kain tenun. Ada satu hal yang ia sampaikan kepada Duta Besar Kalidonia yang luar biasa disini yaitu bahwa kain tenun Alor merupakan kekayaan intelektual nenek moyang orang Alor, yaitu yang paling ia respek adalah kain tenun ikat dengan pewarna alam.  

Yang menarik demikian Mongan, dugong merupakan salah satu kekayaan menarik di NTT disamping Komodo di Labuan Bajo dan Ende sebagai tempat lahirnya Pancasila. 

Mongan memberikan testimoninya akan keunikan ikan Dugong di Alor yang diberi nama mawar, dimana Dugong ini begitu dipanggil langsung datang mendekati dan memeluk perahu yang ditumpang pengunjung dalam beberapa waktu, sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung di lautan yang ada.

Bupati Djobo : Potensi Alor Diramu Dalam Expo

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo dalam sambutannya  mengatakan Expo Alor  XVI dan Alor Karnaval ke IX menyatukan semua masyarakat di daerah ini.  Kita boleh hidup di setiap tempat, tetapi leluhur mengajar kita hidup jauh tetapi tidak boleh saling lupa, karena kita hidup saudara untuk membangun kampung halaman.

Expo yang digelar setiap tahun ini mencerminkan bahwa kita lahir, kita hidup dan berkarya di tanah ini (Kabupaten Alor). Kita adalah manusia pintar, hebat dan melakukan kreasi tidak hanya di Kabupaten Alor tetapi juga di NTT.

Orang nomor satu di Kabupaten Alor ini mengaku  Kabupaten Alor tidak hanya memiliki potensi pariwisata, tetapi juga memiliki potensi budaya, ekonomi, dan religi yang semuanya diramu dalam aneka kegiatan Expo ini.

“Sebelumnya Expo kita buat sendiri (Kalender kegiatan tersendiri), namun tahun ini kita satukan (bersama dengan festival yang lain) dalam Visit Alor 2023. Lewat ajang ini kita tunjukkan kepada dunia akan potensi kita,,” ungkap Bupati Alor dua periode ini.

Djobo dalam moment tersebut mengajak semua elemen masyarakat dan DPRD untuk membangun kolaborasi melalui ivent yang ada guna mensukseskan program pemerintah.

“Meski kita miliki dana triliun, namun kekerabatan dan persaudaraan tidak dijaga, maka percuma. Kalau masih ada pikiran kotor, maka orang itu baru bangun dari tidur panjang atau baru bangun dari mimpi. Masyarakat tidak usah mendengar Isu buruk, tapi mari melihat hasil pembangunan dan membawa hal baik ke kampung dan keluarga,” pinta dengan nada setengah tinggi. 

Djobo diakhir sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, tokoh, dan masyarakat yang memberikan dukungan atas kegiatan yang ada. Djobo juga memberikan apresiasi yang besar kepada mantan Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta yang melahirkan ide untuk diselenggarakan Expo Alor dari Expo I hingga saat ini dilanjutkan oleh dirinya.

Sementara itu Waket DPRD Alor, Sulaiman Singhs, SH dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan Expo Alor ini berlangsung secara rutin setiap tahun, dan pelaksanaannya dilakukan dengan adaptasi, perubahan, dan evolusi nilai.

Menurut Sulaiman, Expo awal seperti pameran pembangunan dan kemudian dalam waktu berjalan ada adaptasi, dan expo ini adalah cara untuk mengekspresikan media culture untuk disaksikan masyarakat. Expo juga adalah puncak dari berbagai kegiatan pembangunan.

Untuk itu, kata Sulaiman, kegiatan ini kita selaraskan program Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi, dan kita jadikan pariwisata sebagai leading sektor untuk menggerakkan semua bidang yang ada.

“DPRD memberikan dukungan kuat untuk Expo ini demi peradaban evolusi nilai,” ujar Sulaiman sambil mengajak masyarakat untuk meniru nilai-nilai yang ditinggalkan Bupati Djobo dan Wakil Bupati Imran Duru selama 10 tahun memimpin Kabupaten Alor.

Asisten III Provinsi NTT, Samuel Halundaka ketika membuka Kegiatan tersebut dalam sambutannya membacakan pesan dari Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nai Soi.

Beberapa hal penting yang disampaikan, yakni minta masyarakat NTT untuk mewaspadai serangan penyakit rabies yang tengah melanda beberapa daerah di NTT.

Wagub juga menyampaikan rasa bangga atas suksesnya Provinsi NTT sebagai tuan rumah terselenggaranya kegiatan Internasional Asean Summit yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Wagub minta semua daerah di NTT untuk menyiapkan diri secara baik dengan mengeksplore berbagai potensi yang ada, sehingga ke depan dapat juga menjadi tuan rumah kegiatan yang berskala internasional.

Ketua Panitia Visit Alor 2023, Soni O. Alelang dalam laporannya menyebutkan dalam Visit Alor 2023 yang dibuka tersebut akan menggelar sejumlah kegiatan pariwisata menarik, yakni Expo Alor XVI dan Alor Karnaval IX 2023, Gelar Seruput Kopi, Festival Alquran Tua, Festival Tenun Ikat, Festival Dugong, Festival Paralayang, dan Festival Olang Mangsari. Sementara 3 festival lainnya dalam waktu tersendiri, yakni festival adat Balai Hatel, festival adat Ala Baloi, dan festival Aladin (Air laut dingin).

Untuk Expo sendiri kegiatan yang digelar adalah lomba panahan tradisional, lomba lego-lego pelajar, lomba presentase potensi pariwisata, lomba fashion show tenun kreatif, dan pemilihan Nyong dan Nona Alor tahun 2023. **** morisweni 

Pos terkait