Kejaksaan Tangkap Buron Terpidana Korupsi Pembangunan Perpipaan di Tribur Kabupaten Alor

Didampingi Kepala Seksi Pidsus Kejari Alor, Agustina Kristiana Dekuanan, SH, MH, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Asbach, SH, MH (kiri) sedang menyampaikan keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi NUsa Tenggara Timur. FOTO:ISTIMEWAH
Didampingi Kepala Seksi Pidsus Kejari Alor, Agustina Kristiana Dekuanan, SH, MH, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Asbach, SH, MH (kiri) sedang menyampaikan keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi NUsa Tenggara Timur. FOTO:ISTIMEWAH

KALABAHI,RADARPANTAR-Ini akhir dari pelarian terpidana korupsi  pembangunan jaringan perpipaan di Desa Tribur Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor Tahun 2015, Paskalis Oematan yang menelan kerugian negara senilai Rp. 124 JUta lebih. Oematan yang buron sejak 2015 silam itu berhasil ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) yang merupakan gabungan Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur bersama  Kejaksaan Negeri Alor, Senin (21/06) sekitar pukul 21.00 wita. Buronan korupsi itu  telah di Eksekusi di Lapas Kelas IIA Kupang

Kepala Kejaksaan Negeri Alor, Syamsul Arif, SH, MH melalui Kepala Seksi Intelijen, De Indra, SH membenarkan bahwa pihaknya bersama Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur berhasil meringkus buronan terpidana korpusi itu di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.  

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan merupakan terpidana dalam kasus korupsi proyek pembangunan jaringan perpipaan di Desa Tribur,  Kecamatan Alor Barat Daya,  Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2010. Terpidana masuk dalam daftar pencarian Kejaksaan sejak tahun 2015 silam,” ungkap De Indra.

Oematan yang tidak lain Kepala Perwakilan CV Timor Raya Alor ini demikian De Indra, divonis 1,6 Tahun penjara berdasarkan keputusan kasasi Mahkama Agung Republik Indonesia 19 November 2015 silam.

Sebelumnya, Oematan divonis 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang berdasarkan Keputusan Nomor:112/Pid.Sus-TPK/2015/PN KPG Tanggal 21 April 2015.

Tak puas dengan vonis 3 tahun penjara, Oematan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NUsa Tenggara Timur, dimana hakim PT NTT memutuskan 1,6 Tahun penjara berdasarkan Keputusan Nomor:22/Pid.Sus-TPK/2015/PT KPG tanggal 17 Juni 2015.

Terpidana korupsi ini masih juga tak puas dengan keputusan hakim PT Kupang sehingga mengajukan kasasi ke Mahkama Agung. Mahkama Agung menolak permohonan kasasi dan pemohon kasasi penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Kalabahi berdasarkan Keputusan MA Nomor: 2187 K/Pid Sus/2015 Tanggal 19 November 2015. Oematan dinyatakan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Oktober 2015 silam.

Oematan berhasil diringkus tim Tabur Kejati NTT di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang setelah tim mendeteksi keberadaan terpidana di Kota Kupang.

Kepala Kejaksaan Negeri Alor dalam keterangan melalui De Indra menyampaikan kepada para pelaku pidana yang telah menjadi terpidana bahwa tidak ada tempat yang aman  untuk melarikan diri.  “Kami akan tetap mencari dimanapun terpidana itu bersembunyi,” ujar De Indra sembari menambahkan, mewakili  Kepala Kejaksaan Negeri Alor, piohaknya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada  Kepala Kejaksaan Tinggi NTT melalui As Intel bersama Tim Tabur atas telah ditangkapnya terpidana ini. *** morisweni

Pos terkait