BRI dan Pemilik Sertifikat Tanah Sudah Mediasi Lahirkan Solusi Saling Menguntungkan

Kepala BRI Cabang Kalabahi, Verdhy Yosua, R B S. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR
Kepala BRI Cabang Kalabahi, Verdhy Yosua, R B S. FOTO:MORISWENI/RADARPANTAR

KALABAHI, RADARPANTAR.COM-Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kalabahi, Kabupaten Alor, Propinsi  Tenggara Timur, Verdhy Yosua, R B S menegaskan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan pemilik sertifikat tanah, Jems Markus Sumaa bersama keluarga dalam mediasi dan telah melahirkan solusi yang saling menguntungkan, baik pemilik sertfikat tanah (Jems Markus Sumaa) maupun pihak BRI setempat.  

Langka cepat yang dilakukan BRI demikian Verdhy Yosua kepada Wartawan di Ruang Kerjanya Selasa, (2/3/21) diambil pihaknya agar ada solusi yang saling menguntungkan antara pihak BRI maupun Jems Markus Sumaa selaku pemilik sertifikat tanah dan keluarganya. Dalam pertemuan mediasi ini, Ardi Any yang tidak menghadiri mediasi karena belum berhasil dikonfirmasi dimana keberadaan yang bersangkutan.  

Bacaan Lainnya

“Kami sudah menyelesaikan persoalan kredit macet atas nama debitur Ardi Any melalui jalur mediasi, Jumat (27/02)  sebagaimana yang diadukan Jems Markus Sumaa,” tandas Verdhy Yosua.

Verdhy Yosua  menjelaskan,  pada saat dilakukan mediasi pihak BRI dan pengadu Jems Markus Sumaa telah sepakat dalam berita acara yang ditanda tangani bersama. “Persoalan ini sudah kami selesaikan dengan pihak terkait. Karena itu tujuan saya memanggil teman-teman media ini mau klarifikasi. Karena saya juga kaget. Loh…kita sudah selesaikan kenapa keluar di berita lagi,” ungkap Kepala BRI saat itu didampingi dua orang stafnya. 

Menurutnya dia, BRI dan  Jems Markus Sumaa sebenarnya dalam kasus ini merupakan para pihak  yang dirugikan atas perbuatan Ardi Any. Karena itu pihak BRI juga akan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Apabila Ardi Any tidak memenuhi panggilan pihaknya, maka  solusi yang dilakukan pihak BRI adalah meminta bantuan polisi untuk menelusuri keberadaan Ardi Any.

Verdhy Yosua  menegaskan bahwa BRI secara lembaga  tidak melakukan kerja sama dengan Ardi Any  dalam proses pinjaman dana. Tidak benar kalau ada kerja sama antara  BRI secara lembaga dengan Ardi Any dalam proses peminjaman uang di BRI dengan jaminan sertifikat tanah milik Jame Markus Sumaa. 

Salah seorang staf di BRI Cabang Kalabahi juga menegaskan,  pinjaman kredit dengan jaminan sertifikat tanah milik Jems Markus Sumaa itu terjadi pada tahun 2019 silam. Lalu bagaimana Markus menyatakan tanpa sepengetahuan dia. “Dia kasih sertifikat ke Ardi Any dalam keadaan sadar. Tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Jadi kami ini bekerja sesuai mekanisme. Saya sudah kerja lama di BRI. Saya jaga nama baik lembaga ini. Saya turun ke masyarakat juga membantu mereka, memberdayakan segala potensi yang ada untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga. Itu tugas kami. Jadi kalau muncul pemberitaan media begini, nanti seolah-olah orang sudah tidak percaya BRI lagi,” ungkap Jeremia Lelangulu.

Untuk jelasnya, ini berita acara mediasi yang dibuat antara pihak BRI dan Jems Markus Sumaa dalam pertemuan, Jumat (27/02). 

“Pada hari ini Jumat Dua Puluh Enam Februari Dua Ribu Dua Puluh Satu (26-02-2021), telah dilakukan mediasi antara pihak-pihak beserta keluarga (daftar hadir terlampir) terkait dengan pengaduan saudara Markus Jemis Sumaa pada tanggal 24 Februari 2021 dan telah disepakati sebagai berikut:

1. Pihak BRI berkomitmen tidak akan melakukan penjualan terhadap angunan (aset tanah) SHM No. 330/Desa Air Kenari a.n Markus Jemis Sumaa.
2. Pihak Markus Jemis Sumaa dan Pihak BRI bersama-sama akan mencari nasabah untuk melakukan peminjaman sehingga dapat digunakan untuk menurunkan pokok pinjaman sehingga SHM tersebut bisa dikembalikan ke pemilik angunan tersebut diatas.
3. Apabila diantara para pihak menemukan keberadaan peminjam a.n Ardi Anie akan segera melakukan komunikasi pada kesempatan pertama kepada yang bersangkutan serta memberikan informasi tentang keberadaan yang bersangkutan kepada para pihak diatas.
4. Terhadap pengaduan ini dinyatakan secara sepakat dan tanpa paksaan telah selesai dan jika dikemudian hari terdapat permasalahan kembali BRI akan dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

Berita acara ini  dibuat diatas meterai dan diteken kedua belah pihak, yaitu Kepala BRI Cabang Kalabahi, Verdhy Yosua, R B S, Markus Jemis Sumaa dan Tony Yafet Sumaa. *** morisweni

Pos terkait