Pj Bupati Alor Bilang Kita Butuh Dinas Pekerjaan Umum Untuk Bangun Infrastruktur

Bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Chris Djahila, Pj Bupati Alor Dr. Drs. Zet Sonny Libing, M.Si dalam satu sesi foto bersama peserta lomba jai dari SMK Negeri 1 Kalabahi. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com
Bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Chris Djahila, Pj Bupati Alor Dr. Drs. Zet Sonny Libing, M.Si dalam satu sesi foto bersama peserta lomba jai dari SMK Negeri 1 Kalabahi. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com

KALABAHI,RADARPANTAr.com-Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-78 baru akan jatuh pada tanggal 3 Desember 2023. Di Kabupaten Alor, Dinas Pekerjaan Umum menyambutnya dengan menggelar lomba Jai dan berbagi kasih di beberapa Panti Asuhan yang ada di Kota Kalabahi. Di serimonial pembukaan lomba jai, Penjabat Bupati Alor Dr. Drs. Zet Sonny Libing, M.Si bilang kita butuh Dinas Pekerjaan Umum untuk membangun infrastruktur.   

Dinas Pekerjaan Umum ditugaskan oleh negara atau pemerintah untuk membangun infrastruktur bagi rakyat kita. Karena itu kita harus punya perhatian yang serius terhadap kerja-kerja dinas ini untuk jalan tugas, kata Set Sonny Libing dalam sambutannya sebelum membuka lomba jae antar instansi pemerintah, sekolah dan kelompok masyarakat di Kalabahi, Kamis (30/11).  

Bacaan Lainnya

Doktor ilmu pemerintahan Universitas Panjajaran Bandung ini menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum bekerja membangun infrastruktur membuka isoilasi fisik untuk memperlancar segala macam aktivitas ekonomi rakyat, karena itu kita harus memberikan dukungan terhadap kerja-kerja dari dinas ini sehingga suatu saat Alor menjadi kabupaten yang tingkat mobilisasi orang dan barang menjadi lancar sama seperti di kabupaten lain, sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

“Kita butuh perubahan karena kita masih punya banyak pekerjaan rumah. Saudara-saudara kita di Bukalabang dan Pureman masih mengalami isolasi fisik infrastruktur dan tempat-tempat lain yang masih terisolir,” sebut Libing.   

Dalam kaitannya dengan beberapa kegiatan termasuk lomba jai yang diselenggarakan menyongsong Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-78, Zet Sonny Libing memgatakan jika Kepala Dinas bersama tim dari dinas ini telah bekerja dengan luar biasa, sehingga sore ini atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat di daerah ini kami mendukung penuh kegiatan ini,

Kita wajib menunjukan bahwa Kabupaten Alor adalah kabupaten yang sangat mencintai budaya, mencintai keragaman budaya. Semoga para peserta lomba jai bisa tampil dengan baik, beri nuansa yang menggembirakan seperti di Flores-Bajawa. Kalau salah gerakan jai, orang Nagakeo bisa marah jadi harus mengikuti gaya yang diwariskan oleh leluhur yang ada di Bajawa, pinta mantan Pj Bupati Manggarai ini.

Kepada pers usai mengikuti serimonial pembukaan lomba jai dalam rangka Hari Bhakti PU ke-78, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor Chris Jahila mengatakan, pelaku jasa konstruksi itu tidak hanya dilakukan oleh orang PU, tetapi ada penyedia jasa, ada penerima barang, ada masyarakat. “Masyarakat ini termasuk keluarga-keluarga paguyuban, orang-orang perantauan, yang ada di daerah ini. Dalam membangun ini kami tidak bisa jalan sendiri,” sebut Djahila.  

Karena itu kegiatan lomba jae ini menurutnya didesain pihaknya dalam konsep kebhinekaan sehingga begitu keberlanjutan pembangunan berjalan terus maka paling tidak ada kesadaran masyarakat untuk memberikan dukungan.

Djahila mengaku masyarakat yang ia maksudkan itu diantaranya orang-orang yang terlibat dalam kegiatan jai, ada dari pasar,  ada anak-anak sekolah sebagai kader-kader bangsa dan keluarga besar dari paguyuban-paguyuban yang ada di daerah ini.

Menurut Djahila, ini bukan persoalan juara atau tidak juara tetapi kami membangun kebersamaan, kekeluargaan, keccintaan dan rasa memiliki daerah ini. Ini yang menjadi motivasi kami untuk bersinergi dengan kegiatan pembangunan ke depan.  “Makanya tadi saya bilang, orang-orang perantau itu bukan kaum pendatang, pandangan ini tidak boleh ada dalam pemikiran masyarakat AlorApalagi masyarakat pelaku jasa konstruksi,” ungkap Djahila.  

Yang harus ada menurut Djahila adalah  mereka para perantau termasuk kita semua adalah pemilik sah  negeri ini. Kami membangun, kami menjaga ini untuk masa depan anak cucu kami.  

Dalam keterbatasan waktu dan kesibukan, apalagi untuk PUPR  di akhir tahun seperti ini sudah harus melakukan PHO dan macam-macam yang lain tetapi pihaknya mengatur waktu menyelenggarakan beberapa kegiatan, ada lomba jai dan berbagi kasih di beberapa panti asuhan.

“Kami dikasih berkat Tuhan tetapi kalau kami tidak memberi buat apa.  Karena itu ada kegiatan peduli kasih di Panti Asuhan Anur dan Damian. Kami memberikan ulu hasil kami. Seluruh ASN yang ada di PUPR kami memberikan ulu hasil sebagai wujud nyata kasih kami terhadap anak-anak yang ada di Panti Asuhan sehingga hidup kami terus diberkati, menjadi abdi untuk emmbangun daerah ini sampai dengan titik darah kami yang terakhir,” ungkap Djahila.   *** morisweni

Pos terkait