Buka MTQ XXIX, Bupati Alor Sebut Kita Lahir Berbeda Tetapi Tidak Untuk Dibenturkan

Bupati Alor Drs. Amon Djobo sedang menyampaikan sambutan di pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Alor ke XXIX, Senin (23/05). FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com
Bupati Alor Drs. Amon Djobo sedang menyampaikan sambutan di pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Alor ke XXIX, Senin (23/05). FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR.com

KALABAHI,RADARPANTAR.com-Bupati Alor Drs. Amon Djobo resmi membuka penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXIX Tingkat Kabupaten Alor yang dipusatkan di Masjid  Muhajirin Kadelang. Orang nomor satu di Nusa Kenari tercinta ini menyebut kita terlahir berbeda tetapi tidak untuk saling berbenturan dengan sesama.  

Kita terlahir berbeda tetapi tidak untuk saling berbenturan dengan sesamanya, karena perbedaan itu menyadarkan kita untuk saling mendekatkan yang jauh, mengkaribkan yang dekat guna mengikat diri dalam komitmen yang sama untuk saling memuliakan, kata Djobo dalam sambutan sebelum membuka dimulainya penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Alor, Senin (23/05).

Bacaan Lainnya

Dengan energi iman yang kuat demikian Djobo, para orang tua di daerah ini telah mengisyaratkan, kabupaten ini harus dikelola sebagai tempat yang sah bagi manusia di kerajaan Tuhan. Tuhan menciptakan Pulau Alor sebagai setitik surga di alam semesta untuk saling hidup berdampingan, hidup sebagai orang bersaudara, hidup saling membantu dan saling menolong tanpa melihat agama, keyakinan dan asal usul.

Sejarah  peradaban keragaman di daerah ini tercatat di Kecamatan Teluk Mutiara dimasa kekinian ini tambah Djobo telah melakukan ajang MTQ ke XXIX di Desa Fanating  yang penduduknya mayoritas nasrani dan panitia pelaksanaan juga saudara-saudara nasrani adalah potret kehidupan keragaman yang rukun dan damai dalam keberagaman di Kecamatan Teluk Mutiara.  

Dan berani dapat kita katakan bahwa ini lah simbol wujud surga yang sesungguhnya bagi kita di daerah ini, ujar Djobo sembari menegaskan,  Alor ini dibentuk dengan cita-cita tetapi dengan janji maka saya biasa sebut Alor Tanah Terjanji … Janji bukan untuk kelompok tertentu atau golongan tertentu atau agama tertentu tetapi janji untuk seluruh masyarakat Alor. Bagi orang Alor yang sudah mengenal Tuhannya maka tidak akan pernah menghina orang lain.

“Jangan memandang kondisi menjadi sulit untuk berbuat sesuatu  dan  menganggap sesuatu hal mustahil karena melampaui kapasitas dan kemampuan diri kita. Mulai lah berpikir bahwa segala hal mungkin dilahirkan dari diri kita untuk negeri yang kita cintai karena tanah inilah yang telah memberi kita hidup,” ungkapnya.

Ditegaskannya, ini pesannya  selaku bupati untuk adik-adik qori dan qoriah yang adalah manusia unggul di bumi persaudaraan ini, buat lah karya-karya berharga yang tidak mungkin menjadi mungkin di arena MTQ Propinsi NTT yang akan dilangsungkan di Kabupaten Rote Ndao sehingga nama daerah menjadi harum dan dikenang oleh banyak orang karena ketulusan dan keiklasan untuk memberi diri bagi banyak orang di daerah ini.  

Prestasi-prestasi berharga itu menurut Djobo telah kita raih  sebagai salah satu kabupaten paling rukun di NTT dan memperoleh pengakuan dan penghargaan dari tingkat pusat dan propinsi. Sumber daya manusia di daerah ini cukup membanggakan dan menjadi daya ungkit keberhasilan daerah ini.  

Dikatakannya,  penyelenggaraan  ke XXIX Tingkat Kabupaten Alor kali ini berbeda dengan penyelenggaraan MTQ tahun-tahun sebelumnya karena  semua kita merasa berkepentingan bergotong royong, bahu membahu, baik masyarakat desa, masyarakat di tingkat kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama,  baguyuban, kelompok adatiah, pejabat daerah TNI/POLRI, Pol PP, semua pemangku kepentingan masyarakat baik yang ada di Kelurahan Kalabahi Timur, khususnya pengurus Masjid Muhajirin Kadelang, sesepuh daerah Yusran Tahir dan keluarga, Wakil Bupati Alor dan panitia penyelenggara tanpa memandang suku, agama, RAS dan kepentingan-kepentingan sosial lainnya yang tegak berdiri saling menopang dan menolong demi suksesnya penyelenggaraan MTQ ke XXIX Tingkat Kabupaten Alor kali ini.  

Thema MTQ ke XXIX Tingkat Kabupaten Alor kali ini menurut Djobo,  adalah mewujudkan sumber daya manusia Qur An  yang unggul menuju Alor Kenyang, Alor Sehat Alor Pintar. Thema besar ini dapat menginspirasikan kita bahwa manusia unggul adalah manusia yang memiliki berkat terindah dan menjadikan dirinya saluran berkat bagi sesama terutama bagi harga diri dan martabat daerah di Bumi Persaudaraan Tanah Terjanji Surga di Timut Matahari.  

Dijelaskannya, manusia unggul adalah manusai yang kaya arti bukan miskin arti bahkan bertentangan arti. Manusia unggul adalah manusia yang bisa menghormati kepelbagaian, manusia unggul adalah manusia yang bisa menghargai kepelbagaian itu sebagai berkar terindah dari Tuhan.

Bagi  masyarakat Kabupaten Alor demikian Djobo, Bhineka Tunggal Ika bukan hanya semboyan  negara karena keragaman itu lah realitas masyarakat dan alam lingkungan Alor yang sesungguhnya, bahkan sejak kepulauan ini ada penduduk  Kabupaten Alor sangat beragam asal usul dan latar belakang. Penduduk asli maupun pendatang sangat beragam suku, bangsa dan bahasanya. Sejarah masa lalu  masyarakat adalah keragaman itu sendiri.

Dia menyebut, komitmen kebersamaan, persaudaraan dan nafas persatuan yang utuh menjadikan keragaman adat istiadat, budaya dan keyakinan agama masing-masing suku dan etnis justru sebagai modal untuk saling berinteraksi secara damai, saling hormat menghormati, saling mendukung antara satu dengan yang lain terutama dalam menjawab tantangan yang harus dihadapi bersama di masa yang akan datang.

Para orang tua di masa lalu meninggalkan cara hidup toleran yang saling memuliakan satu dengan lainnya dalam perbedaan. Bagi kita masyarakat Kabupaten Alor,  berbeda dan beragam itu indah. Terlalu banyak pristiwa di kabupaten ini yang memberikan teladan bagi kita untuk mewujudkan secara nyata semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai panduan dalam menghidupkan toleransi dan sikap hidup saling memuliakan setiap orang yang berbeda antara satu dengan lainnya, terangnya.

Daerah yang berat dan keras hanya bisa dikelola oleh mereka yang berkemauan keras dan rasa bahagia untuk mewujudnyatakan  Kabupaten Alor yang masyarakatnya secara adil dan merata berbuat hal-hal baik bagi kepentingan daerah ini, kata Djobo sembari mengucapkan terimakasih yang tulus  kepada Qori dan Qoriah, terima kasih juga kepada dewan hakim serta semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ ini.

Alor menurutnya menjadi pusat perhatian propinsi di penyelenggaraan MTQ karena selalu menjadi peserta yang membawa pulang prestasi luar biasa sebagai juara umum. “Alor memang disegani dan ditakuti untuk MTQ di Tingkat Propinsi NTT. Kita berharap MTQ  Tingkat Propinsi NTT kali ini  yang diselenggarakan di Kabupaten Rote Ndao melahirkan Qori dan Qoriah yang hebat dari Kabupaten Alor untuk mewakili Propinsi NTT di MTQ Tingkat Nasonal di Kalimantan Selatan yang akan datang,” pinta Djobo.  

Saya berharap ada wakil Alor yang bisa menjadi Juara 1, Juara 2 maupun Juara 3 Lomba MTQ Tingkat Nasional. Prestasi yang sudah kita capai di penyelenggaraan MTQ Propinsi dan Nasional saya harap dapat dijaga duta Alor sehingga nama baik dan kehormatan daerah tetap dijaga dan terpelihara, sebutnya.   

Penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Alor yang diikuti 12 dari 18 kecamatan di Kabupaten Alor ini  dibuka Bupati Alor, Selasa (23/08) dan berlangsung  hingga Tanggal 28 Mei 2022. *** morisweni

Pos terkait