Oknum Polisi Yang Ngaku Beli Tanah Dari Orang Buta, Keluarga Minta Dihadirkan

Ini tanah dan rumah milik Darmapala Nira yang tidak dijual kepada siapapun tetapi sertifikat terbit atas nama salah seorang oknum anggota kepolisian. Keluarga Darmapala Nira sudah memasang baliho yang berisi pencegahan kepada siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi itu. FOTO"MORISWENI-RP
Ini tanah dan rumah milik Darmapala Nira yang tidak dijual kepada siapapun tetapi sertifikat terbit atas nama salah seorang oknum anggota kepolisian. Keluarga Darmapala Nira sudah memasang baliho yang berisi pencegahan kepada siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi itu. FOTO"MORISWENI-RP

RADARPANTAR.com-Oknum anggota kepolisian Novy Herdhyanto, S.Sos yang mengaku membeli tanah dari salah seorang warga, Darmapala Nira  yang buta matanya diminta untuk dihadirkan pembeli terakhir, Mukti.  Pasalnya, oknum anggota kepolisian ini merupakan biang kerok dari semua persoalan tanah yang sedang menghimpit keluarga Darmapala Nira.

Kami minta supaya Novy Herdhyanto itu yang harus dihadirkan oleh Mukti. Supaya semuanya bisa terbuka.  Darmapala Nira inikan tidak pernah jual tanah ke Novy. Kenapa sertifikat tiba-tiba terbit atas nama Novy. Dan kemudian Novy jual ke Mukti. Supaya jelas semuanya, kami minta supaya Mukti hadirkan Novy (oknum anggota polisi) agar kita buktikan sama-sama, benar atau tidak bahwa Darmapala Nira pernah jual tanah kepada Novy, pinta Siti Hawa Nira salah seorang saudara perempuan dari Darmapala Nira kepada RADARPANTAR.com di Kalabahi, Senin (12/04).   

Bacaan Lainnya

Hawa Nira mengaku, pada tahun 2010 keluarga Darmapala Nira bersama Mukti menyelesaikan persoalan tanah ini di Kantor Kelurahan Kalabahi Timur. Kala itu Lurah Kabalahi Timur dijabat Akrimul Karim, dimana salah satu kesepakatan antara keluarga Darmapala Nira dan Mukti dengan pemerintah kelurahan adalah meminta Mukti menghadirkan Novy-oknum anggota kepolisian yang mengaku membeli tanah dari Darmapala Nira, salah satu warga Wetabua yang mengalami buta total.

Kesepakatan lain dalam pertemuan itu diantaranya, tanah dan bangunan itu tetap dalam penguasaan keluarga Darmapala Nira hingga ada kepastian hukum soal siapa pemilik tanah yang sah.  

Menurut Hawa Nira, pertemuan pada tahun 2010 yang   melibatkan keluarga Darmapala Nira dan Mukti selaku pembeli tanah dari Novy dengan pemerintah Kelurahan Kalabahi Timur itu dilangsungkan karena adanya inisiatif dari Mukti yang mendatangi pihak kelurahan untuk mengurus surat keterangan dari kelurahan bahwa tanah yang dibeli dari Novy tidak bermasalah. Surat keterangan ini dibuat sebagai syarat untuk pembuatan akta jual beli tanah.  

Permintaan Mukti ini tidak ditelan bulat-bulat oleh pihak kelurahan. Kepala Kelurahan Kalabahi Timur kala itu, Akrimul Karim menemui keluarga Darmapala Nira di lokasi tanah yang kini bermasalah dan ternyata pihak kelurahan menemukan masalah terhadap tanah yang hendak diurusi surat keterangannya, terang Hawa Nira.  

Karena ada masalah demikian Hawa Nira,  pihak kelurahan tidak menerbitkan surat keterangan bebas masalah sebagaimana permohonan Mukti terhadap tanah yang sekarang menjadi persoalan.

Lacurnya,  Mukti yang mengaku membeli tanah dari oknum anggota kepolisian Novy Herdhyanto tidak hadirkan Novy Herdhyanto sesuai kesepakatan dalam pertemuan 2010, lalu secara diam-diam mengurus surat keterangan dan akta jual beli yang waktu terbitnya dibuat mundur yakni Tahun 2009 sesuai akta jual beli yang dimiliki Mukti.  

Ada yang aneh dari akta jual beli tanah ini oleh karena, surat keterangan yang mau dibuat pihak kelurahan pada tahun 2010 atas permintaan Mukti tidak jadi dibuat pihak kelurahan karena tanahnya bermasalah itukan untuk pembuatan akta jual beli. Mengapa belakangan muncul akta jual beli yang dibuat mundur yakni Tahun 2009 dan ditanda tangani oleh Rahmad Jou, ungkap Hawa Nira.  

Diduga kuat ada persekongkolan jahat antara Mukti dan Rahmad Jou dalam pembuatan akta jual beli.  Bagaimana tidak, pada tahun 2010 Lurah Kalabahi Timur sudah dijabat Akrimul Karim menggantikan Rahmad Jou. Pada Tahun 2010 ketika Lurah Kalabahi Timur dijabat Akrimul Karim itu yang Mukti ajukan permohonan dibuatkan surat keterangan bebas masalah untuk dibuatkan akta jual beli. Koq, tiba-tiba muncul akta jual beli di tahun 2009 yang diteken Rahmad Jou. Mukti dan Rahmad Jou sekongkol buat akta dan dibuatkan waktunya mundur. Ini salah satu kejahatan yang harus diungkap dan diusut.

Menurut Hawa Nira, terlalu banyak kejanggalan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian Novy dan Mukti untuk merampas tanah yang menjadi milik Darmapala Nira sehingga pihaknya tak pernah akan mundur dan tetap mempertahankan apa yang menjadi milik Darmapala Nira.  

Salah seorang adik kandung Darmapala Nira, Siti Roliyah Nira sudah melayangkan surat kepada Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Alor yang menyatakan keberatan untuk dilakukan pengukuran sebagaimana yang dimohon Mukti.  

Surat tertanggal 12 April 2021 yang diterima RADARPANTAR.com itu menegaskan bahwa pihak Darmapala Nira menolak untuk dilakukan pengukuran tanah itu karena tanah itu tidak pernah dijual oleh Darmapala Nira kepada siapapun termasuk kepada oknum anggota kepolisian Novy Herdhyanto, S.Sos karena pada waktu terjadinya transaksi jual beli yang ada di akta jual beli, Darmapala Nira sudah mengalami buta total. Tidak saja buta total, Darmapala Nira juga mengalami gangguan jiwa sekitar Februari pada Tahun 2003.

Yang tidak diterima akal sehat demikan Roliyah Nira,  oknum anggota kepolisian Novy Herdhyanto, S.Sos yang menyarankan kepada saudara-saudara Darmapala Nira agar Darmapala Nira dibawa ke Jokja untuk dilakukan perawatan di salah satu rumah sakit jiwa. Semua bukti pengobatan hingga saat ini masih tersimpan rapi oleh keluarga Nira.  

Untuk diketahui, sebelum mengalami buta total, Darmapala Nira merupakan kawan karib Novy-sang oknum anggota kepolisiian itu. Ibarat menggunting dalam lipatan, Novy diduga kuat memanfaatkan kebutaan Darmapala Nira untuk menguasai tanah miliknya.

Karena itu sekali lagi, jika Mukti masih ngotot membeli tanah milik Darmapala Nira ini dari oknum anggota kepolisian itu maka segera hadirkan yang bersangkutan untuk kita buktikan sama-sama, pinta Roliyah Nira.

RADARPANTAR.com hingga saat ini mengalami kesulitan untuk menghubungi Novy Herdhyanto, S.Sos. *** morisweni

Pos terkait