KALABAHI,RADARPANTAR.com-Aksi GMNI Alor, Selasa (7/04/2026) di Kantor Bupati Alor meminta pelantikan Sekda Alor diduga kuat ditunggangi kelompok atau kekuatan yang menentang atau yang membenci Pj. Sekda Alor saat ini Obeth Bolang, S.Sos, M.Ap.
Demikian pandangan salah seorang tokoh Abui dari Alor Barat Daya (ABAD) Raya, Ayub Kafeltakoy kepada wartawan media ini di Kalabahi, Selasa (07/04/2026).
Menurut Kafeltakoy yang juga tokoh Abui itu, proses untuk mendapatkan Sekda Alor sedang dalam proses di internal pemerintahan. Karena itu proses internal ini jangan diinterpensi oleh kekuatan di luar pemerintahan.
Tokoh masyarakat ABAD Raya ini mengaku sangat menyayangkan organisasi sekelas GMNI yang turun aksi dengan meminta Bupati Alor untuk melantik Sekda Alor.
Kafeltakoy minta GMNI Alor untuk mengkritisi dua surat yang disampaikan Bupati Alor kepada Gubernur NTT tentang Calon Sekda Alor. Dimana dalam surat pertama, Bupati Alor mengusulkan tiga calon Sekda Alor yakni Melki Bel Obet Bolang dan Terince Mabilehi berdasarkan hasil seleksi Pansel. Dan pada surat yang kedua, dengan perihal yang sama yang juga diteken Bupati Alor hanya diusulkan satu nama Calon Sekda Alor yakni Melki Bely. Ini gambaran buruk administrasi pemerintahan di Sekretariat Daerah Kabupaten Alor.
Mestinya demikian Kafeltakoy, dua surat Bupati Alor ini yang dikritisi organisasi sekelas GMNI. Bukan mendatangi Bupati Alor dan mendesak untuk melantik Sekda Alor yang menjadi urusan internal pemerintah.
Tak hanya itu, Kafeltakoy mengatakan, sebagai orang yang tinggal di pinggiran kota, ia mendengar ada oknum pimpinan OPD yang membuat memo dan mendisposisi surat-surat dinas atas nama Bupati Alor. Dari sisi aturan demikian Kafeltakoy, apakaf dapat dibenarkan? Sementara ada Wakil Bupati dan Pj. Sekda yang secara struktural berada langsung dibawah Bupati Alor.
Kejanggalan-kejanggalan ini yang harus dikritisi oleh kelompok-kelompok kritis, termasuk GMNI Alor, pintanya.
Ditambahkan Kafeltakoy, kalau bupati sakit sehingga tidak bisa mendisposisi surat maka kewenangan itu dapat dilakukan oleh Wakil Bupati atau Pj. Sekda, bukan diambil alih oleh pimpinan OPD. “Sebagai orang kampung kami punya penilaian seperti itu,” pungkas salah satu tokoh Abui ini.
“Kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan ini yang anak-anak saya harus kritisi, bukan datang minta lantik Sekda Alor yang sedang dalam proses, ” pintanya menambahkan.
Dia mengaku sebagai orang kampung dan orang tua melihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan selama Obeth Bolang menjabat sebagai Pj. Sekda Alor cukup berhasil. Pembahasan hingga penetapan APBD 2026 dikoordinir langsung oleb Pj. Sekda Obeth Bolang tanpa dihadiri Bupati-Wakil Bupati Alor.
Menurutnya, kalau pelantikan pejabat yang gagal itu sebenarnya bukan kesalahan Pj. Sekda. Atau bukan karena Sekda Alor masih dijabat oleh Pj. Sekda. Pj. Sekda sudah memimpin proses itu dengan baik tetapi dibatalkan oleh kelompok yang mengatasnamakan keluarga Bupati Alor.
Untuk diketahui, GMNI Alor yang dipimpin Louwen Kafolamau, Selasa 07 April 2026 melakukan aksi di Kantor Bupati Alor. Diterima Asisten III Setda Alor Marthen Maubeka, SH, GMNI minta Bupati Alor segera melantik Sekda Alor.
Maubeka kepada GMNI mengaku proses untuk mendapatkan Sekda Alor sedang dalam proses di internal pemerintahan.
Pihak GMNI yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Anis Bayang dan Ketua Louwen Kafolamau mengenai tudingan tokoh Abui ini belum berhasil memberikan komentar. Baik Bayang maupun Kafolamau berjanji mengirimkan klarifikasi tertulis melalui pesan whatsApp tetapi beberapa jam usai dikonfirmasi melalui telp whatsApp, keduanya belum juga mengirimkan klarifikasi. *** morisweni






