Dari Moru Wabup Alor Bersama Ibu Jenguk, Urus Rujukan Hingga Antar Pasien Gizi Buruk di Tanglapui Menuju RSD Kalabahi, Wujud Cinta Sang Pemimpin Terhadap Rakyatnya

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Dituding sekelompok orang hendak mengkudeta Bupati Alor meski tidak pernah ada dalam benaknya, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH terus menabur kerja nyata.  Usai membuka Musrenbang Kecamatan Alor Barat Daya dan Alor Barat Daya Selatan di Moru,  Kamis (19/02/2026), bersama Ketua PKK Kabupaten Alor Ny. Lidya Siawan, orang nomor dua di Nusa Kenari tercinta ini membuktikan cinta terhadap rakyatnya.  Didampingi istrinya, Winaryo menjenguk seorang balita gizi buruk di Puskesmas Lantoka, Kecamatan Alor Timur, lalu mengantarnya ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi untuk dilakukan perawatan yang lebih baik.  

Kamis, 19 Februari 2026, setelah membuka  Musrenbang Kecamatan Alor Barat Daya dan Alor Barat Daya Selatan di Moru,  saya bersama istri saya selaku Ketua PPK Kabupaten Alor melakukan kunjungan ke Puskesmas Lantoka di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Selatan dalam rangka menjenguk dan melihat langsung kondisi seorang balita  dengan status gizi buruk sebagaimana yang dilaporkan staf saya, sebut Winaryo yang digadang-gadang bakal memimpin Partai GERINDRA Kabupaten Alor.

Bacaan Lainnya

Jaraknya yang demikian jauh sama sekali tidak menyurut niat Wakil Bupati Alor bersama ibu untuk bertemu dengan rakyatnya yang dilaporkan mengalami gizi buruk agar dicarikan solusi mendapatkan  pelayanan medis yang lebih baik.

Selain Ketua TP-PKK Kabupaten Alor Ny. Lidya Siawan,  kunjungan Wabup Alor dengan misi kemanusiaan itu  didampingi jajaran TP-PKK Kabupaten Alor, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi dr. Anjas Alopada dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Alor Johan Djahari. 

Diuraikan Winaryo bahwa ia  menerima laporan mengenai seorang ibu muda (RL) dengan kondisi sosial dan kesehatan yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ibu dua anak itu  diperkirakan berusia 23 tahun (perkiraan karena tidak tersedianya data dan identitas kependudukan yang jelas). Dalam kondisi yang serba terbatas ini, ibu muda itu  telah memiliki dua orang anak tanpa ada suami yang bertanggung jawab.  Bersama kedua anaknya, ibu muda ini  berdomisli di  RT 004/RW 002, Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. 

Keberadaan ibu mua dua anak boleh dikata sangat memprihatinkan. Selain  belum terdata  identitas dalam dokumen kependudukan, tidak terdata sebagai penerima bantuan sosial desa, tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga ia  menafkahi  kedua anaknya dengan kondisi keterbatasan pangan. Keadaannya  sangat memprihatinkan.

Kepada Wabup Alor, pihak puskesmas melaporkan bahwa ibu muda ini  mengalami gangguan psikologis akibat tekanan sosial dan ekonomi yang demikian tinggi. 
“Kondisi kesehatan anak keduanya (DML) yang  berusia  21 bulan  juga sangat serius. Balita itu  mengalami infeksi paru, keterlambatan perkembangan otak yang ditandai dengan pertumbuhan lingkar kepala yang tidak sesuai usia, serta peningkatan jumlah sel darah putih hingga dua kali lipat dari batas normal akibat status gizi buruk,”   kata pihak Puskesmas Lantoka kepada Wabup Alor.

Dijelaskan pihak Puskesmas bahwa ibu dua anak itu  beberapa hari menjalani perawatan di Puskesmas dan seharusnya dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan di Kalabahi. Tetapi,  yang bersangkutan  menolak untuk dirujuk.

Mendengar laporan dari pihak Puskesmas, Wabup Alor melakukan  koordinasi lintas sektor serta pendekatan persuasive kepada sang ibu itu. Akhirnya ibu itu bersedia dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo bersama Ibu dan sejumlah pejabat daerah mengantar langsung ibu itu bersama anaknya di RSD Kalabahi untuk dilakukan perawatan medis yang lebih baik. 
Tiba di RSD Kalabahi, Wabup Alor bersama rombongan mengantar ibu dan anaknya yang mengalami gizi buruk itu ke IGD. Setelah dilayani di IGD oleh perawat dan dokter, Wabup Alor minta kepada dokter di IGD  agar melakukan perawatan yang lebih baik terhadap balita ini.  

Winaryo mengingatkan kepada jajaran pemerimntahan di kecamatan dan desa agar kasus  ini menjadi refleksi dan peringatan serius.  Kondisi seperti ini tidak seharusnya terjadi apabila  pendataan, pendampingan, dan pelayanan sosial berjalan dengan baik.
Kepada seluruh jajaran pemerintahan desa di Kabupaten Alor, Wabup Alor  meningkatkan agar ada kepekaan sosial, bekerja dengan penuh tanggung jawab dan  memastikan bahwa tidak ada warga (terutama ibu dan anak) yang luput dari perhatian dan pelayanan negara.

Kejadian seperti ini  tidak boleh  terulang.  Negara wajib hadir melalui sistem pemerintahan yang responsif, berkeadilan dan berorientasi pada perlindungan masyarakat paling rentan. *** morisweni

Pos terkait