Cegah Penularan Covid-19, Hotel dan Penginapan Diminta Menyiapkan Alat Prokes Sendiri

Kapolres Alor, AKBP. Agustinus Christmas, S.IP FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com
Kapolres Alor, AKBP. Agustinus Christmas, S.IP FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Hotel dan penginapan lainnya di Kabupaten Alor dihimbau untuk menyiapkan alat-alat protokol kesehatan sendiri untuk mencegah terjadinya penularan covid-19. Apalagi hotel dan penginapan lebih sering menerima dan menampung tamu dari luar Alor yang rentan sekali terhadap ancaman penularan virus mematikan ini.  

Demikian dikemukakan Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, S.IP kepada pekerja media usai memimpin upacara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bayangkara Ke 75 di Ruang Kerjanya,  Kamis (01/07).  

Bacaan Lainnya

Menurut Agustinus, peran serta masyarakat dan  terutama para pelaku usaha dalam mencegah ancaman penularan covid 19 sejatinya ada di situ (penyiapkan alat prokes-Red) sehingga tidak muncul kesan jika semuanya mengharapkan perhatian pemerintah.  

“Pemerintah tidak mungkin akan bekerja maksimal  tanpa ada bantuan dari masyarakat,” ungkap Agustinus.

Agustinus kemudian merinci ketika di hotel atau penginapan ternyata ada tamu yang merupakan pelaku perjalanan reaktif agar pelaku usaha perhotelan senantiasa aktif berkomunikasi dengan satgas penanganan covid-19 Kabupaten Alor untuk melakukan pencegahan penyebaran covid di area hotel dengan melakukan penyemprotan disenfektan, mendatakan (tracing) terhadap karyawan hotel yang kemungkinan kontak erat melayani tamu hotel itu untuk kemudian dilakukan testing oleh Satgas covid melalui Dinas Kesehatan.
Dalam upaya pencegahan penyebaran demikian Agustinus, tentunya pelaku usaha perhotelan penginapan wajib melengkapi tempat usahanya dengan peralatan sesuai prokes diantaranya, penyemprot disenfektan yang diusahakan secara mandiri. “Ini suatu bentuk partisipasi pelaku usaha secara disiplin menjaga lingkungan usahanya agar terhindar dari penyebaran virus covid 19,” ungkapnya.

Menurut Agustinus, ini langka strategis sebagai salah satu upaya dalam penanganan penyebaran virus covid sekaligus upaya pemulihan ekonomi nasional dengan peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Orang nomor satu di Polres Alor ini mengharapkan agar para pelaku usaha terutama pemilik hotel dan penginapan memiliki kesadaran sendiri untuk menjaga tempat usahanya agar tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19. “Kalaupun memang masih ada yang ditemukan reaktif segera lakukan langka-langka itu … protokol kesehatan. Dibersihkan kemudian dilakukan penyemprotan secara mandiri,” pintanya.

Kita kan juga saat ini pembatasan perjalanan itukan dari dukungan rapit tes, sedangkan kegiatan-kegiatan tetap dilaksanakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Ini harus berbanding lurus antara pemulihan ekonomi dan penanganan covid. Kalau kita hanya fokus kepada penanganan covid, ekonomi akan merosot … sebaliknya jika kita hanya fokus kepada pemulihan ekonomi, penyebaran covid bisa saja melejit. Makanya harus dijaga keseimbangan dengan cara taat dan patuh terhadap protokol kesehatan.

Taat dan patuh terhadap protokol kesehatan itu menurut Kapolres Alor, penjabarannya banyak, salah satunya misalnya ketika awal peneyabar virus, jika ada yang ditemukan reaktif atau positif di suatu penginapan atau hotel maka hotel itu ditutup, padahal kita sudah tahu cara penanganannya bagaimana jika ditemukan ada yang reaktif atau positif.  

Cara penanganannya demikian Agustinus, jika diketahui ada yang reaktif atau positif maka dilaporkan kepada SATGAS untuk ditindaklanjuti, baru pemilik hotal atau penginapan membersihkan lokasinya. Dan selanjutnya tenaga medis akan mencari tahu siapa saja yang sudah melakukan interaksi dengan pasien yang dinyatakan reaktif atau positif melakukan tindakan medis untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.  

Untuk pengumpulan orang dalam jumlah yang banyak di rumah-rumah ibadah pada saat

berlangsungnya ibadah, Agustinus minta supaya diperketat penerapan protokol kesehatan  terutama menjaga jarak dan menggunakan masker. “Sekarang ada himbauan untuk menggunakan masker dobel, tentunya ini semata-mata menghindari kita dari ancaman bahaya virus ini, terutama varian delta yang katanya lebih ganas. Kita tidak mengetahui siapa dengan siapa berbicara atau melakukan hubungan komunikasi dan sebagainya,”  ungkapnya.

Agustinus juga berharap penuh agar pelaksanaan ibadah mempertimbangkan waktu pelaksanaan kegiatan peribadatan, sehingga dengan pembatasan waktu dan penerapan protokol kesehatan yang ketat kita berharap bisa terhindar dari ancaman penyebaran. “Ini butuh kerja sama kita semua. Tidak bisa kita andalkan kekuatan tertentu saja. Semua harus terlibat karena danpak virus ini sangat mengancam,” pintanya.  *** morisweni

Pos terkait